LPSE Babel Jadi Contoh Kementerian Perindustrian RI

Air Itam, Pangkalpinang – Meskipun masih tergolong provinsi muda, namun Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), saat ini, telah menjadi “kiblat” bagi provinsi lain di Indonesia untuk  belajar berbagai bidang di pemerintahan, satu diantaranya adalah Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

Setelah sebelumnya Kementerian Luar Negeri yang mengunjungi LPSE Babel, Kamis (20/4/2017), LPSE Babel yang beralamat di Lantai III Kantor Gubernur Babel, Kelurahan Air Itam Pangkalpinang ini, juga dijadikan contoh oleh LPSE Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (RI) untuk mencapai 17 standarisasi LPSE yang ditetapkan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) RI.

Kepala LPSE Kementerian Perindustrian,  Gunawan Mangkuharjo menyampaikan, tahun 2017 ini, pihaknya mempunyai target 12 Standar LPSE sesuai dengan peraturan yang berlaku. “Saat ini, LPSE Kementerian Perindustrian yang masih berstatus AdHoc dan berada di Bagian Pusdatin, baru mencapai 9 Standar. Oleh sebab itu, kunjungan kami ke LPSE Babel adalah untuk Studi Banding, menggali pengalaman dan informasi, sehubungan dengan LPSE Babel yang telah berhasil memenuhi 17 Standar dari standarisasi LKPP Pusat, dan penghargaan-penghargaan lain yang diraihnya,” terang Gunawan dihadapan Kepala Biro Layanan Pengadaan Sekretariat Daerah (Setda) Babel, Hj. Elfiyena.

 “Kami ingin belajar dan mencontoh bagaimana usaha-usaha yang dilakukan oleh LPSE Babel dalam pemenuhan standar dari LKPP tersebut,” tegas Gunawan.

Sementara itu, Hj. Elfiyena dalam kesempatan itu,  mengucapkan terima kasih kepada rombongan LPSE Kementerian Perindustrian RI, yang bersedia mengunjungi LPSE Babel.

Elfiyena menjelaskan, LPSE Babel saat ini telah memenuhi 17 standar yang telah ditetapkan LKPP. Bahkan LPSE Babel juga, mendapat penghargaan untuk kedua kalinya dalam kategori Peran Provinsi Babel terhadap Kabupaten/Kota dan penghargaan atas Komitmen Pemenuhan Standarisasi LPSE tahun 2014 dengan 17 standar yang terpenuhi, kemudian urutan ke-4 dari segi Kapasitas SDM untuk Keamanan Informasi Serta Layanan di tahun 2016.

Ditambahkan Elfiyena, LPSE Babel, sesuai dengan Struktur Organisasi dan Tata kerja (SOTK) yang baru, saat ini statusnya sudah menjadi Bagian Biro tersendiri yaitu Biro Layanan Pengadaan.

“Untuk itu, dalam hal kunjungan LPSE Kementerian Perindustrian RI ke LPSE Babel ini, kami siap membantu memberikan penjelasan serta data-data pendukung sesuai dengan yang dikehendaki pihak LPSE Kementerian Perindustrian bagaimana cara untuk mencapai 17 standar LPSE. dalam menjalankan tugasnya LPSE Babel selalu berusaha memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” ujar Elfiyena.

Di tempat yang sama, Kepala Bagian LPSE Biro Layanan Pengadaan Setda Babel, Firdaus Alamsyah ST menambahkan,  LPSE Babel yang di launching secara resmi pada tanggal 1 Juni 2010 oleh Gubernur Babel saat itu Eko Maulana Ali (alm), hingga sekarang terus melakukan inovasi dan peningkatan kapasitasnya, baik SDM maupun sistem serta prasarana dan sarananya sesuai regulasi yang ditetapkan oleh LKPP Pusat.

“Keberhasilan yang diraih oleh LPSE Babel, diharapkan dapat menjadi semangat dalam meningkatkan pelayanan di bidang pengadaan barang/jasa pemerintah. Dengan prestasi itu pula, Babel mendapat multi efek berupa promosi pariwisata dari kunjungan-kunjungan berbagai institusi, lembaga, salah satunya dari Kementerian Perindustrian ini,” ungkap Firdaus.

Selanjutnya, sebut Firdaus LPSE Babel mempunyai sejumlah target kerja yakni Penerapan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) sesuai dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 4 tahun 2016 tentang Sistem Manajemen Pengamanan Informasi pada LPSE (ISO), dan mendorong LPSE seluruh Kabupaten/Kota di Babel memenuhi 17 standar LPSE pada tahun 2017 ini.

Firdaus memaparkan 17 Standar yang telah dicapai LPSE Babel itu yaitu, Standar Kebijakan Layanan, Standar Pengorganisasian Layanan, Standar Pengelolaan Aset Layanan, Standar Pengelolaan Resiko Layanan, Standar Pengelolaan Layanan Helpdesk, Standar Pengelolaan Perubahan, Standar Pengelolaan Kapasitas, Standar Pengelolaan Sumber Daya Manusia, Standar Pengelolaan Keamanan Perangkat, Standar Pengelolaan Keamanan Operasional Layanan, Standar Pengelolaan Keamanan Server dan Jaringan, Standar Pengelolaan Kelangsungan Layanan, Standar Pengelolaan Anggaran Layanan, Standar Pengelolaan Pendukung Layanan, Standar Pengelolaan Hubungan dengan Pengguna Layanan, Standar Pengelolaan Kepatuhan, Standar Penilaian Internal.

Setelah memberikan penjelasan, Kepala Biro Layanan Pengadaan didampingi Kepala Bagian LPSE Biro Layanan Pengadaan Setda Babel beserta jajarannya, mengajak Kepala LPSE Kementerian Perindustrian untuk melihatkan langsung Kantor LPSE Babel mulai dari dari front office, Ruang Arsip, Ruang Training dan Bidding, Ruang Verifikasi hingga Ruang Server dan Data. (Lulus).

 

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Lulus
Fotografer: 
Lulus
Editor: 
Ahmad. S
Bidang Informasi: 
Humas