Gubernur Resmikan Museum Kain Cual Ishadi

Pangkalpinang - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Dr. H. Erzaldi Rosman didampingi ketua Dekranasda Provinsi Babel, Hj. Melati Erzaldi, Selasa (15/8/2017) siang, meresmikan Museum Kain Cual Ishadi Pangkalpinang.

Peresmian Museum Kain cual Pertama di Provinsi Babel yang turut dihadiri Sekda Kota Pangkalpinang Radmida Dawam, Danlanal Babel, dan sejumlah Kepala OPD di Lingkungan Pemprov Babel dan Pemkot Pangkalpinang itu, ditandai dengan penandatanganan Prasasti dan pemotongan Pita oleh Gubernur bersama Ketua Dekranasda Provinsi Babel, dan pemilik Museum Kain Cual Ishadi, Isnawati Hadi.

Gubernur Erzaldi dalam kesempatan itu menyampaikan penghargaannya atas perjuangan ibu Isnawati Ishadi terhadap Kain Cual yang dikoleksi dalam Museum kain cual ini.

“Saya berharap, museum ini didaftarkan pada program lamuter. Program ini gratis, yang bisa menunjukkan tempat yang diinginkan untuk dikunjungi. Dalam setiap bulan harus ada event tourism, dan keberadaan Museum Ishadi dapat menjadi destinasi wisata baru di Babel,” ujar Erzaldi.

Erzaldi mengatakan, Kain Cual agar dibuatkan Perda untuk melindungi dari produk lain yang sejenis.

“Saya juga mengucapkan terima kasih atas upaya keluarga Isnawati Hadi yang telah berupaya membangun budaya di Pangkalpinang. Dengan kehadiran museum ini, akan mengubah wajah Pangkalpinang,” ungkap Erzaldi.

Selain itu, pada kesempatan yang sama, Erzaldi juga menginginkan agar Pangkalpinang berubah. Jangan kumuh seperti sekarang. Warung -warung kecil agar dibuatkan tempat khusus, sehingga terintegrasi dan mudah di jangkau. “Kota Pangkalpinang akan mulai di tata tahun 2018. Sehingga kita semua tidak malu,” tutup Erzaldi.

Sebelumnya, Isnawati Hadi dalam sambutannya menyebutkan, dibangunnya Museum Kain Cual Ishadi ini, memang ide dari ibu Marta Tilaar yang dulu pernah ke Pangkalpinang, dan singgah. “Ia tertarik dengan kain- kain motif kuno peninggalan keluarga. Atas saran beliau agar kain cual tetap dapat dilihat banyak orang, maka ide ini muncul. Itulah yang menjadi latar belakang dibangunnya Museum ini,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, Museum ini dibangun dari biaya pribadinya sedikit demi sedikit. Musium ini, nantinya akan menjadi pusat pengembangan kain cual Bangka Belitung.(Agoeng).

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Agoeng
Fotografer: 
Agoeng
Editor: 
Ahmad. S
Bidang Informasi: 
Humas