Gubernur Yakin Kejayaan Lada Babel Bisa Kembali Diraih

Pangkalpinang – Bagi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman, memikirkan kesejahteraan petani lada sudah menjadi bagian kesehariannya. Gubernur yakin, kejayaan lada Babel bisa kembali diraih, jika semua komponen masyarakat mendukung dan bersinergi membangun kembali potensi lada Babel.

Sebagai ikhtiar  dalam menguatkan strategi mengembalikan kejayaan lada Babel tersebut, tiada henti-hentinya  Gubernur Babel mencari berbagai cara dan konstruktif dan berkelanjutan.

Setelah mematangkan strategi di level petani dan perkebunan dengan upaya menambah luas jumlah area tanam melalui program bantuan 3.5 juta bibit lada unggul, tahapan berikutnya segera memulai sosialisasi terus menerus kepada petani untuk meningkatkan kemampuan petani dalam bercocok tanam lada serta memproses lada sampai proses akhir.

Selain itu, Gubernur juga memerintahkan Dewan Rempah dan Disperindag untuk meningkatkan kerja mensosialisasikan sistem resi gudang syariah.

Pada acara international spice conference di Jaifur, selain terjadwal sebagai pembicara,  Gubernur Babel juga sempat mengadakan rapat bersama team. Rapat ini berlangsung tiga sesi dan berhasil memutuskan kerja sama yang akan ditindaklanjuti instansi terkait.

Harapannya ke depan  Bangka Belitung memiliki beberapa keunggulan. Hal ini dilakukan sebagai permintaan standar dari beberapa end buyer yang sekaligus pemakai untuk terjaminnya lada Mentok White Pepper (MWP) yang sustainable dan realizable.

Jaminan ketersedian lada Babel secara terus menerus menjadi salah satu syarat bagi end buyer menetapkan pilihan mereka membeli lada Babel. Ketersedian secara berkelanjutan jelas asal dan mutunya membuat end buyer akan tertarik membeli dalam jumlah besar dan kontinyu.

Jaminan mutu memang menjadi harapan end buyer, mengingat dari tahun ke tahun mutu dan keberadaan lada Mentok White Pepper makin menurun.

Hal ini wajar, karena beberapa tahun yang lalu banyak petani beralih propfesi sebagai penambang. Kondisi inilah salah satu penyebab berkurangnya keberadaan MWP di pasaran dunia ditambah lagi sekarang MWP sering dicampur dengan produksi lada dari luar bangka seperti dari Sulawesi, Kalimantan dan Lampung.

"Penyampuran inilah yang menyebabkan mutu lada MWP menurun, yang akhirnya nanti suatu saat kalau kita tidak mengambil tindakan, maka tak akan ada lagi MWP yang menjadi kebanggaan Indonesia," ujar Erwin Krisnawinata, Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Babel, kepada tim komunikasi Gubernur Kamis (8/2/2018).(TKG/Humasprov).

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
TKG/Humasprov
Fotografer: 
Humasprov
Editor: 
TKG/Ahmad
Bidang Informasi: 
Humas