Alokasi Pupuk Bersubsidi di Babel Hanya 30 Persen

Pangkalanbaru, Bangka Tengah - Alokasi pupuk bersubsidi yang disediakan pemerintah bagi petani hanya memenuhi sekitar 30 persen dari kebutuhan pupuk di Bangka Belitung (Babel). Hal tersebut disampaikan Gubernur Babel Rustam Effendi yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Babel, Dr. Yan Megawandi, SH., M.Si dalam sambutannya saat membuka Rapat Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Dinas Pertanian se- Babel di Ruang Pertemuan Hotel Soll Marina, Kamis (20/4/2017).

Sekda menjelaskan, berdasarkan data sejak tahun 2012 sampai tahun 2017, alokasi pupuk bersubsidi tidak berubah hanya kisaran 45.000 ton, sedangkan luasan areal terus bertambah dan bahkan  luasan areal persawahan meningkat cukup tinggi dari pada tahun 2012 seluas 10.000 hektar menjadi 22.000 hektar pada tahun 2016.

Lanjut Yan Megawandi, dengan bertambahnya luasan areal pertanian dan persawahan yang ada di Babel harus diimbangi dengan pengadaan dan suplai pupuk bersubsidi dan pestisida yang dibutuhkan.

Secara umum, kata dia, permasalahan pendistribusian pupuk dan pertisida yang terjadi saat ini, perlu pengelolaan yang lebih baik, sehingga pemerintah dapat mengetahui pendistribusian pupuk dan pestisida yang dilakukan distributor tepat sasaran.

Yan berharap Pemerintah Pusat, Provinsi maupun pemerintah daerah saling bersinergi dalam pola pengawasan, pendistribusian pupuk dan pestisida yang ada di Babel ditingkatkan, sehingga meningkatkan produktivitas petani dalam menghasilkan hasil pertanian yang lebih baik.

Terkait dengan produk pupuk dan pestisida yang ada di Babel, Yan berharap adanya pengawasan yang lebih intensif dari pihak terkait atas pencegahan beredarnya produk pupuk palsu, ilegal yang digunakan petani.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian Babel Nurhayati, yang juga Ketua Panitia Rakor KP3 menjelaskan, KP3 merupakan wadah koordinasi instansi terkait dalam melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap pupuk dan pestisida yang meliputi pengadaan, peredaran,penggunaan, harga, jumlah, penyimpanan, penyaluran dan efek samping yang ditimbulkan terhadap kesehatan manusia dan lingkungan sekitarnya.

Rakor KP3 ini, diikuti anggota KP3 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ketua KP3 Dinas Lingkup Pertanian dan Badan Penyuluhan Kabupaten/Kota, Produsen dan Distribusi Pupuk wilayah Babel. (Sentosa).

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Sentosa
Fotografer: 
Sentosa
Editor: 
Ahmad. S
Bidang Informasi: 
Humas