Gubernur, Kapolda, Distributor dan Agen Retail Tandatangani MoU

Air Itam, Pangkalpinang - Dalam rangka mewujudkan Stabilitas Harga Pangan Pokok di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), khususnya menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1438 H/ 2017 M, Polda Babel dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel, mengadakan kerjasama dengan para Distributor dan Agen Retail se-Babel.

Penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di Gedung Tribrata Polda Babel, Selasa (16/5/2017), dilakukan secara langsung oleh Gubernur Babel H. Erzaldi Rosman, Kapolda Babel Brigjen Pol. Drs. Anton Wahono dan perwakilan distributor yaitu perwakilan dari pengusaha daging, pengusaha daging ayam, pengusaha sembako, pengusaha holtikultura, Supermarket Giant dan Supermarket Hypermart.

Turut hadir dalam acara penandatanganan tersebut, Tim Terpadu Satgas Pangan Provinsi Babel, Sekda Babel, Pejabat Utama Polda Babel, Kapolres Kabupaten/Kota se Babel, Kepala Perangkat Daerah Provinsi,  Kabupaten/Kota se-Babel, Kasat Reskrim se-Babel, dan Para Distributor se-Babel.

Gubernur H. Erzaldi Rosman dalam sambutannya, menyampaikan Pemprov Babel menyambut baik acara yang sangat luar biasa dan tepat ini, serta sangat menunjang dengan apa yang akan menjadi kebijakan Pemerintah terhadap Ketahanan Pangan.

Pangan saat ini, dijelaskan Gubernur, menjadi penyumbang terjadinya inflasi yang tinggi di Babel. Hampir sepuluh tahun inflasi Babel, khususnya Kota Pangkalpinang dan Tanjungpandan tercatat memiliki inflasi tertinggi, di angka 6,5% , sedangkan tingkat pertumbuhan hanya 3,3 %, yang artinya terendah di seluruh Wilayah Sumatera.

“Rentang inflasi dengan pertumbuhan ekonomi sudah sangat tinggi, satu sisi inflasi membuat harga mahal, peredaran uang sedikit, bisa diartikan juga kemampuan daya beli berkurang, apalagi dipengaruhi oleh tingginya harga, khususnya harga ketahanan pangan. Oleh karenanya, apa yang disampaikan dan diinisiasi oleh Polda Babel ini, merupakan langkah yang sangat tepat dan harus didukung bersama,” ujar Gubernur.

“Saya sangat setuju dengan Kapolda. Kegiatan ini bukan untuk menghalangi pendapatan yang sebesar-besarnya bagi para pedagang, tetapi untunglah secara wajar. Jangan kita untung besar di atas penderitaan orang banyak,” tegas Gubernur.

Berkaitan dengan Kesepakatan ini, ditambahkan Gubernur Erzaldi, apa yang disepakati bersama ini, jangan sampai dilanggar. Ia juga berharap, apa yang dibuat dalam kesepakatan ini,  tidak saja dalam menghadapi bulan ramadhan, tetapi akan terus berlanjut, berjenjang sampai benar-benar mendapatkan angka keseimbangan.

“Bilamana nanti dalam keputusan ini mendapatkan kendala, tentunya dirinya berharap kepada para distributor untuk menyampaikan kendala yang dihadapi, untuk dapat disampaikan dan bahas bersama serta cari solusi bersama. Dalam hal ini, Pemprov Babel mendukung penuh langkah Positif Polda Babel, dan semoga rakyat Babel bisa sejahtera,” kata Gubernur.

Sebelumnya, Kapolda Babel Anton Wahono dalam arahannya mengatakan, harga 9 bahan pokok di Babel hampir semua harus didatangkan dari Luar, hal ini sangat tergantung akan pengaruh cuaca dan alam.

“Kesepakatan ini, bukan untuk menghambat dari rekan distributor dalam mendapatkan keuntungan, tetapi yang diharapkan adalah suatu kewajaran khususnya dalam masa bulan suci ramadhan ini,” terang Kapolda. 

Kapolda menyebutkan, antara Ekonomi dan Keamanan itu tidak bisa dipisahkan. “Apabila saya tekan di keamanan maka ekonomi belum tentu stabil, dan jika ekonomi saya tingkatkan maka stabilitas keamanan akan terjaga. Untuk itu, dengan kesepakatan ini saya mengharapkan para rekan distributor untuk bisa saling menjaga, sehingga umat islam bisa menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk dan stabilitas keamanan dapat terjaga,” ungkapnya.

Kapolda juga menjelaskan, kegiatan ini baru merupakan kegiatan yang baru pertamakali dilakukan, semua dikumpulkan untuk diberikan suatu pemahaman tentang bagaimana pentingnya menjaga stabilitas pangan.

Kapolda berani menjamin dengan keamanan yang tertib maka ekonomi akan tumbuh. Untuk itu, kepada para distributor yang hadir dalam pertemuan mendukung langkah ini, untuk bisa menjual dengan harga terjangkau di bulan ramadhan.

Dengan dikumpulkan rekan distributor  ini, Ia juga berharap terjadi suatu kondisi harga yang terjangkau, perekonomian tumbuh, sehingga ada suatu kehidupan masyarakat yang makmur.

Kapolda berpendapat, Ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan hukum, semua harus seimbang. “Mari kita jaga stabilitas pangan, stabilitas keamanan untuk kita bersama,” seru Kapolda.

Dalam Kesempatan tersebut, para distributor yang hadir juga menyampaikan keluh kesahnya terhadap permasalahan. (Lulus).

 

 

 

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Lulus
Fotografer: 
Lulus
Editor: 
Ahmad. S
Bidang Informasi: 
Humas