Denas Sepakati Tanjung Gunung dan Sungaliat Dibentuk Jadi KEK, Gubernur Erzaldi Menyambut Baik

JAKARTA – Rapat Koordinasi (Rakor) Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (Denas KEK) Pariwisata yang dipimpin Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Darmin Nasution selaku Ketua Denas KEK, menyepakati usulan kawasan Tanjung Gunung di Kabupaten Bangka Tengah dan Sungailiat di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dibentuk menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Dengan ditetapkannya KEK Tanjung Gunung dan Sungailiat akan memberikan dampak positif  terhadap kegiatan ekonomi wilayah,” kata Menko Perekonomiaan Darmin Nasution saat memimpin Rapat Koordinasi Usulan KEK Pariwisata Tanjung Gunung, Usulan KEK Sungailiat, dan Usulan KEK Singhasari, Senin (5/11/2018), di Jakarta.

Lebih lanjut Menko Darmin menjelaskan, terkait 2 hal yang yang masih menjadi catatan. Pertama, penyelesaian Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi Timah, dan kedua deliniasi wilayah di darat dan di laut. “Kita harus komitmen, kalau lahan tersebut tidak dibuat untuk pertambangan, agar tidak tumpang tindih,” ujar Menko Darmin.

Sementara itu, Gubernur Babel Erzaldi Rosman yang juga turut hadir dalam Rakor tersebut, menyambut baik dengan ditetapkannya KEK Tanjung Gunung dan Sungaliat.

“Masyarakat Bangka menyambut baik kehadiran KEK ini, yang tentunya akan memicu eksplorasi pulau – pulau lain yang terdapat di Pulau Bangka,” kata Erzaldi.

Rencana bisnis yang akan digarap di KEK Tanjung Gunung dan Sungailiat, antara lain Pariwisata (Integrated Coastal Entertainment  Destination), Akomodasi (hotel, resort, glamping, homestay), Entertainment (Old Town Garden, Hillcrest Park,  Theme Park, Water Park, Wetland Park), Commercial (MICE & Mall, Lifestyle Beach, Festival  Beach, Arts & Crafts Market, Boardwalk & Marina,  Commercial Center), serta kawasan Residential.

Lebih lanjut dipaparkan Gubernur Erzaldi, Pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat ini, sebesar (4,51%) lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar (5,07%). Pertumbuhan ekonomi ini ke-5 terbawah dari 34 Provinsi yang ada.

Hal tersebut, dikarenakan semakin menurunnya tren pertumbuhan sektor pertambangan dan penggalian, serta adanya tren kontribusi sektor pariwisata yang meningkat. Maka dari itu, Pemerintah Daerah mendorong adanya transformasi dari sektor pertambangan ke sektor pariwisata.

“Dengan ditetapkannya KEK Tanjung Gunung, ditargetkan akan memberikan dampak terhadap kegiatan ekonomi wilayah melalui peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, yang diproyeksikan naik mencapai 1.750.000 wisatawan atau 41,3% pada tahun 2030. Sehingga kedepan diharapkan sektor pariwisata menjadi kontributor utama menghasilkan pertumbuhan ekonomi dan penyerapan lapangan pekerjaan bagi masyarakat, khususnya masyarakat Babel,” ungkap Gubernur.

Keberhasilan penetapan KEK ini, dilanjutkan Gubernur Erzaldi, dapat dilihat dari keberhasilan kontribusi KEK Tanjung Kelayang terhadap kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Belitung, tahun 2017 sebesar Rp193,18 miliar naik 41,21% dari Rp136,80 miliar pada tahun 2016.

Akses wisman dan wisnus, ditambahkan Gubernur, juga berkembang pesat, dengan adanya direct flight internasional ke Singapura oleh maskapai Garuda Indonesia.

Sekretaris Dewan Nasional KEK Enoh Suharto Pranoto menuturkan, nilai investasi Pembangunan Kawasan KEK Tanjung Gunung senilai ± Rp 1,5 T, dengan Investasi Pelaku Usaha ± Rp 4,6 T. Sedangkan, untuk KEK Sungailiat nilai investasi pembangungan senilai ± Rp 601,9 Miliar, serta Investasi tenant ± Rp 5 Triliun.

Turut hadir dalam Rakor di Ruang Mahakam Gedung Ali Wardhana Lantai III Lapangan Banteng Timur Jakarta Pusat ini, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofjan Djalil, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi, perwakilan Kementerian/Lembaga (K/L) terkait, Bupati Bangka Mulkan, Bupati Bangka Tengah Ibnu Saleh, serta perwakilan dari PT Pan Semujur Makmur, PT Pantai Timur Sungailiat, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/ ITDC, PT Intelegensia Grahatama, dan PT. Cakrawala Mandala Nusantara. (Pongky/Ekon).

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Pongky/Ekon
Fotografer: 
Pongky
Editor: 
Ahmad
Bidang Informasi: 
Humas