Babel-Shanghai Jajaki Kerjasama Promosi Pariwisata

Air Itam, Pangkalpinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menjajaki rencana kerjasama promosi pariwisata dengan Pemerintah Kota Shanghai, Tiongkok. Kerjasama juga melibatkan pemerintah kabupaten/kota yang dituangkan dalam MoU (Memorandum of Understanding) dan akan ditandatangani awal Desember 2016.

“Sudah ada tawaran dari Shanghai untuk membuka pengembangan pariwisata melalui kerjasama Government to Government atau G to G,” ungkap Asisten Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Bidang Ekonomi dan Pembangunan Dr Ir Budiman Ginting Dipl BE MM, ketika memimpin Rapat Penjajakan Kerjasama Daerah di Ruang Pertemuan Tanjung Pendam Kantor Gubernur Babel, di Pangkalpinang, Senin (14/11/2016).

Budiman mengatakan, untuk mengembangkan pariwisata dibutuhkan sarana dan prasarana yang layak dan berstandar internasional. Terutama menyangkut transportasi udara untuk membuka rute penerbangan luar negeri.

Termasuk juga sejumlah hal lain terkait izin penerbangan internasional, jenis pesawat yang bisa mendarat di Bandara Hanandjoedin Belitung dan Depati Amir Pangkalpinang, hingga Custom, Immigration, Quarantine (CIQ) atau proses pemeriksaan petugas Bea dan Cukai, Imigrasi dan Karantina bagi penumpang pada penerbangan internasional dalam rangka kegiatan wisata atau perjalanan dari dan ke luar negeri.

“Agar ada pihak maskapai yang bisa menjadi pioneer membuka rute penerbangan internasional Pangkalpinang-Shanghai, Tanjung pandan-Shanghai,” tambah mantan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Babel ini.

Dirinya berharap semua pihak yang terlibat agar lebih siap menjelang penandatanganan MoU yang direncanakan akan dihadiri perwakilan dari Kementerian Pariwisata, Kementerian Perhubungan, serta utusan dari Kota Shanghai, Bogor, Bandung, dan beberapa pengusaha nasional.

Menurutnya, sektor pariwisata Babel penting untuk terus dikembangkan menyusul ditetapkannya Tanjung Kelayang sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bidang pariwisata. Babel juga masuk dalam 10 destinasi kawasan strategis pariwisata nasional.

“Lima tahun ke depan, saya yakin Babel jadi daerah wisata yang pesat,” kata Budiman.

Dalam rapat yang membahas rencana penjajakan kerjasama dengan lembaga atau pemerintah daerah di luar negeri salah satunya promosi daerah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Babel Rivai dan Kepala Dinas Perhubungan Babel Sardjulianto mendukung perlunya dilakukan sejumlah persiapan menjelang kunjungan 20 utusan Shanghai ke Babel akhir tahun ini.

Rivai berjanji segera menginventarisir atraksi budaya dan destinasi wisata di tiap kabupaten/kota untuk ditawarkan kepada investor luar negeri. Pihaknya juga akan menyiapkan dokumen pendukung dalam bentuk cetakan maupun audio visual.

Sementara Sardjulianto menilai kesiapan sumberdaya manusia dan infrastruktur sangat diperlukan mengingat wisata Babel sudah menjadi perhatian dunia internasional. Dirinya menyebutkan sejumlah progres diantaranya izin Bandara Internasional Hanandjoedin yang akan segera diberlakukan.

“Di Belitung, infrastruktur progres terakhir untuk mendapatkan izin internasional harus ada keterkaitan dengan enam kementerian. Target Desember 2016 sudah menjadi bandara internasional,” papar Sardjulianto.

Ditambahkan, setelah HAS Hanandjoedin menjadi bandara internasional maka sudah ada maskapai yang menyatakan kesiapannya melakukan penerbangan rute Tanjungpandan-Singapura dan Tanjungpandan-Kuala Lumpur. Diketahui runway bandara tersebut 2325 x 45 m2 yang dapat digunakan untuk pendaratan pesawat jenis Airbus A325 atau tipe B737-900ER dengan kapasitas penumpang mendekati 200 orang.

“Untuk di Bandara Depati Amir panjang landasan pacu 2250 x 45 yang sedang operasi, dan akan dikomisioning 100 meter. Tipe pesawat yang bisa mendarat sama dengan Hanandjoedin,” terangnya.

Kuliner dan Seni

Koordinator Utusan Shanghai untuk Babel Sofyan Rebuin mengaku sudah bertemu dengan Yayasan Happy Family serta tiga mantan Walikota Shanghai. Saat jamuan makan malam ditayangkan video tentang ragam wisata di Bangka Belitung yang menonjolkan pesona batu granitnya.

“Mereka bilang ingin support wisata Bangka Belitung dan berencana membangun rumah jompo internasional,” papar Sofyan.

Bentuk support tersebut, tambahnya, akan dilakukan melalui promosi potensi Babel ke kawasan-kawasan besar di Tiongkok. Karenanya mereka akan berkunjung ke Babel untuk menandatangani kesepakatan kerjasama yang dituangkan dalam MoU berbahasa Indonesia, Mandarin dan Inggris.

“Saat kunjungan nanti diharapkan ada hidangan kuliner lokal dan ditampilkan atraksi seni dari Bangka dan Belitung,” pinta Sofyan.

Dalam rapat itu juga diketahui bahwa Babel sangat potensial bagi destinasi wisata berkonsep family-friendly. Namun dibutuhkan sejumlah rambu atau petunjuk di obyek-obyek vital berbahasa Mandarin, serta money changer dengan nilai tukar mata uang Yuan.

Selain itu, pemerintah harus menjamin rasa aman dan nyaman bagi kunjungan wisatawan mancanegara. Apalagi turis dari kota yang terkenal dengan julukan Mutiara dari Timur ini sangat menyukai destinasi wisata pantai, kuliner dan spa.

Hadir dalam pertemuan itu antara lain kepala dinas yang membidangi pariwisata di kabupaten/kota, Finance Junior Manager Angkasapura AP II Haryanto, Kanwil Hukum dan HAM Babel, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), serta perwakilan dari maskapai penerbangan. (ismail, chandra)

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Ismail, M Chandra Yusuf
Fotografer: 
M Chandra Yusuf
Editor: 
Ismail/Erik
Bidang Informasi: 
Humas