Hindari Covid-19, Umat Beragama di Babel Tandatangani Lima Kesepakatan

HUMASPRO, PANGKALPINANG - Berbagai upaya terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kepuluan Bangka Belitung (Pemprov Babel) dalam rangka menghindarkan masyarakat dari Corona Virus Desease (Covid-19). Seperti Jumat (27/3/2020) siang di Ruang Pasir Padi Kantor Gubernur Babel, sejumlah tokoh dari umat beragama yang ada di Babel menandatangani lima butir kesepakatan dalam pelaksanaan ibadah.

Butir-butir kesepakatakan yang dibacakan oleh Sekda Babel mewakili Gubernur Babel Erzaldi Rosman, dan ditandatangani diantaranya Sekda Babel mewakili Gubernur Babel, Kakanwil Kemenag, FKUB, MUI, NU, Muhammadiyah, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, Konghucu, Baznas Babel, DMI itu, antara lain: Pertama, semua umat beragama harus bersama-sama melakukan/mengikuti protokol  penanganan Covid-19 yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat. 

Kedua, mengimbau supaya perayaan hari besar keagamaan untuk dilakukan secara sederhana cukup dengan keluarga inti. Ketiga, untuk masyarakat Babe. yang berdomisili di luar daerah agar merayakan hari besar keagamaannya di daerah masing-masing dan tidak perlu pulang ke Babel sampai dengan kondisi normal.

Keempat, dalam melakukan ibadah keagamaan diharapkan tidak ada pengumpulan massa/dianjurkan untuk melaksanakan ibadah di rumah masing-masing. Butur Kelima, agar para umat beragama mengikuti fatwa yang dikeluarkan oleh majelis agama masing-masing.

Sekda Babel, Naziarto mengatakan, kesepakatan ini dilakukan sebagai bentuk ikhtiar dari umat beragama di Babel, agar terhindar dari Virus Covid-19 dan berharap bencana ini cepat berlalu. Dengan kesepakatan bersama ini, juga diharapkan, kerukunan umat beragama di Babel semakin baik. 

Penanganan Covid-19 ini, ditegaskan Sekda Naziarto, bukan hanya tanggungjawab Pemerintah Provinsi semata, tetapi seluruh masyarakat, termasuk para pemuka Agama. 

Pemuka Agama berperan sangat penting dalam rangka mengomunikasikan kebijakan Pemerintah kepada umat beragama masing-masing. 

Babel yang saat ini, terkonfirmasi Covid-19 masih negatif, kata Sekda, selayaknya bersyukur kepada Allah SWT. Namun demikian tetap harus berusaha dan berwaspada agar Virus ini tidak masuk ke daerah ini, dengan menetapkan Babel sebagai Status Keadaan Tertentu.

"Kita tidak melarang menjalankan ibadah, tetapi tidak secara massal. Diimbau umat menjalankan ibadah secara pribadi," ungkap Sekda dalam pertemuan sesaat dilaksanakannya penandatanganan kesepakatan umat beragama.

Itu dilakukan, kata Sekda, mengingat dalam waktu dekat ini ada beberapa kegiatan keagamaan seperti Ritual Ceng Beng, Perayaan Paskah, Puasa dan Lebaran, serta beberapa kegiatan keagaamaan lain. 

Terhadap akan adanya persepsi yang timbul dengan adanya kebijakan ini, peran tokoh agama sangat penting untuk menyosialisasikan kepada masyarakat agar mudah dipahami dan diikuti.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Babel, M. Ridwan, menjelaskan Kemenag yang diberikan kewenangan di bidang agama telah mengeluarkan edaran terkait kebijakan Covid-19. Kemenag Babel melalui jajaran baik melalui Bimas masing-masing agama, para penyuluh, penghulu dan lainnya untuk memberikan pemahaman ke masyaraktat, seperti tidak berkumpul dan melakukan aktivitas lainnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Babel, Zayadi Hamzah yang juga turut hadir dalam pertemuan itu mengatakan, MUI telah mengeluarkan Fatwa terkait Pelaksanaan Ibadah di masa Penanganan Covid-19 ini. Fatwa itu dimaksudkan agar masyarakat khususnya umat muslim menghindari penyebaran virus tersebut. 

Sejumlah perwakilan umat beragama dari Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan Konghucu, pada kesempatan itu menyatakan, dalam rangka mengantisipasi penyebaran Covid-19, pihaknya sudah mengimbau jemaatnya untuk melakukan aktivitas ibadah dari rumah masing-masing, atau melalui online.

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Lulus/Ahmad
Fotografer: 
Ahmad
Editor: 
Ahmad
Bidang Informasi: 
Humas