Gubernur Tinjau Lokasi Sawah Desa Kacung

Kacung, Bangka Barat – Meskipun belum genap tiga bulan menjabat  Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), namun  H. Erzaldi Rosman, sudah gencar melakukan pembenahan sekaligus menggenjot berbagai bidang yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Satu diantaranya adalah bidang pertanian. Ini dibuktikan dengan peninjauan langsung terhadap lokasi sawah di Desa Kacung Kecamatan Kelapa Kabupaten Bangka Barat.

Dalam tinjauannya pada Rabu (12/7/2017) sore, Gubernur Erzaldi Rosman didampingi langsung Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Babel, Kepala Dinas Pangan, Staf Khusus Gubernur yang menangani bidang Pertanian dan Peternakan, dan perwakilan Dinas PU Provinsi Babel.

Untuk mencapai lokasi sawah yang telah dicetak TNI pada tahun 2015 tersebut, Gubernur dan rombongan, didampingi Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Bangka Barat, Kades Kacung, Kadus Kabayan dan sejumlah masyarakat Dusun Kabayan, harus melalui jalan perkebunan sawit yang jaraknya kurang lebih 7 kilo meter menggunakan kendaraan roda empat, dilanjutkan sekitar 1 kilo meter menggunakan kendaraan roda dua, dan sekitar 1 kilo meter berjalan kaki. Itu disebabkan jalan menuju lokasi sawah di Dusun Kabayan, dalam kondisi becek dan berlumpur.

Menariknya, kondisi itu tidak menyulutkan Gubernur dan rombongan untuk melihat langsung kondisi sawah tersebut. Setibanya di lokasi sawah, dan setelah mencermati langsung kondisi sawah yang belum digarap masyarakat setempat, Gubernur Erzaldi langsung memberikan arahan dan instruksi kepada Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Babel, Kepala Dinas Pangan Provinsi Babel, Staf Khusus Gubernur terkait, untuk segera bertindak dengan memulai menyusun perencanaan.

Bahkan di lokasi yang sama, Gubernur langsung memberikan arahan kepada masyarakat setempat, agar nanti kalau irigasi sudah dibangun, area sawah diperluas, dan dibagi, masyarakat harus benar-benar memanfaatkan area sawah ini sesuai peruntukannya.

Disela-sela tinjauannya, kepada sejumlah media Gubernur Erzaldi mengatakan, tinjauan langsung ke area sawah Dusun Kabayan, Desa Kacung Kabupaten Bangka Barat ini dilakukan untuk melihat langsung sawah yang sebenarnya sudah dibuka TNI, tapi belum tergarap secara optimal oleh masyarakat. “Makanya kita ke sini melihat apa penyebabnya. Dan ini seperti persoalan-persoalan sebelumnya, ini adalah masalah irigasi.  Saya sampaikan ke Petani bahwa program kemarin baru membuka saja. Kalau tidak ditindaklanjuti dengan proyek irigasinya, maka sawah ini tidak bisa digarap dengan baik. Karena air yang masuk ke daerah perwasahan ini cukup besar, maka harus dibuat strategi pembendungan agar air tersebut dapat dibagi dan dimanfaatkan oleh sawah,” ungkap Gubernur.

“Disini kita sudah cek sawahnya ada luasnya sekitar 45 hektar, 55 hektar dan 80 hektar akan kita integrasikan secara bersama-sama. Nanti, ini tidak hanya untuk sawah, tetapi untuk perikanan juga ya, dan juga untuk peternakan sapi, sesuai dengan visi dan misi kami kedepan bahwa ketersediaan daging, ketersediaan pupuk kompos, bibit padi,” timpal Gubernur.

“Dan kita ingin sawah kita ini, mendekati hasil rata-rata nasional. Kalau rata-rata nasional itu 6 ton per hektar, kita targetkan 5,5 ton per tahun per hektar. Kalau ini tercapai, jangan kita langsung  bangga diri, tapi terus kita support. Mungkin seperti daerah-daerah lain ada yang sudah sampai 12 ton per hektar, itu baru hebat,” ujarnya.

Gubernur juga berharap, setelah irigasinya dibangun, sawah sudah mulai digarap, panen padinya tidak hanya satu kali dalam setahun, tetapi bisa sampai tiga kali setahun.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Perternakan Provinsi Babel Toni Batubara menambahkan, lokasi ini akan diintegrasikan dengan lokasi lain, sehingga diharapkan luasan irigasi dapat mencakup 1000 hektar.

“Kalau sudah 1000 hektar, nanti pengelolaannya akan ditarik ke provinsi. Mudah-mudahan, dengan semangat Pak Gubernur saat ini, itu bisa menyelesaikan pertanian terintegrasi disini. Dan kita berharap ini bisa selesai. Lokasi sawah ini pencetakannya oleh TNI dilakukan pada musim kemarau. Namun, karena tendangan air yang cukup besar, sehingga menyebabkan daerah ini banjir. Kemudian daerah ini belum bisa dimanfaatkan,” terangnya.

Akan tetapi, lanjut dia, kalau airnya bisa dikendalikan, 42 hektar area sawah Desa Kacung ini, bisa ditanami padi. “Untuk sawah di Desa Kacung ini akan kita perluas, sehingga totalnya bisa diairi untuk irigasinya 1000 hektar. Karena kalau 1000-3000 hektar, itu kewenangan provinsi mengelola irigasi tersebut. Karena pak Gubernur meninjau langsung, beliau maunya area sawah ini diperluas dan dibuat terintegrasi,” tegasnya.

Tahun ini, kata Toni, pihaknya akan melakukan kajian terlebih dahulu mengenai rencana pemanfaatan area sawah itu, dan dibangunkan irigasinya. Dan diharapkan tahun 2018 mendatang rencana ini sudah bisa dilaksanakan.(Ahmad/Aogeng).

 

 

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Ahmad/Agoeng
Fotografer: 
Ahmad/Agoeng
Editor: 
Ahmad. S
Bidang Informasi: 
Humas