Gubernur, Bupati & Walikota Rakor Percepatan Perda Zonasi

Air Itam, Pangkalpinang - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) H Erzaldi Rosman terus berupaya melakukan perubahan dan inovasi untuk kemajuan daerah Provinsi Babel. Salah satunya mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penyusunan Peraturan Daerah (Perda) Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil antara Bupati dan Walokota Se- Babel.

Hal itu dilakukan guna mengundang dan mempercepat proses perizinan investor untuk berinvestasi di Provinsi Babel.

“Alhamdulilah kita sudah rapat terbatas dengan Bapak Persiden, dan berkoordinasi juga dengan Kemendagri, bahwa dengan terhambatnya Perda zonasi banyak investasi-investasi ataupun perizinan yang tidak di proses, sehubungan belum selesainya Perda Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau  Kecil. Untuk itu, Rakor ini di buat, yaitu untuk membuat percepatan-percepatan proses perizinan, sehingga apa yang sudah menjadi rencana Provinsi, Kabupaten dan Kota bisa segera dilaksankan,” kata Gubernur pada saat membuka dan memberikan arahan pada acara Rakor Percepatan Penyusunan Peraturan Daerah (Perda) Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau  Kecil antara Bupati dan Walokota Se- Babel, Senin (12/6/2017) di Ruang Rapat Pantai Pasir Padi Lantai III Kantor Gubernur.

Oleh sebab itu, lanjut Gubernur, untuk mempercepat Proses Perda tersebut, maka diperlukan data-data dari Kepala Daerah Kabupaten dan Kota. Hal itu untuk memastikan wilayah-wilayah mana saja yang menjadi sekala prioritas pengembangan.

“Yang pertama kami butuh data-data selengkapnya kepada Bupati dan Walikota. Kegiatan yang mana saja yang mendesak untuk dilakukan, misalnya saya contohkan di Bangka Tengah. Investasi di Pulau Ketawai, Tanjung Gunung, Panjang dan Sumujur, agar mengetahui mana-mana surat izin yang harus dikeluarkan,” ungkap Gubernur.

Gubernur menegaskan, apabila Pemeritah Kabupaten dan Kota lambat dalam memberikan data-data, maka akan terhambat juga investasi yang akan masuk ke Babel. “Jika data kabupaten dan kota menunda atau lambat, kami hanya memprioritaskan investasi yang ada,” ujarnya. 

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga meminta kepada Bupati dan Wali Kota untuk mendukung proses pembentukan Perda tersebut, agar cepat rampung dan dapat digunakan. Bukan hanya itu, Gubernur juga meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Kelautan Dan Perikanan Babel untuk memastikan semua data harus masuk sebelum memasuki lebaran.

“Jadi, kita minta dukungan Bupati, Walikota mengenai Perda Zonasi, jangan sampai berlarut- larut tidak dilaksanakan karena Koordinasi kurang,” tandas Gubernur.

Di tambahkan Gubernur, untuk mempercepat Penyusunan Perda Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau  Kecil, maka akan ada proses lelang dalam upaya melihat daerah mana saja yang nantinya terkena Perda tersebut.

“Tadi saya sampikan kalau misalnya mau kontraktor atau konsultan akan lama. Saya singkatkan saja swakelola, dan tim Univertsita Bangka Belitung yang membatu kita,” tukasnya sembari menargetkan tahun 2017 Perda itu harus segera rampung dan selesai.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Babel Didit Srigusjaya menjelaskan, Perda Zonasi bukan hanya untuk sektor pertambangan saja, melainkan ada sektor parawisata, kelautan, perhubungan. Oleh sebab itu, perlu adanya koordinasi yang baik antara OPD yang berada di Provinsi Babel.

“Ternyata bapak Gubernur sudah mengirimkan surat kepada bapak Presiden untuk memberikan izin-izin investor yang dibutuhkan. Seperti proyek PLN di Bangka Barat yang hampir Rp2 triliun, ini terkendala karena Perda zonasinya, ” terang Didit.

DPRD Provinsi Babel, menurut Didit, sudah siap untuk melakukan pembahasan terhadap pembentukan Perda Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau  Kecil yang ada di Babel.

“Harapan kami, agar Perda zonasi ini segera disampikan. Kami sudah siap untuk di bahas itu,” tegas Didit.

Rakor Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau  Kecil di hadiri oleh Bupati dan Walikota Se-Babel, OPD yang terakit dari Kabupaten dan Kota serta seluruh jajaran Kepala OPD di Lingkungan Pemprov Babel. (Mislam).

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Mislam
Fotografer: 
Mislam
Editor: 
Ahmad. S
Bidang Informasi: 
Humas