Melati Erzaldi Sampaikan Pentingnya Responsif Stunting

PANGKALPINANG - Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Melati Erzaldi Rosman, didampingi Kepala Perwakilan BKKBN Babel, Etna Estalita, menjadi salah satu Narasumber di acara Sosialisasi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) Bagi Mitra Kerja Tingkat Provinsi Babel, dalam rangka Intervensi Stunting, yang diselenggarakan Perwakilan BKKBN Babel, di Ruang Pertemuan Hotel Menumbing, Pangkalpinang, Selasa (20/3/2018).

Kegiatan dua hari, yang berlangsung dari tanggal 19-20 Maret 2018 itu, diikuti oleh 36 peserta dari OPDKB, Dinas Kesehatan, TP PKK di 7 Kabupaten/ Kota, serta Mitra Kerja BKKBN Tingkat Provinsi.

Dalam materinya, “Peran PKK dalam Pengasuhan 1000 HPK”, Ketua TP PKK Babel, Melati Erzaldi menyampaikan pentingnya responsif terhadap stunting dan optimalisasi 1000 HPK. Stunting menurut Melati, adalah masalah gizi yang cukup signifikan terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan Anak. Dimulai dari dalam kandungan sampai 2 tahun.

“Anak balita dengan stunting, selain mengalami gangguan pertumbuhan secara fisik, umumnya memiliki kecerdasan yang lebih rendah dari anak balita normal. Stunting menjadi Isu kita karena Presentasi stunting di  Indonesia cukup tinggi mencapai 9 Juta,” papar Melati.

Penyebab Stunting, jelas Melati, biasanya diakibatkan Selama Kehamilan Ibu tidak paham terhadap dirinya, tidak paham bahwa dirinya harus makan makanan Bergizi, Vitamin atau tidak pernah memeriksakan Kandungannya ke Posyandu. 

“Sesuai dengan Data Bappenas, Babel masuk titik Stunting yaitu di Bangka Barat. Namun itu Data tahun 2013, dan kita berharap data itu sudah berubah tahun ini. Hal ini menjadi perhatian kita bersama agar Babel Bebas dari Stunting,” ungkap Melati Erzaldi.

Selain itu, Melati juga menjelaskan hubungan antara Program Tim Penggerak PKK dengan stunting dan 1000 HPK.

“TP PKK merupakan Gerakan Nasional dalam Pembangunan Masyarakat yang Tumbuh dari bawah pengelolaannya oleh masyarakat, menuju terwujudnya keluarga yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia dan berbudi luhur, sehat sejahtera, maju dan mandiri, kesetaraan dan keadilan gender serta kesadaran hukum dan lingkungan,” urai Melati.

Melalui 10 program Pokok PKK dan juga IV Pokja yang ada di dalamnya, ditambahkan Melati, punya peran masing-masing terhadap 1000 HPK ini. Dan di Ujung Tombaknya ada di Dasawisma di Tiap-tiap Desa.

“Saya berharap melalui momentum ini, semua elemen dapat bersinergitas dalam menghadapi masalah ini, seperti apa yang telah dilakukan oleh TP PKK Babel yang telah membuat Kesepakatan bersama dengan OPD dan mitranya,” tutup Melati.(Lulus).

 

 

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Lulus
Fotografer: 
Lulus
Editor: 
Ahmad
Bidang Informasi: 
Humas