Gubernur Erzaldi Ingatkan Pelajar Pentingnya Wawasan Kebangsaan

BELITUNG - Gubernur  Erzaldi Rosman mengingatkan pentingnya wawasan kebangsaan bagi para pelajar di Kepulauan Bangka Belitung.

Melalui pembinaan kebangsaan diharapkan dapat meningkatkan rasa cinta tanah air, sehingga kalangan pelajar tidak mudah diadu domba dan dipecahbelah oleh pihak-pihak tertentu

"Pelajar sangat rentan dipengaruhi oleh pergaulan dan dampak globalisasi, termasuk pemanfaatan teknologi informasi seperti sosial media. Maka perlu terus dibina wawasan kebangsaannya," ungkap Gubernur Erzaldi saat memberikan pembekalan pada kegiatan Pembinaan Wawasan Kebangsaan di SMAN 1 Sijuk, Belitung, Kamis (10/10/2019) pagi.

Dikatakan Gubernur, para pelajar harus memiliki karakter dan jati diri yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai dampak negatif yang terjadi sekarang ini. Sebagai generasi milenial, kaum muda pelajar diminta mampu menjaga kekompakan demi keutuhan persatuan dan kesatuan NKRI.

"Para pelajar dengan karakter baik, jujur dan berintegritas akan terus meningkatkan kemampuannya dalam menghadapi tantangan global," tambah Gubernur.

Gubernur Erzaldi menegaskan, Indonesia sekarang tengah menghadapi tantangan global luar biasa. Persaingan akan terjadi semakin kompetitif yang ditandai dengan perang dagang, perang teknologi dan perang pikiran.

Dalam memenangkan peperangan tersebut, menurut Gubernur, dibutuhkan manusia yang berkarakter dan berwawasan kebangsaan. Terutama bagi kaum muda yang terdidik dan cendekia guna menentukan masa depan bangsa dan negara.

"Para pelajar harus mampu memberikan kontribusi dengan kemampuan dan prestasi belajarnya," pinta Gubernur.

Menurut Gubernur, gaya perang masa lalu dengan menggunakan politik pecah belah masih dilakukan di era sekarang. Terlebih dengan sebaran ribuan pulau di wilayah Nusantara. Termasuk Babel yang memiliki 950 lebih pulau, dan 550 pulau diantaranya tercatat sebagai pulau bernama dan 50 pulau berpenghuni.

"Kalau kita tidak kompak, Babel sangat rentan dipecahbelah oleh pihak-pihak yang sengaja ingin merapuhkan persatuan dan kesatuan kita," tegasnya.

Gubernur juga mengharapkan generasi muda memantapkan diri sebagai agen perubahan yang dinamis di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kekuatan sebuah bangsa ditentukan dari kualitas sumber daya manusianya serta didukung oleh stabilitas keamanan dan ketertiban.

Oleh karena itu, Gubernur kembali menegaskan, agar generasi muda tidak melakukan pernikahan di usia dini, yang hanya melahirkan calon generasi bangsa yang kurang berkualitas.

"Pasangan yang belum cukup umur bisa melahirkan generasi stunting. Bagaimana ketahanan negara kita mau kuat sedangkan calon generasi bangsa tidak menyelesaikan pendidikan tapi malah menikah dini. Kalian harus mampu membuktikan karakter diri melalui prestasi," imbuh Gubernur.

Pada kegiatan pembinaan yang dihadiri Kepala Dinas Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Babel Tarmin AB, Gubernur juga melakukan dialog langsung dengan para siswa. Bahkan Gubernur menyerahkan bantuan pribadi berupa uang tunai dan perangkat laptop kepada mereka yang berhasil menjawab pertanyaan Gubernur. (Ismail Muridan/Supri).

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Ismail Muridan/Supri
Fotografer: 
Ismail Muridan/Supri
Editor: 
Ahmad
Bidang Informasi: 
Humas