Hadiri FGD Survey Indeks Kemerdekaan Pers di Babel, Sekda: Kalau Ada Kekurangan Terus Kita Perbaiki

PANGKALPINANG - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman diwakili Sekda Babel Yan Megawandi menghadiri sekaligus menjadi Informan Ahli pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka Survey Indeks Kemerdekaan Pers Provinsi Babel tahun 2018.

Ibrahim selaku Ketua Informan Ahli sekaligus Dekan Fisipol UBB dalam kegiatan yang berlangsung di Hotel Bumi Asih Pangkalpinang (10/07/2018) itu mengatakan, saat ini Indeks Demokrasi didukung oleh Pemerintah.

Hal itu, menurut Ibrahim, sangat berguna untuk memperkuat sekaligus mendapatkan kepercayaan dari insan pers maupun masyarakat.

"Saat ini, kami sudah memiliki 12 orang informan ahli.  Kami berharap kegiatan FGD Survey Indeks Kemerdekaan Pers ini, dapat memberikan hasil yang baik, dan hasil terakhir nanti berupa bentuk buku seperti hasil tahun sebelumnya yang menghasilkan 1 buah buku berisi 1200 lembar halaman. Kami juga ingin memberikan manfaat baik kepada Pemerintah Provinsi maupun insan Pers khususnya," ungkap Ibrahim. 

Sementara itu, Sekda Babel Yan Megawandi mengatakan, salah satu yang paling penting dalam kegiatan ini, adalah bisa berkumpul. Karena, menurut Sekda, dengan berkumpulnya para Informan ini, bisa melihat indikator atau pengukuran sekaligus melihat proses berjalannya demokrasi pers di Babel khususnya dan Indonesia pada umumnya. 

Berkenaan dengan kebebasan Pers di Babel, menurut Sekda, saat ini kebebasan pers di Babel sangat menarik.

"Kami di pemerintahan saat ini, akan menjaga kebebasan pers. Kalaupun ada kekurangan, akan terus kita perbaiki secara bersama – sama,” ujar Sekda.

Dalam kesempatan sama, Ahmad Jauhari Wakil Ketua Dewan Pers Indonesia mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini.

Menurut Jauhari, meningkatkan kualitas hidup bermasyarakat bersama pers dengan lembaga-lembaga pemerintahan akan mampu mewujudkan mimpi yang nyata bagi demokrasi di Indonesia.

"Ini adalah kesempatan yang sudah lama saya tunggu. Terus terang saya sudah kemana - mana mulai dari Asia sampai ujung Eropa, untuk hadir disini membicarakan kebebasan pers adalah kebanggan tersendiri,” katanya.

Demokrasi Pers Indonesia, kata dia, semakin membaik setiap tahunnya, jika dibandingkan dengan negara - negara dikawasan ASEAN, walaupun ada daerah tertentu yang masih terbawa nuansa masa lalu, seperti Papua.

“Untuk di Asia Tenggara saat ini, hanya ada 3 negara yang bisa dikatakan adanya kebebasan pers, yaitu Indonesia, Thailand, dan Filipina. Itupun ada masalah yang melanda Thailand dan Filipina, maka saat ini hanya Indonesia yang masih berstatus Pers Bebas,” tutup Jauhari. (Imam)

 

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Imam
Fotografer: 
Imam
Editor: 
Ahmad
Bidang Informasi: 
Humas