Kebun Lada H. Eng Patut Dijadikan Contoh

BANGKA SELATAN--Pulau Bangka sejak dulu dikenal sebagai sentra penghasil lada yang sudah kesohor hingga ke manca negara. Salah satu perkebunan lada yang dianggap berhasil dan patut dijadikan contoh terdapat di Kecamatan Tukak Sadai Kabupaten Bangka Selatan. Di kebun milik  H. Romadhon alias H. Eng (61) ini tanaman lada terlihat begitu rimbun, menjulang tinggi, dan subur. Apalagi buahnya yang berbutir banyak sudah terlihat berwarna   kuning dan merah pertanda sudah masak dan siap dipanen.

Menurut H. Eng, kebun lada miliknya itu memang ditanam menggunakan bibit unggul  jenis saijab dan taijab. “Jika mau berhasil berkebun lada dari awal kita harus memilih bibit dengan kualitas yang baik atau super. Jangan memilih bibit murah namun tanamannya tak bisa tumbuh dengan baik. Istilahnya biarlah menanam dengan bibit unggul 300 batang ketimbang 3000 batang namun hasilnya memuaskan,” ujar H. Eng di kebunnya pada Selasa (24/07/2018).

H. Eng sendiri mengakui bila tanaman lada di kebun miliknya menggunakan pupuk cair hasil olahannya sendiri. Ada beberapa bahan baku yang digunakan untuk membuat pupuk itu seperti lumut yang diambil di sungai. Beberapa bahan baku itu lantas dicampur dan diolah dengan formulasi khusus sehingga siap digunakan. “Untuk pupuk cair ini setiap satu pohon cukup diberikan sebanyak dua gelas minuman air mineral. Insya Allah tanaman lada akan tumbuh dengan baik dan bebas dari hama penyakit,” papar H. Eng didampingi anaknya, Baron (16) yang kini ikut mengelola beberapa kebun lada miliknya.

Atas keberhasilan meningkatkan kualitas dan hasil tanaman lada ini, ayah dari sepuluh orang anak yang berasal dari Desa Jada Bahrin Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka ini kerap diundang ke berbagai daerah, bahkan hingga ke luar negeri. Selain itu Universitas Bangka Belitung (UBB) kerap menjadikan H. Eng sebagai nara sumber atau pengajar bagi mahasiswa yang tengah studi tentang pengembangan tanaman lada.

Kemudian Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Kabupaten Bangka Selatan pun menjadikan H. Eng sebagai nara sumber dan kebunnya sebagai percontohan bagi para petani lainnya. “Saya bersedia membantu Pak Gubernur Erzaldi dan Bupati Yustiar karena saya juga ingin berbagi keberhasilan dengan petani lada lainnya. Apalagi salah satu yang menjadi motivasi bagi saya untuk membuat beberapa percobaan pengembangan tanaman lada karena sedih melihat nasib petani lada yang masih kurang beruntung,” pungkas H. Eng.

Kiranya apa yang diucapkan H. Eng tak berlebihan. Salah seorang petani lada warga Tukak Sadai, Abu (48) menyatakan, memang sejak dibantu oleh H. Eng kebun lada miliknya mulai tumbuh subur kembali. Padahal dulunya sempat terlantar dan hampir mati. “Berkat dibantu H. Eng, kebun lada milik saya kini mulai subur kembali dan mulai berbuah,” ujar Abu seraya memetik lada bersama beberapa wanita kerabatnya.

Sementara itu Gubernur Babel, Erzaldi Rosman saat menggelar pertemuan dengan masyarakat Desa Penyamun Kabupaten Bangka pada Selasa (24/07/2018) menyatakan, nantinya petani lada di Bangka akan belajar cara bertanam lada yang baik kepada H. Eng. Sehingga hasil tanaman lada masyarakat akan semakin baik dan meningkat dari seperti kondisi yang sekarang. (irwanto)

 

 

 

 

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Irwanto
Fotografer: 
Irwanto
Editor: 
Irwanto
Bidang Informasi: 
Humas