Hj. Melati Erzaldi: Songket Tenun Cual Warisan Budaya yang Harus Dijaga

Pangkalpinang - Songket cual Bangka Belitung (Babel) mendapatkan perhatian khusus dari Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) pusat, dan meminta songket tersebut ditampilkan sebagai hasil kerajinan khas Babel pada kegiatan Rapat Koordinasi (Rakornas) yang rencananya akan diselenggarakan bulan September 2017 mendatang.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Babel, Hj. Melati Erzaldi, dalam acara silaturahmi dan rapat pengurus Dekranasda Provinsi Babel yang berlangsung di Ruang Tanjung Pendam Lantai II Kantor Gubernur Babel, Rabu (14/6/2017).

Hj. Melati Erzaldi mengatakan, songket tenun cual Babel merupakan warisan budaya yang harus dijaga, jangan sampai kerajinan ini hilang, karena di Babel hanya 4 kabupaten saja yang memproduksi songket cual.

“Songket cual adalah warisan budaya kita, dan kita harus menjaganya, karena di Babel hanya 4  kabupaten yang memproduksinya,” tegas Hj. Melati Erzaldi.

Hj. Melati Erzaldi juga menjelaskan sejarah songket cual yang berawal dari hasil kerajinan para pengusaha tenun di Kabupaten Bangka Barat tepatnya Muntok yang dikenal dengan Songket Limar Muntok.

“Songket tenun cual Babel harus kita branding dan mendunia, sehingga masyarakat luas dan mancanegara dapat mengenal dan mengunakan hasil kerajinan  tenun Babel,” ujarnya.

Terkait dengan pengembangan kerajinan songket cual tersebut, Hj. Melati Erzaldi juga menegaskan akan mengembangkan kerajinan songket cual melalui pembinaan dan pelatihan/workshop bagi generasi muda, agar pelaksanaannya di lapangan berjalan secara masif.

Selain itu Hj. Melati Erzaldi mengatakan, Galeri Dekranasda Provinsi Babel akan dipindahkan dalam waktu mendatang ke eks Kantor Gubernur Babel yang berada di tengah kota.

Sementara itu, Gubernur Babel H. Erzaldi Rosman selaku Pembina Dekranasda yang juga hadir dalam kesempatan itu mengatakan, dalam pengembangan batik yang merupakan khas Babel perlu strategi dalam memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan industri batik.

“Dalam pelaksanaan kedepan, harus lebih masif dalam peningkatan kerajinan batik dan dapat dijadikan muatan lokal bagi anak- anak sekolah,” kata Erzaldi.

Kerajinan batik, lanjut Erzaldi, juga menjadi produk yang dimasukkan kedalam e- katalog,  agar dapat menjadi produk batik yang dipergunakan bagi kalangan pegawai negeri.

Ketua Harian Dekranasda Babel, Yuliswan menambahkan,  Kantor Dekranasda Babel yang sebelumnya ada di Kantor Disperindag, saat ini dipindahkan ke  eks Mushollayang berada di dekat Kantor Gubernur Babel. (Sentosa/Lulus).

 

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Sentosa/Lulus
Fotografer: 
Lulus
Editor: 
Ahmad. S
Bidang Informasi: 
Humas