Gubernur Babel Sarankan Australia Buat Film Tragedi PD II di Muntok

PANGKALPINANG - Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman menyarankan kepada Pemerintah Australia agar membuat film terkait Tragedi Penyerangan Tentara Jepang terhadap Kapal Australia yang mengangkut puluhan  juru rawat berkebangsaan Australia pada Perang Dunia ke II di Laut Muntok Kabupaten Bangka Barat.

Saran tersebut disampaikan Gubernur Ezaldi menanggapi keinginan Pemerintah Australia melalui Penghubung Pemerintah Australia dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel Marc - Marcus Huibrecht Maria Slootwee, untuk membangunan Museum Kedamaian di Pantai Radjik – Teluk Inggris Muntok Bangka Barat.

"Saya menyarankan agar dibuat sebuah Film, tetapi bukan Film Dokumenter, dimana di dalam Film tersebut bisa menggambarkan secara jelas mulai dari awal sampai terjadinya tragedi tersebut. Bahkan sampai saat ini, tempat tersebut menjadi tempat yang dikenang baik oleh Pemerintah Australia atau Inggris sebagai tempat bagian sejarah kedua Negara ini," jelas Erzaldi.

Selain itu, berkenaan dengan keinginan dari pihak Australia soal adanya penghibahan hutan di lokasi yang akan dibangun Museum Kedamaian tersebut, Gubernur Erzaldi mengatakan, Indonesia memiliki peraturan berkenaan dengan hutan. Dan untuk masalah ini, Ia akan berkoordinasi dengan ke Pemerintah Pusat.

Sebelumnya, didampingi dalam pertemuan itu, Marc - Marcus Huibrecht Maria Slootwee selaku Penghubung Pemerintah Australia dengan Pemprov Babel, di ruang Tanjung Pendem lantai II Kantor Gubernur Senin (12/01/2018) menyampaikan keinginan Pemerintah Australia untuk membangun Museum Kedamaian di Pantai Radjik - Teluk Inggris Muntok, sekaligus tempat pendidikan dan budaya di pelabuhan lama, termasuk bekas penjara.

Kata Marc, sejarah tempat tersebut terdapat hutan, dan lokasi itu merupakan bagian penting bagi Australia.

"Kami ingin tempat tersebut dijadikan dan dibuat juga sebagai Museum Kedamaian untuk mengenalkan kepada Dunia tentang sejarah dari kekejaman Tentara Jepang terhadap tawanan Tentara Australia-Inggris dan Belanda pada masa Perang Dunia (PD) ke II. Dan tempat ini, terdapat di Muntok Bangka Barat. Untuk itu, kami meminta izin soal penghibahan hutan tersebut sebagai bagian dari rencana pembangunan kami, agar sejarah kami ini tidak hilang begitu saja," ujar Marc.

Diperkirakan sekitar 60 orang warga Australia terdiri dari serdadu dan juru rawat tewas dibunuh saat berusaha menyelamatkan diri dari kapal perang Vyner Brooke yang ditenggelamkan pasukan militer Jepang.

Konon kabarnya para korban dihujani tembakan saat berusaha mengapung di tengah laut.

Dalam pertemuan bersama Penghubung Pemerintah Australia dengan Pemprov Babel, Gubernur Babel Erzaldi Rosman turut didampingi Kepala Kebudayaan dan Pariwisata Babel, Rivai, Kepala Bappeda Babel, Feri Insani, dan instansi terkait lainnya .(Imam).

 

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Imam
Fotografer: 
Imam
Editor: 
Ahmad
Bidang Informasi: 
Humas