Gubernur Luncurkan Cetak Biru PPM Usaha Pertambangan

PANGKALPINANG - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, Jum’at (9/8/2019) pagi, meluncurkan Cetak Biru/Blue Print Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Pada Kegiatan Usaha Pertambangan.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Provinsi Babel di Gedung Graha Timah Pangkalpinang ini, dihadiri Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Batubara Kementerian ESDM RI, Muhammad Hendrasto, Direktur SDM dan Umum PT. Timah Tbk, Muhammad Rizki, GM PT.Timah Tbk Wilayah Babel, Ahmad Syamhadi, Kepala Bappeda Babel, Feri Insani, Plt. Dinas ESDM Babel, Rusbani, dan Pelaku Usaha Pertambangan Se-Babel.

Gubernur Babel mengatakan, dengan telah diluncurkannya cetak biru PPM ini, tentunya kepada seluruh perusahaan yang memiliki IUP harus mempunyai program ini. Khusus PT Timah, kewenangannya ada di pusat, namun berkoordinasi dengan Provinsi.

Provinsi, kata Gubernur, ingin usaha pertambangan PT. Timah, dimana bila ada lahan - lahan yang tidak mengganggu proses pertambangan untuk langsung direhabilitasi melalui program PPM.

Gubernur menegaskan, program ini bukan reklamasi, melainkan program pasca penambangan. “Program pasca penambangan ini, dapat kita lakukan dengan payung hukum PPM dalam rangka memberdayakan ekonomi masyarakat,” ujar Gubernur.

"Biasanya, usai penambangan lahan dibiarkan dulu baru melakukan reklamasi dan perencanaan lainnya. Tetapi, dengan program ini, kita sudah bisa langsung melakukan aksi masukkan dalam program PPM, tinggal ubah dokumen rencana paska tambang, lakukan apa yang sesuai dengan program pemerintah, terjun kelapangan, dampingi dan langsung pemberdayaan kepada masyarakat," jelas Gubernur.

Program PPM ini, Gubernur mencontohkan, dengan memanfaatkan lahan ex penambangan untuk dijadikan lahan ternak Sapi yang dikelola oleh masyarakat sekitar. Sapi tersebut selain dapat menghasilkan bahan Kompos juga memberi manfaat penghasilan masyarakat.

Gubernur berharap jika PPM ini terjadi, ditambahkan Gubernur, pemberdayaan masyarakat di sekitar tambang akan terjadi, dan tidak ada lagi kalimat anekdot hasil alam melimpah, masyarakatnya miskin, tetapi yang ada adalah hasil alam melimpah masyarakatnya tambah menikmati.

“Untuk selanjutnya akan diadakan rapat dengan PT Timah untuk menentukan lokasinya. Dan tadi, PT Timah sudah menargetkan 400 hektar untuk program ini. Untuk pemegang IUP yang lain juga harus menjalankan program ini yang dimasukkan pada saat penyusunan RKAP atau rencana induknya,” ungkap Gubernur.

Sebelumnya, Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Batubara, Muhammad Hendrasto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemprov Babel atas usaha yang dilakukan yaitu tersusunnya dokumen cetak biru PPM sektor pertambangan.

Dirjen Mineral dan Batubara, kata dia, memiliki tanggung jawab atas kebijakan yang berkaitan dengan mineral dan batubara. Melalui UU Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara beserta turunannya.

Dalam hal ini, termasuk pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, sambung dia, yang diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 tahun 2018 tentang pelaksanaan kaedah pertambangan yang baik dan pengawasan pertambangan.

Program PPM ini, masih kata dia, adalah upaya perusahaan pertambangan dalam rangka mendorong peningkatan perekonomian, pendidikan, sosial budaya dan kesehatan serta lingkungan kehidupan masyarakat di sekitar tambang.

Dalam Peraturan Menteri ESDM tersebut, diuraikan Hendrasto, juga dimuat dalam rangka peyelenggaraan pengolahan pertambangan, Kepala Daerah wajib menyusun dan menetapkan Cetak Biru berdasarkan pertimbangan dari Dirjen Minerba yang nantinya akan digunakan sebagai acuan bagi pelaku usaha pertambangan untuk menyusun rencana induk program PPM.

Saat ini, dari 34 Provinsi baru 4 Provinsi telah menyusun cetak biru. Untuk komoditas mineral logam, baru Bangka Belitung yang sudah menyusun cetak biru. Bangka Belitung merupakan pionir penyusunan cetak biru.

Untuk itu, pihaknya mengapresiasi hal ini dan terus mendorong agar para pelaku usaha pertambangan di Babel menyusun rencana induk program PPM yang sesuai dengan cetak biru, sehingga semua Program PPM akan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan sejalan dengan program Pemprov Babel.

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Lulus
Fotografer: 
Lulus
Editor: 
Ahmad
Bidang Informasi: 
Humas