Menpar Bersama Gubernur Erzaldi Tinjau Rencana KEK Tanjung Gunung

TANJUNG GUNUNG, BANGKA TENGAH - Menteri Pariwisata Republik Indonesia (Menpar RI), Arief Yahya bersama Gubernur Babel Erzaldi Rosman, Jumat (13/4/2018) pagi, meninjau Pantai Pan Semujur Desa Tanung Gunung Kecamatan Pangkalanbaru Bangka Tengah, yang menjadi lokasi rencana Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Selain Gubernur, turut serta dalam peninjauan itu, Ketua TP PKK Babel Melati Erzaldi, Sekda Babel Yan Megawandi, Bupati Bangka Tengah, Ibnu Saleh, Kepala Dinas Pariwisata Babel, M.Rivai serta Direktur PT. Pan Semujur,  Djohan Ridwan Hasan.

Kedatangan Menpar Arief Yahya didampingi Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dadang Riski Ratman, Staf Khusus Menteri Bidang Media, M. Noer Sadono, Ketua Tim Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Kementerian Pariwisata RI, Hiramsyah Sambudhy Thaib.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman dalam sambutannya menjelaskan, kawasan Pan semujur Tanjung Gunung ini bergerak sejak lama, dan memang dipersiapkan sejak 10 tahun lalu, untuk rencana KEK, dimulai dari 2 tahun lalu.

Berbagai upaya, lanjut Gubernur, telah dilakukan, salah satunya adalah telah dilakukannya paparan di hadapan Dewan KEK Nasional. Dirinya berharap benar semoga 2 KEK yang diajukan ini dapat direstui oleh pemerintah pusat khususnya Dewan kek.

Menurutnya, yang terpenting di Babel ada tranformasi ekonomi. “Pariwisata kita munculkan dan didorong terus. Secara bertahap aktifitas tambang akan menurun, di sisi lain pariwisata naik,” ujar Gubernur.

Oleh sebab itu, diriya meminta dukungan Menpar dan stakeholder lainnya. “Saya yakin Pariwisata Babel akan lebih maju,” tandas Gubernur.

Dijelaskannya juga, ada saat ini ada perubahan kunjungan wisata di Babel dari segi jumlah. Tahun lalu, dalam skala bulan Januari hingg Maret sepi, tapi sekarang  ada peningkatan terlihat dari permintaan kamar di hotel-hotel yang ada di Babel yang semakin meningkat.

Hal ini juga, kata Gubernur, menunjukkan adanya pertumbuhan ekonomi di Babel, di mana sebelumnya pertumbuhan ekonomi Babel di bawah rata-rata nasional. Hal ini merupakan adanya semangat yang sama.

“Saya yakin dengan semangat kita yang sama, sedikit demi sedikit pariwisata akan menjadi gerbong yang membawa kemajuan ekonomi  secara keseluruhan. Mudah-mudahan  kehadiran Menpar ini, akan menjadi suatu momen yang sangat berharga bagi Babel, dan menyampaikannya ke Pemerintah Pusat bahwa KEK Babel layak untuk disetujui,” pungkasnya.

Sementara itu, Menpar Arief Yahya mengatakan, dalam pembangunan dibutuhkan transformasi, pariwisata dan KEK.

Dalam transformasi, dijelaskannya, seorang pemimpin visioner adalah pemimpin yang selalu ingin memenangkan masa depan.  Masih menurutnya, dalam Industri di dunia ada 3 besar Bidang yaitu pertanian, trading, services.

Menpar meyakinkan, apabila Pulau Bangka mau maju, maka harus punya KEK. Dengan KEK ini, ditegaskannya, pemerintah pusat akan komit dalam membangunkan infrastruktur dan utilitas dasar. “Semoga KEK Tanjung Gunung dapat segera disetujui oleh pemerintah pusat,” harap Menpar.

Lanjut Menpar, suatu kawasan layak dikembangkan menjadi KEK harus memenuhi 14 persyaratan, baik calon investor, infrastruktur, tata ruang hingga status lahan yang sudah "clear and clean". Diharapkan dalam rencana 2 KEK di Bangka ini, dalam kurun waktu 3 bulan persyaratan itu terpenuhi.

“Memang susah dalam pengajuan KEK ini, namun lebih susah lagi kalau kita tidak punya KEK,” ungkapnya.

Sebelumnya, Direktur PT. Pan Semujur, Djohan Ridwan Hasan sekilas memaparkan tentang pengembangan Pantai Pan Semujur Tanjung Gunung.

Dalam kesempatan itu, Menpar RI bersama Gubernur Babel serta tamu undangan lainnya meninjau fasilitas-fasilitas yang ada Pantai Pan Semujur.(Lulus).

 

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Lulus
Fotografer: 
Lulus
Editor: 
Ahmad
Bidang Informasi: 
Humas