KUII Ke-VII di Babel Resmi Ditutup Menteri Agama

HUMASPRO, PANGKALANBARU - Penyelenggaraan Konggres Umat Islam Indonesia (KUII) ke -VII tahun 2020 yang berlangsung di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) 26 hingga 29 Februari, resmi di tutup oleh Menteri Agama RI, Jendral TNI (Purn) Fahrul Razi, di Ballroom Hotel Novotel Bangka, Pangkalanbaru, Jumat (28/2/20), malam.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman yang ikut hadir dalam Penutupan KUII ke -VII itu mengatakan,  melalui Konggres ini dapat semakin menguatkan Umat Islam, yang menjadi role model umat terbaik dalam segala aspek kehidupan, menjaga keharmonisan kehidupan, dan terus menjadi pemimpin peradaban yang berlaku adil dan menengahi atau menguraikan problematika manusia. 

Kongres yang dihadiri para ulama, yang mempresentasikan ajaran Islam, yang diakui memiliki kelebihan, seperti keunggulan Iman, keunggulan Ilmu dan Keunggulan beramal, dibandingkan individu atau kelompokbmasyarakat lainnya. Hal ini menjadikan ulama menyandang status sebagai sosok yang mempunyai sentuhan-sentuhan kepada orang lain. Sekecil apapun yang telah dikerjakan tetap bernilai dan mempengaruhi masyarakat.

Gubernur yakin para Ulama yang datang ke Babel mengikuti KUII ke VII ini mampu mengatasi beberapa hal yang dihadapi oleh Umat Islam di Bidang Ekonomi, Politik, Sosial dan Budaya serta Bidang lainnya. 

Selama tiga hari para Ulama berdiskusi tentang bagaimana terus memajukan dan sekaligus memperkuat Ukuwah Islamiyah sebagai sesama Umat. 

"Mari kita bergandengan tangan, jangan lagi kita berpusat membuang energi untuk hal - hal yang membuat kita terpecah belah. Saatnya kita sekarang bersatu, untuk umat demi kemajuan Umat Islam dan Negarara Kita Republik Indonesia," ajak Gubernur.

Dengan Deklarasi Babel yang dihasilkan, Gubernur berharap, dari titik ini, dari Babel Bumi Serumpun Sebalai, dari Negeri yang harmoni dan penuh dengan toleransi, bersama-sama berjanji dalam hati memajukan Umat, untuk kemaslahatan Umat Islam Indonesia.

Selaku masyarakat Babel dan selaku tuan rumah, Gubernur mengucapkan terima kasih kepada MUI yang telah mempercayakan Babel sebagai Tuan Rumah penyelenggaraan KUII ke VI ini. 

Tak lupa Gubernur mengucapkan permohonan maaf apabila dalam penyelenggaraannya ada sesuatu yang kurang berkenan bagi para peserta. 

Sementara itu, Menteri Agama RI, Jendral TNI (Purn) Fahrul Razi dalam Penutupannya menyampaikan, banyak sekali yang dihasilkan dalam perumusan konggres Umat Islam ini, yang bermanfaat bagi Bangsa Indonesia. 

Menteri Agama mengajak semua Ulama untuk kembali berpikir bagaimana memberi pelajaran kepada Umat di Dunia tentang Islam yang sebenarnya. Indonesia yang memiliki umat Islam terbesar di Dunia atau MUI diharapkan dapat menghimbau dan mengajak semua negara - negara di dunia.

"Ayo kita sama - sama Back to Islam.  Kembali kepada Islam, tunjukkan kepada dunia Islam itu seperti ini," seru Menteri Agama. 

Identitas islam dengan identitas kebangsaan, dijelaskannya,  adalah suatu hal yang tidak bisa dipisahkan. Islam merupakan rahmat bagi alam semesta atau Rahmatan lil 'alamin. Oleh sebab itu, Islam harus terbuka dan bergaul dengan alam semesta.

Selain Rekomendasi dalam KUII ke VII ini, juga menghasilkan Deklarasi Bangka Belitung. 

Deklarasi Bangka Belitung yang berisikan 9 butir pernyataan, didasarkan atas komitmen untuk menjaga, mengawal, membela, dan mempertahankan bangsa dan negara Indonesia yang berdasar Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, umat Islam Indonesia berkewajiban untuk mengawal dan meluruskan kembali arah kehidupan berbangsa dan bernegara yang menyimpang dari tujuan didirikannya negara-bangsa ini, sila-sila dalam Pancasila, dan ajaran agama.

Deklarasi ini juga sebagai wujud tanggungjawab keagamaan (mas’uliyah diniyah), tanggung jawab kebangsaan (mas’uliyah wathaniyah), dan tanggungjawab keumatan, setelah mencermati kondisi umat, bangsa, dan negara saat ini, dengan senantiasa memohon perlindungan dan ridla Allah SWT.

Kongres KUII ke -VII yang berlangsung selama empat hari ini, diikuti  segenap komponen umat Islam di Indonesia, dari Pimpinan Majelis Ulama Indonesia se-Indonesia, pimpinan Ormas-Ormas Islam, pimpinan organisasi kemahasiswaan kepemudaan (OKP) Islam, pengasuh pondok pesantren dan sekolah Islam, pimpinan perguruan tinggi Islam, dunia usaha, lembaga filantropi Islam, media, pejabat Pemerintah, partai politik, dan para tokoh Islam lainnya. 

Penutupan Kongres ditandai dengan Pemukulan Palu Sidang oleh Menteri Agama.

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Lulus
Fotografer: 
Lulus
Editor: 
Ahmad
Bidang Informasi: 
Humas