Gubernur Erzaldi, Balai Benih Pertanian Pelempang akan Dijadikan Sains Techno Park

AIR BULUH, KABUPATEN BANGKA – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, menegaskan, Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Balai Benih Pertanian milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel yang berlokasi di Jalan Raya Penagan, Pelempang atau di Desa Air Buluh, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, akan dikembangkan menjadi Sains Techno Park (STP).

Pernyataan itu disampaikan Gubernur, disela-sela kunjungannya meninjau sejumlah proses penangkaran bibit lada yang merupakan kerjasama antara Pemprov Babel dengan UGM di areal seluas 200 hektar di kawasan UPTD Balai Benih Pertanian Pemprov Babel, Senin (11/2/2019) pagi.

Dalam tinjauan itu, Gubernur didampingi Kepala Dinas Pertanian Babel, Juaidi, Kepala UPTD Balai Benih Pertanian Babel, Judnaydi dan Ketua Tim Ahli Penangkaran Bibit Lada dari Universitas Gajah Mada (UGM), Prof Bambang Hadisutrisno, berkeliling melihat proses pembuatan trikodema, jamur mikoriza, hingga pasteurisasi dan sterilisasi tanah yang dijadikan media tanam bibit Lada.

Bahkan Gubernur berkesempatan memasukkan biji jagung yang telah tumbuh akar kedalam batu ziolit sebagai salah satu proses pembuatan jamur mikoriza yang nantinya akan berfungsi untuk ketahanan dan penguat akar bibit lada.

Selain melihat proses penangkaran bibit lada Gubernur juga melihat sejumlah pengembangan lain di UPTD tersebut, seperti Peternakan Sapi, dan Peternakan Ayam, yang ada di tempat itu.

“Kedepan, para Penangkar Bibit Lada Babel akan melakukan penangkaran bibit lada di tempat ini, sekaligus sebagai tempat pendidikan dan pelatihan bagi mereka. Diharapkan para penangkar lada mengikuti SOP dan ketentuan pembuatan lada yang dikembangkan,” ujar Gubernur.

Kalau mereka sudah bisa, sudah aman, mengikuti SOP yang ada, sesuai dengan arahan Prof Bambang selaku pengawas di sini, dan yakin bisa dilepas, kata Gubernur, baru dilepas. “Jangan sampai mereka belum apa-apa, belum tahu kemampuannya, dilepas. Malah justru bibit yang dihasilkan tidak bagus," kata Gubernur.

Namun, dengan adanya pendidikan terhadap para penangkar lada itu, ditegaskan kembali oleh Gubernur, maka bibit lada yang dihasilkan dan yang akan didistribusikan kepada masyarakat nantinya adalah bibit lada berkualitas, dan bebas serta tahan dari segala penyakit.

 

Berharap Babel Jadi Kiblat Lada

Sementara Ketua Tim Ahli Penangkaran Bibit Lada dari UGM Prof. Bambang Hadisutrisno mengatakan, mulai 2016 telah dilakukan Kerjasama dengan Pemprov Babel mengenai Pengembangan Bibit Lada unggul ini.

Dengan Kerjasama yang telah dilaksanakan, Pemprov Babel akan menyiapkan bibit yang tahan akan penyakit busuk pangkal batang dan penyakit kuning, serta memiliki kualitas unggul. Hingga Saat ini, sudah diperbanyak di Kebun Induk, dan tahun 2021 diharapkan dapat memiliki 21 juta bibit.

Untuk menyiapkan Tanaman Lada yang unggul ini, dikatakan Prof Bambang, dibutuhkan beberapa komponen, antara lain Penyiapan Tanah steril bebas dari penyakit, harus ada mikoriza, trikoderma dan bibit yang jelas.

Sebagai upaya itu, di tempat ini, dikembangkan pembuatan Trikoderma untuk mengendalikan penyakit busuk pangkal batang dan penyakit kuning yang ada dalam tanah. Selain itu, juga di produksi mikoriza dengan fungsi membuat tanaman tahan terhadap penyakit dan tahan pada kekeringan.

Oleh sebab itu, para penangkar bibit lada harus menggunakan SOP itu. "Insya Allah dengan bahu membahu dan dilakukan secara terpadu SOP ini, akan menghasilkan tanaman yang unggul dan bebas serta tahan dari Penyakit," kata Prof Bambang.

"Saya berharap Bangka Belitung akan menjadi kiblat Lada. Kalau orang berfikir Bangka Belitung, maka berfikir Lada. Sebaliknya, kalau orang berfikir Lada orang langsung akan berfikir Bangka Belitung," imbuhnya.

Di kesempatan sama, Kepala Dinas Pertanian Babel, Juaidi mengatakan, untuk menghasilkan tanaman lada yang unggul dan produktif, harus diawali dengan menyiapkan bibit yang bagus, unggul, dan sehat serta mengikuti SOP yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pertanian, serta diperlukan tambahan inovasi di dalamnya. Sehingga, bibit yang dihasilkan dan didistribusikan kepada petani betul - betul bisa meningkatkan produktifitas, serta memberikan harapan ekonomi bagi masyarakat.

Dijelaskannya, nanti dilakukan bantuan bibit lada kepada petani, dan petani harus mengikuti sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.

“Selain bantuan, kita juga bekali dengan kemampuan teknis. Pada tahun 2019, akan didistribusikan kepada petani 3.040.00 ribu unit. Di tahap pertama ini, akan disalurkan 1.400.000 dengan melibatkan para penangkar yang ada, yang telah dilatih di tempat ini,” pungkasnya.

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Lulus/Reza Wahyudhi
Fotografer: 
Lulus
Editor: 
Ahmad
Bidang Informasi: 
Humas