Kabupaten/Kota Diharap Lakukan Pemetaan PUD

Air Itam, Pangkalpinang - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Rustam Effendi, SE, yang diwakili Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Dr. Budiman Ginting Dipl, SE, MM membuka acara Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan Produk-Produk Unggulan Daerah, Monitoring, Evaluasi serta Koordinasi bidang Produksi Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2017 yang diselenggarakan Biro Ekonomi Setda Babel, di Ruang Tanjung Pesona Lantai I Kantor Gubernur Babel, Rabu (19/4/2017).

Budiman Ginting, didampingi Kepala Biro Ekonomi Setda Babel, Dr. Drs. Sudarman, M.Si. dalam pembukaannya memaparkan tentang Pengembangan Produk-Produk Unggulan Daerah.

Dikatakannya, pertumbuhan ekonomi secara umum diukur dari tingkat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dari tahun ke tahun. Meningkatnya PDRB tersebut adalah wujud dari peningkatan  pertumbuhan ekonomi suatu Daerah. Sedangkan di Babel pada Tahun 2016 pertumbuhan Ekonominya tercatat 4,11 %.

Sektor Pertanian, Kelautan, Pertanian dan Peternakan di dalamnya, merupakan urutan pertama dalam menghasilkan PDRB Babel, ini menggeser Industri Pengolahan sebagai penyumbang tertinggi PDRB di tahun 2015. Melihat hal itu, harus didorong produktifitas Pertanian. Oleh sebab itu, Lanjut Budiman Ginting, pada pertemuan pertama ini akan difokuskan pada Sektor Pertanian.

“Pertemuan ini dapat dimaknai untuk memahami apa peran dan kontribusi kita terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi dalam segi produktivitas. Pertumbuhan ekonomi yang menyejahterakan masyarakat adalah pertumbuhan ekonomi yang melibatkan masyarakat,” ungkapnya.

Untuk menyamakan persepsi tentang potensi ekonomi daerah, perlu dikembangkan secara optimal dan lebih fokus menjadi produk unggulan daerah (PUD) dengan pendekatan Program one village one product (OVOP).

Oleh sebab itu, Ia berharap kepada seluruh Kabupaten/Kota yang hadir untuk melakukan pemetaan, mengidentifikasi dan menggali PUD sebagai potensi ekonomi produktif yang berdaya saing dalam jangka panjang, terlebih dalam menghadapi pasar global.

Strategi pengembangan produk unggulan daerah, ditambahkannya, berfokus kepada sumberdaya yang dimiliki dan dikuasai daerah, didasarkan pada nilai ekonomis, berdaya saing tinggi, serapan tenaga kerja tinggi, di produksi dengan kelayakan teknis (baik bahan baku dan pasar) dan berkelanjutan, yang dimiliki masyarakat setempat.

“Pemerintah daerah akan mendorong, memfasilitasi dan membangun munculnya produk unggulan daerah dengan memberi wadah yang seluas-luasnya bagi dunia usaha untuk mengembangkan secara mandiri dengan kompetensi yang dimiliki, dan menjadikan hasil karya mereka menjadi kebanggaan daerah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Biro Ekonomi Setda Babel, Dr Sudarman, M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan yang diikuti Kabupaten/Kota se Babel ini, akan berlanjut pada 4 pertemuan lain sesuai bidang atau sektornya. (Lulus).  

 

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Lulus
Fotografer: 
Lulus
Editor: 
Ahmad. S
Bidang Informasi: 
Humas