BPBD Babel Datangkan Tim Penyelidikan Pasca Gempa Bumi Kementerian ESDM

PANGKALPINANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terus sigap dalam menghadapi bencana alam yang terjadi baik itu banjir, angin ribut atau puting beliung maupun gempa bumi yang pernah terjadi di Babel.

Hal tersebut ditandai dengan keseriusan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Babel mendatangkan Tim Penyelidikan Pasca Gempa Bumi dari Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia dan sekaligus di dapuk menjadi Narasumber dalam Seminar “Mengenal Gempa Bumi dan Upaya Penyelamatan” Paparan Hasil Penyelidikan Gempa Bumi di Wilayah Desa Teluk Limau, Kecamatan Parit Tiga, dan Kecamatan Jebus Kabupaten Bangka Barat yang dilaksanakan di Ruang Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Babel.

Hermanto selaku Pelaksana harian (Plh) Kepala BPBD Babel menjelaskan, potensi terjadinya gempa bumi tektonik yang mengarah ke tsunami di Babel masih sangat kecil.

“Meski seperti yang kita ketahui bersama bencana gempa bumi berkekuatan 3,1 sampai dengan 4 SR (Skala Richter) memang pernah terjadi di wilayah Babel untuk daerah Permis, Jebus dan Belinyu,” terangnya di acara tersebut.

Sampai saat ini, lanjut dia, upaya yang harus dilakukan untuk kesigapan menghadapi bencana alam apapun yaitu dengan cara struktural berupa kesiapan logistik pada saat bencana alam terjadi maupun non struktural berupa pemberian informasi kepada masyarakat mengenai potensi bencana alam. “Hal ini penting dilakukan dalam rangka mengurangi resikonya sekecil mungkin,” tandasnya.

Sementara itu, Rahayu Robiana selaku Anggota Tim Penyelidikan Pasca Gempa Bumi dari Badan Geologi Kementerian ESDM RI menjelaskan, hubungan antara dua variabel antara daerah tambang dengan gempa bumi tektonik masih sangat kecil, karena energi yang dilepaskan pada saat gempa bumi yang terjadi di wilayah Babel masih dalam SR kecil.

Namun, katanya, bencana gempa bumi merupakan suatu hal yang belum bisa pihaknya prediksi kejadiannya sampai saat ini.

“Saya menghimbau masyarakat yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana (KRB) untuk memahami bahwa setiap korelasi terjadinya gempa bumi tektonik belum konsisten. Sehingga bila terjadi bencana gempa bumi, masyarakat jangan mudah panik. Tapi, jika gempa bumi yang terjadi berlangsung sekitar 20 detik ataupun lebih dari itu segera waspada dan lihat kondisi wilayah sekitar agar proses penyelamatan jiwa bisa berlangsung secara cepat dan tepat.

Badan Geologi Kementerian ESDM RI, menurutnya, terus melakukan edukasi kepada masyarakat di seluruh wilayah NKRI terkait KRB gempa bumi melalui kegiatan sosialiasi rutin seperti event-event yang banyak dihadiri oleh masyarakat.

“Kami juga terus menjalin kerjasama dengan luar negeri dan mulai mengembangkan aplikasi terkait peringatan dini tentang potensi bencana alam ke masyarakat luas,” imbuhnya.

Edukasi kepada masyarakat, sambung dia, harus dikedepankan terkait informasi mengenai gempa bumi baik itu melalui kegiatan sosialisasi dan juga perlu adanya dukungan dari media pers dengan memberikan informasi yang tepat dan akurat mengenai hal tersebut.

Seminar ini, turut dihadiri Pejabat Administrator, Pengawas, Pelaksana BPBD Babel, Agus Setio Rini selaku Kabid Geologi dan Air Tanah Dinas ESDM Babel, perwakilan Dinas Sosial Babel, Dinas Lingkungan Hidup Babel, Satpol PP Babel, BPBD Kota Pangkalpinang, Dinas Sosial Kota Pangkalpinang, perwakilan media pers dan unsur terkait lainnya. (Agus).

.                      

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Agus
Fotografer: 
Agus
Editor: 
Ahmad
Bidang Informasi: 
Humas