Gubernur Ajak Masyarakat Beri Masukan Terhadap RPJMD 2017-2022

Pangkalpinang- Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) H. Erzaldi Rosman mengajak seluruh Stakeholder dan masyarakat yang berada di Babel untuk memberikan masukan-masukan terhadap Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2017-2022 milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel.

“Intinya kami telah menyusun RPJMD sesuai Visi dan Misi Kami. Tentunya, sebelum ditindaklanjuti lebih jauh, kami ingin mendengar dan menkosultasikan terlebih dahulu kepada Stakeholder dalam hal ini siapapun, dengan maksud ketika ada yang ingin disampaikan. Jika ada hal yang berkenaan dengan pembangunan kita kedepan yang belum masuk, harus kita rumuskan bersama,” kata Gubernur, Kamis (13/7/2017) dalam kegiatan Forum Konsultasi Publik Penyusunan RPJMD 2017-2022 Provinsi Babel di Ruang Pasir Padi Lantai III Kantor Gubernur Babel.

Oleh sebab itu, Gubernur berharap agar tim yang menyusun RPJMD 2017-2022, benar-benar memanfatakan waktu dengan sebaik-baiknya dalam kegiatan. “Kesempatan ini jangan disia-siakan,” ujarnya.

Dalam Furum Konsultasi RPJMD, Gubernur menginginkan semua Stakeholder untuk membahas dan mencarikan formulasi yang tepat untuk menangani permasalahan inflasi yang cukup tinggi di Babel.

“Permasalahan yang sangat krusial, itu tingginya inflasi di Babel. Tetapi, masyarakat tidak menyadarinya, karena telah terbiasa. Kemudian, apabila masyarakat tersebut ke daerah lain, baru terasa harga kebutuhan di daerah Babel sangat tinggi. Bagaimana nasib masyarakat di desa-desa ini yang perlu kita tindal lajuti,” ungkap Gubernur.

Selain itu, Gubernur juga mengajak para Stakeholder di Babel dan peserta yang hadir di acara tersebut, untuk bersama-sama merumuskan beberapa sektor unggulan pertanian dan perkebunan, diantaranya karet dan lada. Serta sektor Pariwisata. “Pogresing karet harus diperbaharui. Mengenai lada satu hektar di Babel hanya menghasilkan 300 kg, sedangkan di negara Vietnam mencapai 3 ton. Parawisata harus melibatkan UMKM,” pinta Gubernur.

Sementara itu, Narasumber dari Bank Indonesia (BI) Perwakilan Babel Edi Rahmnto Hidayat mengharapakan, dalam Penyusunan RPJMD memperhatikan inflasi, karena menurutnya Infalsi di Babel sudah sangat tinggi dan memerlukan perhatian lebih. 

“Jangan sampai Babel memiliki infasi yang tinggi. Untuk itu, harus di buat  berbagai program salah satunya meningkatkan produksi sawah dan lada serta sayur-sayuran, karesa selama ini di produksi dari luar. Selain itu, pembangunan Trans Sumatra harus terealisasi, karena bisa menurunkan infasi lantaran jalur distribusinya lebih baik,” terang Edi.

Forum Konsultasi Publik yang difasilitasi Bappeda Babel itu, menghadirkan tiga narasumber yaitu dari Badan Pusat Statistik Babel Darwis Sitorus, BI Babel Edhi Rahmanto Hidayat, dan dari Pemprov Babel itu sendiri dalam hal ini diwakili Plt Kepala Bappeda Babel, Dr. Budiman Ginting. (Mislam).

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Mislam
Fotografer: 
Mislam
Editor: 
Ahmad. S
Bidang Informasi: 
Humas