Gubernur Erzaldi akan Pertemukan Masyarakat dan Pengusaha KIP

Pangkalpinang – Sejumlah perwakilan warga dari Desa Rambat, Kampak Air Nyatoh,  Tungau, Peradong, Pelangas, dan perwakilan desa lain di Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Barat, menyampaikan aspirasinya kepada Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Dr. H. Erzaldi Rosman, SE., MM.

Kedatangan masyarakat Kecamatan Simpang Teritip tersebut, diterima langsung oleh Gubernur Erzaldi di Ruang Rapat Tanjung Pendam Lantai II Kantor Gubernur, Kamis (12/10/2017) sore.

Di hadapan Gubernur Erzaldi, perwakilan masyarakat menyampaikan persoalan penambangan timah yang dilakukan Kapal Isap Produksi (KIP) Timah, yang akan beroperasi  di wilayah Kecamatan Simpang Teritip.

Babah, Ketua Serikat Nelayan Air Nyatoh meminta Gubernur mencabut izin yang telah diberikan kepada KIP, karena beroperasi di wilayah tangkapan ikan mereka. Terlebih mereka menggantungkan hidup dari nelayan kecil.

Kades Rambat, Adi Imron, yang juga hadir dalam kesempatan tersebut, mengatakan pada tahun 2008, perusahaan telah melakukan sosialisasi, namun ditolak oleh masyarakat, lalu mengapa keluar amdalnya sehingga KIP beroperasi saat ini.

Adi Imron juga berharap kepada Gubernur untuk mencabut izin penambanganan oleh KIP yang akan beroperasi di Simpang Teritip, karena dengan adanya KIP tersebut akan merusak kawasan pantai, dan karang yang ada di perairan setempat.

Adi Imron menyebutkan, mereka tidak akan rela apabila laut di sekitar desa rambat rusak akibat penambangan yang dilakukan KIP yang akan melakukan penambangan.

“Kami tidak rela laut dirusak oleh Pengusaha KIP. Dengan dirusakknya laut di Simpang Teritip, mata pencaharian kami berkurang, serta penghasilan kami akan hilang,” ungkap Adi.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas ESDM Provinsi Babel, Suranto, yang turut mendampingi Gubernur Erzaldi pada kesempatan itu menegaskan, perusahaan tambang terkait sudah melakukan proses dan dinyatakan dengan clean and clear (CNC), sehingga dalam hal kegiatan penambangan tidak ada masalah.

“Perusahan tambang sudah melakukan proses dan dinyatakan Clean and Clear,” tegas Suranto. 

Sementara itu, Gubernur Erzaldi, setelah mendengar secara gamblang aspirasi perwakilan masyarakat Simpang Teritip, dan penjelasan dari Kepala ESDM Pemprov Babel,  mengatakan dalam proses untuk mencabut izin KIP tidak mudah, dan harus melalui langkah-langkah prosedural serta harus dicari pangkal kesalahannya.

Namun, untuk mencari jalan tengah untuk penyelasaiannya, Erzaldi Rosman berjanji akan melakukan klarifikasi terhadap perusahaan pengelola KIP Timah tersebut, terkait dengan izin penambangan, izin amdal dan lainnya, yang dilakukan oleh KIP yang akan beroperasi di Simpang Teritip.

Kedepan, Gubernur Erzaldi menegaskan, Ia akan mempertemukan kedua belah pihak antara pengusaha KIP dengan masyarakat Simpang Teritip untuk berdialog dan mencari titik temu, sehingga permasalahan ini dapat terselesaikan. 

Hingga menunggu penyelesaiannya, Gubernur Erzaldi berharap kepada masyarakat Simpang Teritip untuk tetap menjaga situasi tetap keamanan dan damai.

Usai mendengarkan pengarahan dan penjelasan dari Gubernur, termasuk adanya upacaya Gubernur untuk mempertemukan mereka dengan pengusaha KIP, masyarakat pun berangsur-angsur meninggalkan ruangan Tanjung Pendem dengan tertib.(Sentosa).

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Sentosa
Fotografer: 
Sentosa
Editor: 
Ahmad. S
Bidang Informasi: 
Humas