Atasi Inflasi, TPID Sampaikan Rekomendasi ke Pemerintah Pusat

Air Itam, Pangkalpinang – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Dr. Yan Megawandi, SH., M.Si, Kamis (9/3/2017), memimpin Rapat Forum Group Discussion Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Babel yang dilaksanakan di Ruang Rapat Pantai Romodong Lantai I Kantor Gubernur Babel.

Forum Group Discussion tersebut dihadiri Kepala Biro Ekonomi Sekretariat Daerah (Setda) Babel, Sudarman, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Babel, Darwis  Sitorus, S. Si, M.Si, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Babel, Bayu Martanto.

Sekda dalam kesempatan itu mengatakan, dalam pelaksanaan kegiatan, TPID mampu memberikan penjelasan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov), Kabupaten/Kota dan stakeholder yang berperan dalam menjaga kestabilan perekonomian, sehingga tercapainya tujuan dalam pengendalian inflasi.

“TPID Babel secara rutin telah melakukan rapat koordinasi dan melibatkan TPID Kabupaten/Kota se- Babel bekerja sama dengan BI dalam mengendalikan inflasi,“ ungkap Sekda.

Ditambahkan Sekda, sinergitas antara TPID Provinsi, Kabupaten/Kota yang akan dilakukan, dimuat ke dalam road map pengendalian inflasi .

Provinsi, Kabupaten/Kota dan instansi terkait, lanjut Yan Megawandi, memiliki peran penting dalam melakukan intervensi pengendalian inflasi di Babel, didukung basis data yang tepat dan akurat.

Ditegaskan Yan, Pemprov telah menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) dalam hal basis data yang valid dan akurat, sehingga ke depan langkah - langkah yang di ambil tepat dan sesuai.

Selain itu, Sekda Yan Megawandi juga menyebutkan, TPID telah menyampaikan rekomendasi kepada Pemerintah Pusat, sebagai salah satu upaya untuk mengatasi tingginya inflasi di Babel. “Salah satu rekomendasi yang telah disampaikan TPID kepada Pemerintah Pusat terkait dengan infrastruktur yang ada di Babel, dengan tujuan mempermudah aksesibilitas keluar masuknya barang dari luar ke Bangka, yaitu pembangunan jembatan antara Pulau Bangka ke Pulau Sumatera,”  ujar  Yan Megawandi.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Babel, Bayu Martanto mengungkapkan, inflasi Babel tahun 2016 cukup tinggi, sebesar 6,75 % (year on year), sedangkan target pemerintah pusat adalah 4% ± 1% (year on year) .

Dengan dilaksanakannya FGD kepada seluruh unsur TPID yang ada di Babel, maka akan ditemukan langkah - langkah yang tepat dalam pengendalian infalsi. “Inflasi kita tinggi pada tahun 2016 disumbang dari kenaikan tiket pesawat udara sebesar 2,44%, dan ini merupakan masalah yang cukup kristis,“ tandas Bayu.

BI Pusat dan Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat, disebutkan Bayu, sudah melakukan koordinasi atas kebijakan Pemerintah Pusat dalam penentuan tiket pesawat, karena kenaikan tiket pesawat merupakan kewenangan dari Pemerintah Pusat.

“Terkait dengan kenaikan harga cabai dan ikan yang bergejolak, sangat mempengaruhi peningkatan nilai inflasi bulanan, tetapi terkadang juga terjadi deflasi,” terang Bayu. ( Sentosa).

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Sentosa
Fotografer: 
Sentosa
Editor: 
Ahmad. S
Bidang Informasi: 
Humas