Ibu Dirjen…Sampaikan ke Menkumham, Babel Memiliki Pemimpin yang Hebat!

PANGKALPINANG - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman menghadiri Program Integrasi Asimilasi Bhakti Kepada Negeri Merah Putih Narapidana Pertama di Indonesia kerjasama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham Babel, sekaligus Penyerahan Bantuan Pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan, serta Pembukaan Layanan Rehabilitasi WBP, di Lapas Narkotika Kelas III Pangkalpinang.

Pembukaan Layanan Rehabilitasi WBP, di Lapas Narkotika Kelas III Pangkalpinang, Selasa (10/7/2018) ini, dibuka oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Pemasyarakatan Kemenkumham RI Sri Puguh Budi Utami.

Ikut hadir dalam kegiatan ini Asisten Deputi Pencegahan BNN RI, Dik Dik Kusnadi, Kepala BNN Babel, Nanang Hadianto, Kepala Lapas Narkotika Kelas III Pangkalpinang, Yugo Indra Wicaksi, Jajaran Kemenkumham RI, Forkopimda dan Pimpinan Instansi Vertikal Se Babel, serta disaksikan Pihak Keluarga dan Warga Binaan Pemasyarakatan.

Dalam kesempatan itu Gubernur menyerahkan Bantuan 10 unit Mesin Jahit kepada WBP yang diterima Kakanwil Kemenkumham Babel, Sulistiarso yang selanjutnya disalurkan kepada WBP di tempat itu.

Dalam laporannya kakanwil kemenkumham Babel, Sulistiarso mengatakan, saat ini Kanwilkumham Babel terdapat 9 unit pelaksana teknis permasyarakatan, dan Tiga Kabupaten yaitu Bangka Tengah, Bangka Selatan serta Belitung Timur saat ini belum ada, dan kedepan dirinya berharap ada Lapas di sana guna optimalkan Proses hukum masyarakat sesuai perundangan.

Proses Pembinaan, dijelaskannya, dibutuhkan peran serta masyarakat dan pemda dalam mewujudkan Warga Binaan menjadi warga baik dan taat. “Hari ini kegiatan rehabilitasi ini menjadi bukti peran serta dan sinergi pemerintah daerah Babel dalam Kegiatan pembinaan ini,” ungkapnya.

“Kegiatan barisan merah putih pembangunan atas prakarsa Gubernur Babel bekerjasama dengan lapas kelas III merupakan wujud nyatanya, dimana 25 warga binaan dalam proses asimilasi dengan ketentuan yang berlaku,” terang Kakanwil Kemenkumham Babel.

Dirinya memohon kepada Ibu Dirjen Kememkumham yang hadir, untuk menyampaikan hal ini kepada Bapak Menteri Kumham, karena Babel memiliki pemimpin yang luar biasa dan hebat.

Sementara Asisten Deputi Penindakan BNN RI, Dikdik Kusnadi dalam sambutannya mengatakan, hal ini tanpa dimohon akan dilaporkan kepada Kepala BNN RI. “Ini merupakan kegiatan kebersamaan yang luar biasa dan ideal. Jangan ciderai amanah dan kepercayaan yang diberikan oleh Gubernur,” ujarnya.

Dijelaskannya, hari narkoba internasional sebenarnya jatuh pada tanggal 26 Juni, namun karena Idul Fitri, puncaknya diperingati tanggal 12 Juli, yang substansinya bagaimana masyarakat Indonesia tahu tentang akibat penyalahgunaan narkoba yang begitu dahsyat menyakitkan, hingga kerugian dan kematian.

Menurutnya, di Indonesia ada 3 kejahatan yang menjadi prioritas, yaitu terorisme, korupsi dan narkoba. Beda dengan kejahatan lainnya, narkoba lebih jahat, ibarat pohon, yang disikat adalah akarnya, jangankan buah, daun dan ranting pasti akan mengering.

 

Gubernur: Mari Berubah, Songsong Masa Depan

Gubernur Babel Erzaldi dalam kesempatan itu mengaku bahagia. Katanya, ada kenikmatan tersendiri ketika apa yang dilakukan ini mendapat nilai ibadah.

“Mari berubah, mari kita songsong masa depan. Tidak ada kata - kata yang tidak bisa selama niatkan dalam hati ingin berubah kepada siapa yaitu Allah SWT. Saya berharap apa yang telah dilakukan ini, pertama di launching di Indonesia jangan dicederai. Saya akan membantu saudara sekalian sesuai aturan, saya tidak akan membantu saudara sekalian tidak sesuai aturan,” ungkap Gubernur.

Dalam waktu bersamaan, Gubernur menantang para warga binaan siapa yang bisa hafal 5 Juz Al-Qur’an, akan diajak menjadi imam pada bulan ramadhan tahun depan.

Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham RI Sri Puguh Budi Utami dalam sambutannya menyanpaiakan apresiasi kepada Pemprov Babel yang memberikan perhatian kepada warga binaan Lapas dalam rehabilitasi di lapas kelas III Pangkalpinang, sehingga apa yang menjadi tujuan dari pembinaan bisa terwujud.

“Bagaimana saudara kita ini seharusnya mendapat perhatian, karena mereka berasal dan harus kembali ke masyarakat, itulah konsepsi sebenarnya. Tetapi yang paling penting adalah konsistensi, komitmen dari kita semua. Pak Gubernur sudah peduli, kita sudah laksanakan, dan ini harus dibungkus dalam satu sistem yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Karena, ditambahkannya dia, warga binaan saat di dalam Lapas sudah dibina dengan baik, sebelum bebas ada ruang disebut asimilasi, dan harusnya juga ada penerimaan yang lapang dari masyarakat.

Pada kesempatan itu, para undangan yang hadir, selain mendengarkan testimoni tentang bahaya narkotika oleh salah satu warga binaan, juga dihibur unjuk kebolehan dari warga binaan LP Narkotika Kelas III Pangkalpinang yang menampilkan paduan suara dan band.

Bahkan Gubernur bersama undangan lain larut dalam pertunjukan itu, dengan ikut bernyanyi bersama.(Lulus).

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Lulus
Fotografer: 
Lulus
Editor: 
Ahmad
Bidang Informasi: 
Humas