Melati Erzaldi Tutup Perkemahan Wirakarya Daerah III Babel

MERAWANG - Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Kakwarda Babel), Melati Erzaldi, Kamis (31/10/2019) malam, menutup secara resmi Perkemahan Wirakarya Daerah (PWD) III Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tahun 2019, di Bumi Perkemahan di Bumi Perkemahan Depati Amir, Desa Balunijuk, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka.

Penutupan ditandai dengan Penyalaan Api Unggun, yang merupakan ritual wajib dalam setiap Perkemahan Pramuka.

Dalam sambutan penutupannya, Ketua Kwarda Babel Melati mengatakan, untuk mengisi pembangunan di Provinsi Bangka Belitung, diperlukan pemuda-pemudi yang jujur, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan teguh keimananya, pemuda berkualitas, yang mengerti lingkungan sekitar, dan pemuda yang sangat peduli pada bangsa dan negaranya, pemuda yang memiliki jiwa patriotisme terhadap negara kesatuan republik indonesia dan berjiwa sosial.

Melati yakin, hal itu tercermin dalam diri seorang pramuka yang bertoleransi, baik antara sesama anggota pramuka maupun pramuka dengan masyarakat serta pramuka dengan alam sekitarnya.

Gerakan pramuka, dijelaskan Melati, adalah suatu gerakan pendidikan sukarela yang bersifat non politik, untuk kaum muda, terbuka untuk semua kalangan, tanpa membeda-bedakan asal usul, ras, suku dan agama, sesuai dengan tujuan, asas-asas dan metode kepramukaan.

“Gerakan berarti suatu rangkaian kegiatan yang terorganisasi menuju suatu sasaran. Jadi, suatu gerakan mengandung makna, baik sasaran yang hendak dicapai maupun jenis organisasi untuk mencapainya,” ungkapnya.

Lanjutnya, Gerakan Pramuka sekarang adalah salah satu wadah pembinaan di sekolah yang menjadi esktrakulikuler wajib, yang merupakan suatu kegiatan sangat penting dalam pembentukan moral dan spiritual.

Maka  dari itu, dirinya berpesan kepada adik-adik peserta perkemahan wirakarya daerah untuk ikut serta membangun masyarakat.

Menurutnya, dengan metode pembinaan yang telah diatur sedemikian rupa dan dengan sistem yang telah dievaluasi dengan baik, sehingga terbentuk kaderisasi yang berpendidikan kompeten yang berdaya guna untuk bangsa dan negara kita. Sehingga hasil binaan ini merupakan hasil jerih payah dan kerja keras yang kita rintis bersama.

“Saat ini, kita masih terbelenggu oleh suasana yang cukup berat akibat banyaknya permasalahan yang terjadi di negeri tercinta kita,” kata Melati.

Namun, ditambahkan Melati, dengan segala kemampuan yang dimiliki oleh organisasi gerakan pramuka dan para anggota yang terlibat di dalamnya, tidak menyurutkan semangat untuk meningkatkan kualitas diri dalam rangka melaksanakan amanat dan komitmen organisasi, lebih sekadar menaati ketentuan formal, anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi untuk bersama-sama menyelenggarakan kegiatan yang positif.

Lebih jauh dari itu, ada suatu tekad dan komitmen kolektif yang dibangun dari seluruh jajaran organisasi gerakan pramuka untuk membekali dan memberdayakan generasi penerus bangsa di masa depan.

“Semoga dengan Perkemahan Wirakarya Daerah III Kepulauan Kangka Belitung Tahun 2019 ini, memberikan energi positif untuk Pramuka Bangka Belitung yang siap untuk berbakti dan membangun masyarakat sesuai dengan slogan perkemahan wirakarya tahun 2019 yaitu, akrab (aktif, kreatif, berbakti),” harap Kakwarda, Melati.

Perkemahan ini berlangsung selama 6 hari dari tanggal 26-31 Oktober 2019 dan diikuti 1.940 Pramuka Penegak dan Pandega dari 7 Kabupaten/ Kota Se- Bangka Belitung, ditambah dengan Pendamping dan pengawas.

Adapun dalam perkemahan para peserta mengikuti seluruh kegiatan yaitu Kegiatan Umum, Kegiatan Bakti Buper, Kegiatan Bakti Masyarakat, Kegiatan Seni Budaya dan Kegiatan Edukasi.

Ikut hadir pada kegiatan penutupan Forkopimda Bangka Belitung, para Wakil Ketua dan Anggota Kwarda Bangka Belitung, serta Kwartir dan Kwarcab Se-Bangka Belitung.

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Lulus
Fotografer: 
Lulus
Editor: 
Ahmad
Bidang Informasi: 
Humas