Melati Paparkan Peranan Dekranasda dalam Mengangkat Kerajinan

PANGKALPINANG - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Melati Erzaldi menjadi Narasumber Kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Dalam Rangka Meningkatkan Kualitas Data Penyusunan Analisis Hasil Pencacahan Sampel Sensus Ekonomi 2016, di Hotel Cordola Pangkalpinang, Senin (10/12).

Kegiatan sehari yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dihadiri Kepala BPS Babel, Darwis Sitorus, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Babel, Elfiyena, Dekan Fakultas Ekonomi UBB, Reniati, dan Sekretaris Umum HIPMI Babel, Leo Adi Winata.

Dalam Paparannya saat menjadi Narasumber dalam kesempatan tersebut, Ketua Dekranasda Babel, Melati Erzaldi menyampaikan Program kerjanya, dan peranan Dekranasda dalam mengangkat kerajinan - kerajinan yang merupakan potensinya dalam Satu Data.

Dikatakannya, Bangka Belitung memiliki berbagai Potensi yang bisa dikembangkan. Selain Tenun Cual yang merupakan kain khas kebanggaan Bangka Belitung, juga kerajinan lain seperti Kerajinan Rajutan, Pewter dari bahan Timah, Kerajinan Kerang, Songkok Resam maupun Anyaman.

Dalam pengembangan itu, selain menggandeng pihak lain, kata dia, juga gencar dalam promosi dan pameran baik di dalam maupun luar negeri.

Khusus untuk Cual, saat ini, menjadi menjadi perhatian dan merupakan salah satu Tenun Binaan Dekranas Pusat, pihaknya terus mengupayakan pengembangan melalui Branding Cual. Dengan menggandeng Bank Indonesia, Cual ini, diharapkan semakin berkembang.

“Bangka Belitung di ajang Nasional juga tidak pernah absen, Kegiatan seperti Kriya Nusa, dan lainnya juga selalu diikuti. Bahkan baru - baru ini, di Jakarrta diluncurkan SMESCO Indonesia presents Stunning  Babel,” kata Melati.

Diharapkan dari upaya upaya itu, lanjut Melati, Cual Bangka Belitung serta kerajinan lainnya akan semakin dikenal oleh masyarakat luas sehingga mampu mendorong perekonomian Bangka Belitung.

Sebelumnya, dalam pembukaan kegiatan itu, Kepala BPS Babel, Darwis Sitorus mengatakan, kegiatan pendaftaran listing usaha diluar sektor pertanian, melalui Sensus Ekonomi (SE) telah dimulai pada mei 2016.

Hasil SE ini, dikatakannya, selain untuk sampling brain berbagai kegiatan sumber ekonomi dan menyempurnakan statistik bussines register, juga diharapakan dapat digunakan untuk memetakan wilayah menurut lapangan usaha dan pelaku usaha, serta dijadikan smart indikator ekonomi.

FGD ini, harapnya, dapat Meningkatkan Kualitas Data Penyusunan Analisis Hasil Pencacahan Sampel SE 2016 dan mampu menjawab semua tujuan dari SE 2016 itu sendiri.

Jika analisis hasil SE ini mampu menggali potensi Usaha Mikro Besar (UMB) dan Usaha Mikro Kecil (UMK), maka, kata Dia, akan sangat bermanfaat bagi perencanaan dan perumusan kebijakan pemerintah.

“Melalui kegiatan ini juga diharapkan potret ekonomi Bangka Belitung dan 7 Kabupaten/Kota hasil SE 2016 dapat disampaiakan pada publik dan mempercaya pemahaman publik terhadap data SE 2016,” ungkapnya.

Dikatakannya juga, UMK yang merupakan penggerak perekonomian Bangka Belitung, baik keberadaan usaha maupun penyerapan tenaga kerja. Jumlah UMK saat ini, diungkapkannya, mencapai 98,4 persen usaha atau sekitar 125 ribu usaha dan menyerap 84,88 persen atau 280 ribu tenaga kerja.

Kegiatan ini, diikuti selain diikuti Kepala BPS Se Bangka Belitung, dan Jajaran BPS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, juga diikuti para pelaku Usaha di Babel.(Lulus).

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Lulus
Fotografer: 
Lulus
Editor: 
Ahmad
Bidang Informasi: 
Humas