KPK Ingatkan Pejabat Pemprov Babel

Pangkalpinang – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan mengingatkan kepada para Pejabat di Lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bangka Belitung (Babel) dan aparatur penyelenggara pemerintahan untuk memahami dan mencegah diri dari tindakan korupsi.

Hal itu disampaikan Basaria dalam acara Sosialisasi Koordinasi-Supervisi Pencegahan Korupsi bagi para Pejabat Eselon II, III, IV di Lingkungan Pemprov Babel, Instansi terkait, dan elemen masyarakat Babel yang dilaksanakan di Ruang Pasir Padi Lantai III Kantor Gubernur, Air Itam Pangkalpinang.

Basaria Panjaitan menegaskan, tindakan korupsi telah mengakar ke jajaran pemerintahan yang paling kecil, sehingga perlu dilakukan tindakan pencegahan. Dengan begitu, diharapkan pelaksanaan program pemerintah dapat terlaksana dengan baik, dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Wakil Ketua KPK RI ini menegaskan, telah banyak tindak korupsi yang dilakukan oleh para pejabat pemerintah hingga pada tingkat pemerintahan desa, sehingga mengakibatkan kerugian negara yang sangat besar.

Untuk mencegah terjadi tindak korupsi tersebut, lanjut dia, KPK telah dan terus melakukan Koordinasi dan Supervisi yang baik kepada seluruh elemen masyarakat, yaitu ke seluruh penegak hukum seperti kepolisian, kejaksaaan, aparat pemerintah (pegawai negeri sipil), dan pihak-pihak terkait lainnya untuk menghindarkan dari tindak korupsi.

“KPK telah melakukan koordinasi dan Supervisi kepada seluruh elemen masyarakat dalam pencegahan tindak pidana korupsi, tetapi masih saja terjadi tindakan korupsi,” ungkap Basaria.

Oleh karena itu, Ia berharap para Pejabat baik yang ada di Lingkungan Pemprov Babel, instansi terkait lainnya yang menjadi peserta Sosialisasi Koordinasi-Supervisi, agar tidak menempatkan diri hanya sebagai syarat undangan saja, namun tidak peduli dengan isi atau substansi dari Sosialisasi Koordinasi-Supervisi Pencegahan Korupsi itu sendiri. “Kalau hanya itu, kita hanya buang uang saja,“ ujar Basaria.

Sementara itu, Wakil Gubernur Babel H. Abdul Fatah dalam sambutannya, mengakui  kebiasaan-kebiasaan berprilaku koruptif masih berlangsung di kalangan masyarakat. Untuk itu, Ia mengajak kepada seluruh peserta Sosialisasi Koordinasi - Supervisi Pencegahan Korupsi selaku aparat pemerintah dapat mencegah terjadinya tindak pidana korupsi dalam menjalankan program dan kegiatan pemerintah, khususnya di lingkup Pemprov Babel.

Abdul Fatah juga berharap dilakukannya sosialisasi ini mampu memberikan pemahaman bagi aparatur pemerintah. Kemudian, dapat menyebarluaskan informasi yang diterima kepada masyarakat luas, sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat, yakni taat hukum terutama dalam hal tindak pidana korupsi.

Kegiatan Sosialisasi Koordinasi-Supervisi Pencegahan Korupsi tersebut, juga dihadir Dirjen Energi Sumber Daya Mineral Kementerian ESDM Republik Indonesia Bambang Gatot Ariyono, yang dalam kesempatan sama memberikan paparan mengenai ijin usaha pertambangan di Babel. Selain itu juga hadir Wakapolda Babel, Tantan Sulistyana, Sekda Babel Dr Yan Megawandi, Bupati Bangka Barat Parhan Ali.(Sentosa).

 

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Sentosa
Fotografer: 
Sentosa
Editor: 
Ahmad. S
Bidang Informasi: 
Humas