ISKINDO Diminta Bantu Pengawasan Kelautan dan Perikanan di Babel

PANGKALPINANG - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Darminto, diwakili Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan DKP Babel, M. Hidayat Hamami membuka Acara Halal Bihalal, Pembubaran Panitia dan Pelantikan DPW Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) Babel sekaligus Rapat Kerja Daerah DPW Iskindo.

Kegiatan tersebut dilaksanakan  di Gedung Satuan Pengawas Perikanan Jalan TPI, Pangkalan Balam, Kamis (20/6/2019).

Dalam sambutannya yang dibacakan Hidayat Hamami, Kepala DKP Babel meminta ISKINDO turut membantu dalam pengawasan di sektor Kelautan dan Perikanan di Babel. 

“Pengawasan sektor Kelautan dan Perikanan tidak hanya tanggung jawab Kementerian Kelautan dan Perikanan maupun Dinas Kelautan dan Perikanan, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama," ujarnya.

Untuk itu, dengan hadirnya DPW ISKINDO Babel, diharapkan dapat turut melakukan peran pengawasan sebagai masyarakat terdidik (civil society). 

Pengawasan itu, kata dia, tidak hanya apa yang terjadi di lapangan dan di tengah masyarakat, namun juga sebagai bentuk kritik membangun dengan solusi kepada Dinas Kelautan dan Perikanan.

Hadirnya DPW ISKINDO, lanjut dia, sebagai mitra strategis Pemerintah Daerah dalam menggali, mengembangkan dan menjawab tantangan di sektor kelautan dan perikanan. 

SDM di sektor kelautan khususnya sarjana kelautan, dikatakannya, masih amat minim. 

Namun, dengan adanya Ikatan Sarjana Kelautan dari berbagai Perguruan Tinggi terkemuka di Indonesia, dapat menjadi motivator dan mengisi pembangunan sektor kelautan yang masih jauh tertinggal, dan saat ini, hanya mengedepankan sektor pertambangan. 

Ditambahkannya,  selama kurang lebih 30 tahun sektor kelautan tidak begitu berkembang. Juga kepedulian di sektor kelautan kalah dengan masifnya eksploitasi pertambangan di daerah pesisir. 

Tetapi, ditegaskan dia, sebenarnya masih banyak potensi laut yang belum tergali. Riset-riset kelautan yang masih kurang, serta SDM pesisir dan kelautan yang dapat menjawab tantangan tersebut amat minim. 

Selain itu , Hidayat mengemukakan beberapa fakta di antaranya rendahnya kesejahteraan nelayan, mata pencaharian nelayan atau usaha di sektor kelautan dan perikanan tidak teregenerasi, anak-anak muda di daerah pesisir banyak tidak bersekolah dan yang bersekolah setelah tamat pergi ke kota untuk mencari kerja. 

"Tingkat pendidikan nelayan kita masih rendah, dan ini salah satu faktor rendahnya kesejahteraan mereka," ujarnya. 

Dalam menutup sambutannya, Ia berharap dengan hadirnya ISKINDO dapat menjadi pemberi solusi (Problem Solver) yang riil dan dapat diterapkan di tengah-tengah masyarakat. 

Sementara itu,  Kepala Satuan Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Babel, Misdi Sucipto menyampaikan, upaya penegakan hukum di sektor kelautan masih bersifat  persuasif dan terus menerus dilakukan. Itu dikarenakan tingkat kesadaran dan pendidikan masyarakat masih rendah. Tupoksi yang dibebankan dalam satuannya masih dilakukan by report. 

Akibat kelemahan ini, menurutnya, berdampak kepada terjadinya IUU Fishing (Illegal Unregulated Unreported). Hanya kapal - kapal yang berukuran 30 GT saja yang mengurus legalitas operasinya Surat Laik Operasi (SLO), Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dari Syah Bandar. 

Walaupun kapal-kapal memiliki Buku Pemilik Kapal Perikanan (BPKP) yang diperbaharui setiap tahunnya melalui Dinas Perhubungan Laut, PAS  Kecil dan PAS Besar, masih banyak kapal-kapal kecil yang di bawah 10 GT yang belum melegalkan usaha kapalnya. 

Untuk itulah, ia sangat mengharapkan agar ISKINDO dapat bekerja bersama-sama, membantu dan menjadi mitra satuan pengawas dalam menjembatani kesenjangan ini. Melakukan sosialisasi, edukasi dan menjadi mitra nelayan di Babel.
 
Pada kesempatan itu, Ketua DPW ISKINDO Babel yang baru dilantik, Andriyadi mengatakan, aksi bersama dalam rangka menggali, mengeksplorasi, memanfaatkan sektor kelautan dan perikanan diupayakan untuk dapat memenuhi aspek-aspek pembangunan yang berkelanjutan. 

Strategi pengelolaan sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan, menurut dia,  merupakan solusi tepat di era pasca tambang sekarang. 

Artinya, kata dia, pembangunan kelautan tidak hanya mengedepankan potensi kelautan dari sektor pertambangan saja, tetapi juga mampu mengakomodir sektor-sektor lainnya yang masih memiliki potensi yang bernilai tinggi. 

Andriyadi juga berharap dengan kepemimpinan yang diembannya sebagai Ketua DPW ISKINDO Babel, ISKINDO menjadi Problem Solver bagi Babel untuk menatap laut sebagai masa depan Babel.

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Sentosa
Fotografer: 
Sentosa
Editor: 
Ahmad
Bidang Informasi: 
Humas