Bisnis Tambak Udang Perlu Tata Ruang yang Baik

HUMASPRO, PANGKALPINANG - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman mengatakan, bisnis tambak udang merupakan bisnis yang  baru bagi Babel. Untuk itu, perlu tata ruang yang baik dan sesuai dengan aturan yang ada.
 
Selain itu, tata ruang yang telah disusun sebelumnya belum menetapkan kawasan - kawasan yang diperuntukkan untuk tambak udang. Kemudian, pertumbuhan tambak udang di Babel luar biasa. Demikian disampaikan Gubernur saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Bupati/Walikota se- Babel dengan Aliansi Petani Tambak Indonesia Nusantara (APTIN) Babel di Ruang Pasir Padi, Kantor Gubernur Babel, Kamis (12/3/2020) siang. 

Didampingi Sekda Babel Naziarto beserta sejumlah Pejabat terkait di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel, Gubernur menilai, berkaitan dengan tata ruang ini sudah ditetapkan 5 tahun yang lalu. 

Berkenaan dengan APTIN yang menyampaikan aspirasinya terkait dengan sulitnya dalam mengurus izin, kata Gubernur, akan dikomunikasikan lebih  lanjut ke pihak terkait. 

Erzaldi juga menyinggung hasil panen udang masih banyak yang di kirim ke Lampung dan ke Jakarta untuk di ekspor, sehingga hasil penerimaan daerah sedikit, padahal nilai ekspor udang ini cukup besar. 

Oleh karenanya, Erzaldi mengajak APTIN dalam prosesnya nanti apabila panen udang harus melalui pelabuhan ekspor, dengan begitu ketika keluarnya melalui ekspor  tentunya pendapatan daerah bertambah. 

Kepada para pengusaha tambak udang, Erzaldi pun berharap agar menyediakan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), agar air limbah yang dihasilkan tidak langsung dialirkan ke sungai atau laut, harus melalui proses IPAL. 

"Intinya, hari ini kita ingin bersama-sama merumuskan suatu kebijakan agar bisnis udang ini betul-betul berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat secara keseluruhan. Dan saya mengambil kebijaksanaan ini berkenaan dengan kita ingin mendorong investasi di Babel ini menjadi daerah yang sangat menarik untuk investasi," ungkapnya. 

Sementara itu, Ketua Aliansi Petani Tambak Indonesia Nusantara Babel, Hidayat Arsani mengatakan,  perlunya kemudahan dalam perizinan usaha yang dilakukan, agar investasi di Babel semakin berkembang. 

Hidayat meminta hal - hal yang berkaitan dengan izin dan lain sebagainya dapat dikawal dengan baik, sehingga pengusaha yang akan melakukan investasi merasa aman dan nyaman berinvestasi di Babel.

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Sentosa
Fotografer: 
Sentosa
Editor: 
Ahmad
Bidang Informasi: 
Humas