Gubernur Ingatkan Kaum Milenial Tidak Golput di Pemilu 2019

PANGKALPINANG – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman mengingatkan kaum milenial untuk tidak golput dalam Pemilu Presiden dan Legislatif yang akan dihelat pada Tahun 2019 mendatang.

“Saya mengingatkan seluruh peserta  yang menghadiri seminar (kaum milenial) untuk tidak golput, karena apa pun yang menjadi pilihan kalian nanti, akan menentukan masa depan bangsa ini,” ujar Gubernur Erzaldi saat memberikan arahan dalam Seminar Nasional “Peran Kaum Milenial dalam Membangun Demokrasi di Tahun Politik 2019”, yang diselenggarakan Universitas Bangka Belitung (UBB) di Ruang Pantai Pasir Padi Lantai III Kantor Gubernur Babel, Kamis (29/11/2018) pagi.

Menurut Gubernur, pada tahun 2019 hingga 2030 nanti, Kaum milenial merupakan bagian dari bonus demografi yang dimiliki Bangsa ini. “Jadi, saya minta, manfaatkan masa milenial kalian semaksimal mungkin,” tegas Erzaldi dihadapan 150 Mahasiswa utusan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Sebelas Maret Surakarta, serta sejumlah Universitas dan Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta di wilayah Pulau Sumatera.

Sebagai kaum milenial, ditambahkan Gubernur Erzaldi, Mahasiswa harus ikut berpartisipasi dalam menentukan masa depan negara Indonesia, agar dapat bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Lebih lanjut dikatakan Gubernur, Kaum Milenial sekarang telah menjadi primadona oleh siapapun. “Kaum milenial di negara kita sekarang memiliki kemampuan intelektual tinggi dan sangat baik, serta didukung dengan penguasaan IT. Hal ini tentunya harus dimanfaatkan semaksimal mungkin dalam rangka membangun bangsa ini,” kata Erzaldi.

Berkenaan dengan Seminar Nasional ini, menurut Gubernur Erzaldi, kegiatan sangat penting. Untuk itu, Ia berharap agar sarana ini dijadikan sebagai ajang share informasi dan diskusi terkait peran kaum milenial untuk membangun demokrasi di Indonesia.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Jurusan Ilmu Politik UBB, Ibrahim mengatakan,  kaum milenial merupakan pemilih potensial yang dibekali dengan perangkat kritis dan sangat fleksibel terhadap teknologi informasi.

“Melalui Seminar Nasional ini, kita berharap menjadi spirit bersama untuk menegakkan distribusi kualitas demokrasi dari pemula yang juga kritis dan objektif,” ungkap Ibrahim.

Seminar Nasional ini, menghadirkan sejumlah narasumber, seperti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Babel, UBB itu sendiri.

                       

                       

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Agus
Fotografer: 
Agus
Editor: 
Ahmad
Bidang Informasi: 
Humas