Hadiri Puncak Temu Nelayan Nasional, Wagub: Sudah Seharusnya Kita Peduli Nelayan

SUNGAILIAT - Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Abdul Fatah didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Baabel Yan Megawandi menghadiri Puncak Acara Temu Akbar Nelayan Nasional Tahun 2018 yang diselenggarakan Lembaga Kelautan dan Perikanan Indonesia (LKPI) di Pesisir Pantai Matras Sungailiat, Bangka.

Acara yang berlangsung Minggu (11/2/2018) tersebut, turut dihadiri Pangdam II Sriwijaya Mayor Jenderal AM.Putranto, Kapolda Babel Brigjen Pol. Syaiful Zachri, Danrem 045 GAYA, Danlanal, perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kelautan dan Perikanan, sejumlah Kepala OPD di Lingkungan Pemprov Babel, Direktur Eksekutif LKPI dan jajaran Kepengurusan LKPI, perwakilan nelayan se Indonesia  dan sejumlah elemen terkait lainnya.

Wakil Gubernur Abdul Fatah dalam sambutannya mengatakan, bertemu rakyat termasuk nelayan dalam kegiatan seperti ini, harus dilakukan oleh setiap pemimpin, karena dari merekalah para pemimpin itu hadir.

"Kita sebagai pemimpin kita harus berbuat sebaik mungkin,  memperhatikan dan memenuhi kebutuhan rakyat kita. Sudah seharusnya  kita  peduli dengan rakyat kita, termasuk didalamnya para Nelayan, karena kalau bukan kita siapa lagi yang mau peduli kepada mereka," ujar Wakil Gubernur.

Selain itu, Wakil Gubernur Babel juga menjelaskan, sekilas tentang Babel. Kata Wagub, dari segi geografis saat ini Babel yang terdiri dari 2 pulau besar Bangka dan Belitung ditambah 950 pulau kecil. Kemudian, secara persentase 80 persen Babel adalah lautan dan 20 persennya daratan.

"Potensi Laut kita sungguh luar biasa, dari 1.4 juta jiwa yang ada 53.1 ribu jiwa dan sekitar 25 ribu sudah memiliki kartu anggota nelayan, sisanya akan menyusul. Inilah sumbangan besar dari nelayan dengan total 1.1 juta ton rata-rata ikan yang dihasilkan membuat Babel menjadi Provinsi Bahari di Indonesia," ungkap Wagub.

Pada kesempatan sama, Ayub Faidiban  selaku Direktur Esekutif LKPI  dalam sambutannya mengungkapkan kebahagiaannya sekaligus apresiasinya atas  terselenggaranya Temu Akbar Nelayan Nasional ini.

"Mari kita jadikan momen Temu Akbar ini sebagai sarana Keakraban di antara kita sekaligus sarana aspirasi dalam peningkatan untuk tata laksana mencari wawasan baru dalam strategi usaha para nelayan dalam mencari ikan. Dan lebih dari itu saya pribadi  sungguh merasa kagum akan indahnya pantai Matras ini. Berbanggalah orang-orang Bangka yang memilikinya," sanjung Ayub

Sementara itu, Sri Purwaningsih mewakili SUPD II Kemendagri dalam kesempatan sama mengatakan, saat ini sudah 8 Provinsi yang  masuk Zonasi Tatanan Wilayah Pesisir, dan menurut Sri saat ini sebanyak 26 Provinsi akan menyusul.

"Saya berharap adanya kegiatan ini, meningkatkan komunikasi yang konstruktif, karena dengan kegiatan ini terjalinnya kerjasama antara pemerintah dan para nelayan, sekaligus tersalurkan aspirasi dan mencari solusi masalah-masalah para nelayan di Indonesia," kata Sri.

Di penghujung acara, dilakukan Penyerahan Tongkat Komando Panglima Tokoh Nelayan Indonesia oleh H.Hussein selaku Ketua Suku seluruh Indonesia di Babel kepada  Ayub Faidiban, dilanjutkan pelantikan para pengurus LKPI Babel oleh Direktur Eksekutif LKPI.(Imam)

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Imam
Fotografer: 
Imam
Editor: 
Ahmad
Bidang Informasi: 
Humas