Gubernur Imbau Masyarakat Laporkan Produk Kadaluarsa

Pangkalpinang – Tim Satgas Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), kembali menemukan produk yang dijual melanggar hukum, yaitu minyak goreng palsu dipolos dari minyak goreng yang sudah kadaluarsa.

Oleh karena itu, Gubernur Babel Dr. H. Erzaldi Rosman mengimbau masyarakat di Babel, agar berkenan melaporkan kepada aparatur terkait jika menemukan barang atau produk-produk yang di jual di pasar, baik di pasar tradisional maupun pasar modern sudah kadaluarsa maupun rusak.

Imbauan itu disampaikan Gubernur saat menggelar Konferensi Pers bersama Kapolda Babel Brigjen Pol Anton Wahono di Gudang Minyak Goreng milik PT Nusantara Jaya Sejahtera Makmur, yang beralamat di Selindung, Pangkalpinang.

Selain itu, Gubernur juga mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam membeli barang kebutuhan pokok. “Yang jelas masyarakat tidak usah resah atas temuan ini. Tim kami berusaha turun ke pasar mencari produk-produk yang memang sudah kadaluarsa dan dipalsukan seperti ini,” ujar Gubernur.

“Kita ada tim satgas pangan da nada tim yang selalu trurun ke lapangan untuk mengecek kepada took-toko berkenaan dengan barng-barang yang dikonsumsi oleh masyarakat. Tim ini rutin melakukan kunjungan ke pasar-pasar baik tradisional maupun modern, itu minimal dilakuakn 2 bulan sekali yang dilakukan tim provinsi. Dan kabupaten juga melakukan hal yang sama,”

Dengan adanya temuan kasus minyak goreng oplosan ini, lanjut Gubernur, Pemda akan lebih intens lagi kunjungan ke pasar-pasar, dalam rangka lebih memperkecil peluang bagi para pelaku yang berniat untuk memproduksi atau tidak menarik barang yang sudah kadaluarsa seperti ini.

“Temuan minyak goreng oplosan sebanyak lebih kurang 22 ribu ron inikan karena ada laporan dari masyarakat ke BPOM, kemudian BPOM lapor ke Polda, dan Polda bersama Satgas langsung operasi. Kami sampaikan terima kasih atas temuan ini. Kami tidak mungkin bekerja sendiri. Jadi, informasi dari masyarakat sangat kami perlukan, selama itu benar, dan jangan dibuat-buat,” ungkap Gubernur.

Gubernur juga menyamapikan terima kasih atas kerja keras tim satgas pangan, khususnya kepada Kapolda Babel yang betul-betul fokus terhadap kejahatan-kejahatan yang banyak merugikan masyarakat selama ini belum terpantau secara baik.

“Hari ini tersangka HS (45) selaku GM PT Nusantara Jaya Sejahtera Makmur sudah ditangkap. Ini saya minta Disperindag, sama perlakuannya untuk sementara kita cabut izin gudangnya, dan tidak melakukan kegiatan sebelum proses hukum berlaku terhadap tersangka,” kata Gubernur.

Sementara itu, Kapolda Babel Anton Wahono menyebutkan, penjualan minyak goreng opolosan ini, telah dijual ke para pedagang pecel lele, gorengan dan sejenisnya.

“Minyak oplosan ini sudah berubah warna. Terlihat sudah keruh, cenderung untuk membeku. Minyak goreng ini juga salah satunya menyebabkan kanker. Cara kerja mereka, minyak ini digunting, disaring, jadilah kemasan, seolah-olah baru.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPOM Pangkalpinang, Dra. Rossy Hertati., Apt., M.P, menjelaskan, secara peraturan, barang yang kadaluarsa sudah tidak boleh lagi diperdagangkan. Dan seharusnya barang-barang ini ditarik oleh pabriknya, kemudian dimusnahkan.

“BPOM sendiri, kami ada pengawasan rutin ke sarana distribusi untuk melakukan pemilahan. Kalau barang-barang itu ditemukan kadaluarsa, maka dilakukan pemusnahan,” ujar Rossy.

Usai melakukan Konferensi Pers, Gubernur bersama Kapolda, didampingi Kepala BPOM Pangkalpinang, Kepala Dinas Pangan Provinsi Babel, Dirreskrim Polda Babel, langsung meninjau produk minyak goreng beserta peralatan kerja untuk pengoplosan yang disegel Polda Babel.(Ahmad).

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Ahmad
Fotografer: 
Ahmad
Editor: 
Ahmad. S
Bidang Informasi: 
Humas