Gubernur Tanam Bibit Lada Unggul Petaling I

AIR PELEMPANG, BANGKA – Upaya Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Dr. H. Erzaldi Rosman, SE., MM untuk mengembalikan kejayaan Lada Babel atau yang dikenal selama ini dengan sebutan Muntok White Pepper, terus dilakukan.

Salah satu langkah nyata yang dilaksanakan adalah pada Jumat (10/11/2017) pagi Gubernur Erzaldi menanam secara simbolis bibit lada unggul yang diberi nama Petaling I di kawasan Kebun Bibit Lada Unggul UPTD Balai Benih/Bibit Pelempang Dinas Pertanian Babel Dusun Pelempang Desa Air Buluh, Mendo Barat.

Penanaman Bibit Lada Unggul di Kebun Bibit Lada Unggul kerjasama antara Dinas Pertanian Provinsi Babel dengan Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada (UGM) ini, Gubernur Erzaldi didampingi langsung Kepala Dinas Pertanian Provinsi Babel Toni Batubara dan Peneliti UGM Prof. Dr. Bambang Hadi Sutrisno.

Usai melakukan penanaman, Gubernur Erzaldi  menjelaskan, bibit yang di tanam ini merupakan Bibit Lada Unggul yang diberi nama Petaling 1. “Ini nanti akan di tanam kurang lebih 1000 pohon. Dari 1000 pohon tersebut, kita akan jadikan bibit lagi per pohon menjadi 5. Dengan jumlah 1000 dikalikan 5, bearti jumlahnya akan berkembang menjadi 5000 batang,” terang Gubernur.

Kemudian, lanjut Gubernur, empat bulan berikutnya dipotong lagi, dan terus berkembang. “Produk Petaling 1 ini menjadi produk unggulan yang disukai oleh pasar dunia,” ungkap Gubernur.

Untuk itu, Gubernur Erzaldi mengimbau kepada Petani yang ada di Babel, jangan patah semangat karena harga murah, tapi syukuri dulu. “Insya Allah walau harga murah, tapi hasilnya (lada) banyak, itu sama,” tandas Gubernur.

Terpisah, Peneliti UGM, Prof. Dr. Bambang Hadi Sutrisno mengatakan, salah satu peran mereka di Babel adalah menjaga tanaman lada agar tetap sehat.

“Bibit lada entah di Babel atau di Indonesi sudah sakit. Kalau bibit sakit itu digunakan lagi sebagai bibit, maka tanaman lainnya akan sakit pula. Jadi, saya disini harus menghasilkan dulu bibit yang sehat sebagai awal. Kedua, kita mengawal. Dengan bibit yang sehat di tanam di lapangan itu penyakit, akan dilawan dengan tanaman lada yang juga sakit,” ujarnya.

Prof Bambang menegaskan, untuk mendapatkan bibit sehat harus mulai dari sedikit dulu. “Kita sudah melakukan berbagai macam cara untuk mengendalikan penyakit kuning ini. Kami akan mengawal sejak dari awal. Nanti importir akan melihat apa yang sudah dilakukan pada konsumen sampai menghasilkan. Maka kami akan memberikan suatu list, sejak dari bibit, pemetikan, penyimpanan, kami sudah free dari bahan-bahan yang tidak mencerminkan organic,” pungkas Prof Bambang.

Secara ilmiah dan akademik, Prof Bambang optimis Babel akan mendapatkan bibit-bibit lada unggul yang sehat.(agoeng/ahmad).

 

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
agoeng/ahmad
Fotografer: 
agoeng/ahmad
Editor: 
Ahmad
Bidang Informasi: 
Humas