Orang Tua Mahasiswa Akui Anak Mereka Enjoy di Taiwan

PANGKALPINANG--Setelah Senin (7/1/2019) lalu mengumpulkan orangtua mahasiswa asal Babel yang berkuliah di Taiwan, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung M Soleh kembali menggelar pertemuan dengan sejumlah perwakilan orang tua mahasiswa di Kantor Dinas Pendidikan Pemprov Babel pada  Selasa (8/1/2019).

Pertemuan ini merupakan pertemuan lanjutan untuk menegaskan bahwa berita miring yang beredar mengenai kerja paksa dan mengkonsumsi makanan yang tidak halal bagi mahasiswa Indonesia di Taiwan yang mengikuti program Program Industry-Academia Collaboration adalah berita tidak benar.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Dinas Pendidikan memastikan bahwa para mahasiswa enjoy menjalani kerja magang dan kehalalan makanan yang dikonsumsinya serta menjamin legalnya program pendidikan ini.

Sebelumnya sekitar 294 mahasiswa asal Bangka Belitung yang mengikuti program ini oleh Pemprov Babel melalui Dinas Pendidikan, diseleksi dan dikirim secara resmi, didata dan didaftarkan ke Kantor Kedutaan Republik Indonesia dengan visa pelajar ke Taiwan untuk mengampu pendidikan di beberapa universitas resmi di sana. Selama empat tahun itu, selain mendapat pendidikan, para mahasiswa juga berkesempatan magang di perusahaan lokal. Bahkan  akan mendapat kesempatan belajar bahasa Inggris dan Mandarin sehingga dapat meningkatkan SDM Bangka Belitung.

"Berita miring yang selama ini beredar adalah tidak benar dan kita sudah mengkonfirmasikan baik ke pihak universitas, KBRI di Taiwan, maupun pengawas yang ada di sana. Bahwa tidak ada pemaksaan di sana. Malah mahasiswa Babel di sana takut jika berita yang beredar ini bisa mengganggu proses belajar mereka,” ujar Soleh.

M. Soleh juga mengatakan saat ini masih berjalan kerja sama atau MoU secara legal melalui Yayasan PGRI dan Polman dengan universitas yang ada di Taiwan, bukan melalui calo atau agen seperti yang diberitakan. Bahkan di awal pemberangkatan Pemprov Babel mengimbau agar para siswa yang akan belajar di Taiwan tidak lewat agen tetapi mendaftar secara resmi melalui Dinas Pendidikan Bangka Belitung.

Hal tersebut diperkuat dengan kesaksian para orang tua siswa yang sebelumnya telah mengkonfirmasi langsung melalui hubungan telepon maupun video call kepada para anaknya.

Salah satu orang tua dari mahasiswa yang bernama M Zakir Amar, Zainal Abidin yang saat ini anaknya kuliah jurusan sistem informasi komputer di Taiwan menuturkan dirinya merasa senang lantaran anaknya dapat mengikuti program ini. Selama ini dirinya selalu berkomunikasi dengan sang anak dan diketahui bahwa proses belajar mengajar berlangsung dengan baik. Bahkan nilai akademik anaknya menunjukkan prestasi yang meningkat.

Program kerja magang yang diikutinya juga tidak mengganggu belajar mengajar, justeru kerja magang yang sejalan dengan program studinya itu mampu meningkatkan prestasinya. “Untuk kebutuhan makan minum sehari-hari baik di tempat kuliah maupun tempat kerja dan di apartemen juga tidak ada masalah, karena di sana disediakan tempat yang dikelola oleh seorang muslim Indonesia yang disebut Mentor oleh mereka,” papar Zainal.

Kendati banyak juga toko yang menjual makanan bersertifikasi halal di sana, malah mereka sengaja masak sendiri untuk bekal di tempat kuliah maupun tempat kerjanya. Soal keamanan di sana juga terjaga dengan baik.

Hal yang sama dikatakan Masnan,orang tua dari mahasiswa Safta dan Dedi Rahman yang mengikuti program beasiswa kuliah magang di Taiwan menyikapi berita miring yang ada sehingga meresahkan mereka.

Menurut Masnan, apa yang diberitakan tidak benar sama sekali. Justeru ia mendapat informasi dari anaknya yang kuliah di Taiwan, bahwa  kuliah magang berjalan sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh pihak univesitas dan perusahaan.

 

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Reza Wahyudhi Thamrin
Fotografer: 
Reza/Lulus
Editor: 
Irwanto
Bidang Informasi: 
Humas