Hadiri Pertemuan Tahunan BI, Wagub Berharap Pemda Tingkat Sinergi dan Inovasi

PANGKALPINANG - Wakil Gubernur (Wagub) Kepulauan Bangka Belitung (Babel), H. Abdul Fatah menghadiri Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (BI) di akhir tahun 2019.

Mengusung tema "Sinergi, Transformasi, Inovasi Menuju Indonesia Maju" pertemuan tersebut dilaksanakan, Selasa (10/12/2019) pagi, di Ruang Tanjung Kelayang Kantor Perwakilan BI Babel, Pangkalpinang.

Selain itu, ikut hadir Forkopimda Provinsi Babel, Kepala BI Babel, KPK Babel, Ketua Dekranasda Babel dan Kota Pangkalpinang, Bupati dan Walikota Se - Babel, Perbankkan, BUMD, Pengusaha, akademisi, tokoh masyarakat, agama dan Kepala OPD Provinsi, Kabupaten dan Kota terkait lainnya.

Wagub dalam sambutanya mengatakan, Indonesia jika ingin  maju, dengan 34 provinsi, 100 Kabupaten dan Kota, maka hal itu harus terjaga pertumbuhan ekonominya. Jika pertumbuhan ekonomi dari lima wilayah di Indonesia anjlok, maka secara otomatis kondisi ekonominya melemah.

Sekarang, papar Wagub, pertumbuhan ekonomi nasional 5,1 persen. Akan tetapi, jika dilihat di beberapa daerah, misalnya di Pulau Jawa dan Kalimantan pertumbuhan ekonominya di atas rata - rata nasional.

Sementara di Babel, lanjut Wagub, di angka 4 persen saja pertumbuhanya. “Akan tetapi, BI sudah memperkirakan bahwa pada tahun 2020, akan mengalami pergeseran, dan akan naik di atas atau mendekati angka nilai nasional,” ungkap Wagub.

Oleh sebab itu, Wagub berharap, untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Babel, Pemerintah Daerah bersama - sama dengan pihak - pihak terkait lainnya harus lebih meningkatkan sinergi dan reformasi serta inovasi menuju Babel maju.

“Untuk menuju hal tersebut, harus segera dilakukan sinergi, transformasi dan inovasi menuju Babel lebih maju,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Perwakilan BI Babel, Tantan Heroika dalam paparannya menjelaskan, sebagaimana yang telah diamati bersama, ekonomi global sepanjang tahun 2019, semakin tidak ramah.

Dampak perang dagang yang meluas, diungkapkannya, terbukti sungguh buruk terhadap perekonomian seluruh negara di dunia. Pada saat yang sama, digitalisasi ekonomi dan keuangan semakin semarak, dengan segala manfaat dan risikonya.

Untuk itu, dikatakannya, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia akan turun dari 3,6% pada tahun 2018 menjadi hanya 3,0% pada tahun 2019, dan 3,1% pada tahun 2020. Pertumbuhan ekonomi AS, Tiongkok, serta di banyak negara maju dan berkembang juga melambat. Dan fenomena ini kemungkinan akan berlanjut pada tahun 2020 dan tahun-tahun berikutnya.

Lebih jauh Tantan memaparkan kondisi ekonomi di Babel, dimana di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian, pertumbuhan ekonomi Babel tercatat masih dapat tumbuh positif meskipun dalam tren yang melambat dibandingkan dengan tahun 2018, mencapai 4,45%.

Selama triwulan I, II dan III 2019, urai Tantan, pertumbuhan ekonomi Babel masing-masing tumbuh sebesar 2,82%, 3,47% dan 3,05%. Penopang pertumbuhan ekonomi Babel masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga dan investasi.

Semangat sinergi untuk menjaga ketahanan ekonomi di  Babel, dalam mendorong pengendalian inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan lainnya, kata dia, telah dilakukan. Sinergi dan kolaborasi aktif terus dijalin bersama melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) level Provinsi maupun Kabupaten/Kota serta Satuan Tugas Pangan dalam mengendalikan inflasi, terutama inflasi bahan pangan.

Pertemuan tahunan BI di akhir tahun 2019, disudahi dengan penyerahan pogram sosial BI strategis kepada para PUD dan penyerahan PSBI di Bidang pengendalian inflasi dan pertumbuhan ekonomi oleh Wagub, Ketua Dekranasda Babel, dan Kepala BI Babel.

Dan dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat oleh Wagub dan Kepala BI Babel kepada Ketua Kelompok Tani Makmur Bangka Barat.

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Mislam
Fotografer: 
Mislam
Editor: 
Ahmad
Bidang Informasi: 
Humas