Gubernur Erzaldi Berharap Pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam Segera Terealisasi

HUMASPRO, PANGKALPINANG - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman Rosman memimpin Rapat Teknis Pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam beserta stakeholder terkait yang diselenggrakan di Ruang Rapat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Rabu (13/5/2020). 

Dalam pertemuan itu, turut serta Kepala Bappeda Babel Ferry Insani, Kepala Dinas Perhubungan K. A Tajuddin, Kepala Dinas Pertanian Juaidi,  dan beberapa pejabat dari instansi vertikal lainnya seperti Kepala Perwakilan Bank Indonesia Babel Tantan Heroika, Kepala BPS Babel Dwi Retno Wilujeng,  GM  Pelindo II Pangkalbalam Cucu Kuswoyo, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pangkalbalam Izuar dan perwakilan Pemerintah Kota Pangkalpinang.

Gubernur mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel sudah merekomendasikan pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam kepada Kementerian Perhubungan dalam rangka mengoptimalkan lalu lintas kapal kargo dalam mendistribusikan barang kebutuhan melalui pelabuhan di Pulau Bangka tepatnya di kawasan Pangkalpinang.

Untuk pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam yang ada di Pulau Bangka, lata Gubernur,  akan digandeng dengan pembangunan pelabuhan Garongkong yang terletak di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.

“Siapapun membangun garongkong harus membangun Pangkalbalam. Kenapa harus dibuat seperti ini, karena Pelabuhan Pangkalbalam ini dianggap skalanya kecil, padahal bukan,“ujar Gubernur.

Diakui Gibernur, untuk melalui jalur pelayaran  memasuki kawasan Pelabuhan Pangkalbalam saat ini, masih mengikuti pasang surut air laut, yang mengakibatkan frekuensi eksisting menjadi kecil. 
“Untuk masuk ke pangkalbalam perlu alur kurang lebih sekitar 7 mil laut, masuknya ini berdasarkan pasang surut air laut. Ketika kapal  sudah menunggu di muara akan masuk dan kapal yang di dalam akan keluar, sehingga frekuensi yang ada pada existing sekarang itu kecil," jelas Erzaldi.

Selain itu, Erzaldi menyebutkan, dengan kondisi saat ini, jalur pelayaran mengikuti alur pelayaran yang mengharuskan waktu pasang surut akan mengakibatkan kendala bagi kapal - kapal besar yang akan masuk ke pelabuhan pangkalbalam.

Gubernur mengharapkan rencana pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam ini, dapat segera terealisasi. "Ketika kita berkolaborasi dan bersinergi, maka pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam dapat terealisasi," ujarnya.  

Sementara itu GM Pelindo II PangkalBalam Cucu Kuswoyo mengatakan, berdasarkan kondisi mikro saat ini, Pelabuhan Pangkalbalam perlu ada peningkatan, sehingga dengan adanya pengembangan pelabuhan akan memudahkan pendistribusian komoditas yang didistribusikan tanpa harus terpengaruh dengan adanya pasang surut.

“Kondisi mikro Pelabuhan Pangkal Balam saat ini, perlu adanya peningkatan, karena kondisi existing sekarang masih terkendala pasang surut,“ ujar Cucu.

Lanjut Cucu, dengan adanya perkembangan industri-industri yang ada di Bangka, perlu dukungan dengan  adanya pelabuhan Pangkalbalam yang representatif dapat dijangkau dengan pelayaran kapal - kapal yang lebih besar (kargo). 

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Sentosa
Fotografer: 
Sentosa
Editor: 
Ahmad
Bidang Informasi: 
Humas