Gubernur Buka Seminar "Kitamart Nadi Pembangkit Ekonomi Umat"

PANGKALANBARU, BANGKA TENGAH - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Dr. H. Erzaldi Rosman menghadiri sekaligus membuka Seminar Nasional Ekonomi Syariah "Kitamart Nadi Pembangkit Ekonomi Umat" dan Pelantikan Pengurus Koperasi Syariah Barokah Inti Sejahtera dan Majelis Ta'lim Wirausaha Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang dilaksanakan Ballroom Gale-Gale Pangkalanbaru.

Dalam Seminar yang berlangung Jumat (10/11/2-17) tersebut, juga menghadirkan pemateri Dr. Muhammad Syafii Antonio dari  Pusat Pengendalian Mutu Tazkia, dan dihadiri Pejabat dari unsur Forkompinda,  tokoh agama, tokoh masyarakat, Pelaku UMKM , wirausaha syariah, mahasiswa, dan unsur terkait lainnya.

Gubernur dalam sambutannya pada kesempatan itu, mengatakan, Ekonomi Syariah adalah  suatu kebutuhan dan penting  bagi kehidupan masyarakat yang harus dilakukan, karena dengan cara ini akan membesarkan umat.

Untuk itu, Ia mengajak seluruh masyarakat Babel untuk melakukan kewajiban sebagai umat Islam dalam menjalankan ekonomi syariah. “Dengan menjalankan ekonomi syariah, akan memberikan berkah bagi kehidupan umat Islam,” ungkap Gubernur.

“Dengan dibentuknya ekonomi syariah yang dikemas dalam bentuk desa mart, akan memberikan keuntungan bagi masyarakat luas dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di pedesaan yang ada di Babel,” tandasnya.

Sementara itu, Dr. M. Syafii Antonio mengatakan, dengan kondisi saat ini, Indonesia menjadi pasar bagi luar negeri, sehingga diperlukan kekuatan sektor informal yang ada di Indonesia, khususnya Babel untuk berbenah dengan menghasilkan produk yang mampu bersaing di pasar nasional ataupun luar negeri.

"Kita harus mengelola koperasi syariah yang merupakan usaha bersama- sama masyarakat desa melalui pengumpulan uang dari anggota sebagai modal bagi pembangunan desa mart," jelas Antonio.

Selain itu, Antonio menjelaskan, dengan ekonomi syariah yang akan dilakukan memberikan manfaat bagi masyarakat pengguna atau pelanggan. Juga memberikan keuntungan bagi pengelola usaha yang akan dibentuk berupa desa mart.

Desa Mart nantinya, sambung Antonio, akan dikelola secara syariah dan dipadukan dengan pelajaran dan pendidikan Islam bagi masyarakat. “Usaha tersebut merupakan usaha bersama masyarakat dengan menyisihkan uangnya untuk modal usaha, serta keuntungan yang diterima juga dibagikan secara syariah,” ungkapnya. (Sentosa)

 

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
sentosa
Fotografer: 
sentosa
Editor: 
Ahmad
Bidang Informasi: 
Humas