Gubernur Rencanakan Bangun Rumah Adat di Setiap Kabupaten/Kota

Pangkalpinang - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung bersama Para Pelaku dan Tokoh Adat Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (12/7/2017) berkumpul bersama dalam sebuah Forum Group Discussion (FGD)  dalam rangka membicarakan Adat Istiadat dan Lembaga Adat Bangka Belitung, di Ruang Rapat Tanjung Pesona, Kantor Gubernur.

Dalam arahannya Gubernur Erzaldi Rosman menyampaikan bahwa Adat itu adalah suatu kebiasaan, karakter, dan lembaga adat yang dibuat harus menjunjung tinggi, memelihara dan menjaga dengan ketentuan adat, sehingga adat ini tetap terjaga.

Menurut Gubernur, Lembaga Adat itu harus disegani dan dan dihormati oleh masyarakat, sehingga mempunyai Marwah, dan itu harus ada dasarnya. Salah satunya adalah dalam memberikan sebuah Gelar Adat, harus ada kriteria dan dasar akan hal itu. Juga hal lain yang berkaitan dengan adat semuanya itu harus ada SOP, aturan/ketentuan yang diatur dalam ketentuan adat.

Untuk itu, kepada para Tetua-tetua Adat, Gubernur mengajak membuat lembaga adat yang sebenar-benarnya, mengkaji kembali Perda tentang Lembaga adat, sehingga ketika lembaga adat ini nanti benar-benar aktif, apa kata petuah adat diikuti oleh seluruh masyarakat Babel.  

Oleh karena itu, lanjut Gubernur, nanti diperlukan tim untuk merumuskan apa-apa yang diperlukan untuk membentuk lembaga adat. Setelah Lembaga Adat ini nanti telah terbentuk, ada yang mengurusi dan merumuskan hal-hal yang berkenaan dengan aturan adat baik bahasa adat, petuah adat, hukum adat dan sebagainya.

“Nanti diperlukan tim untuk merumuskan apa-apa yang diperlukan untuk membentuk lembaga adat, dan setelah lembaga adat  nanti merumuskan hal-hal yang berkenaan dengan aturan adat,” ujarnya.

Kedepan, Gubernur merencanakan untuk membangun Rumah Adat di setiap Kabupaten/ Kota, yang rumah adat ini, layaknya Istana. Didalam rumah adat tersebut, dapat difungsikan sebagai kantor, dan halamannya dapat digunakan untuk acara yang berkaitan dengan adat.

Terpisah, Sekda Babel Dr Yan Megawandi menyampaikan, pertemuan ini diadakan untuk memperkuat dan memperkokoh adat dan lembaga adat, yang satu di antaranya adalah mengkaji kembali Perda tentang lembaga adat, akan membuat penelaahan tentang gelar adat, tata cara pemberiannya, pakaian adat, termasuk balai dan hukum adat.

“Harapan kita nanti supaya adat di Babel bisa menjadi perekat, symbol, dan marwah, serta bagian tradisi yang kita pelihara, dan menjadi kekayaan Babel serta nusantara,” imbuhnya.

Pertemuan tersebut, juga di tokoh-tokoh adat Babel, mantan Rektor UBB, Prof. Bustomi, Prof. Hatamarasyid dari kalangan Akademisi. (Lulus)

 

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Lulus
Fotografer: 
Lulus
Editor: 
Ahmad. S
Bidang Informasi: 
Humas