Pelayanan Kesehatan Harus Bermutu dan Adil

Pangkalpinang - Membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) III Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), di Gedung Hamidah Pangkalpinang, Senin (26/12/2016), Asisten Sekretaris Daerah Provinsi bidang Pemerintahan dan Kesra Ir Amrullah Harun MSi menegaskan, penyelenggaraan pelayanan kesehatan oleh pemerintah maupun masyarakat harus bermutu, adil dan merata.

"Dengan memberikan pelayanan khusus kepada penduduk miskin, anak anak, dan para usia lanjut yang terlantar, baik di perkotaan maupun di pedesaan," kata Amrullah membacakan sambutan tertulis Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.

Tenaga keperawatan, pintanya, memiliki konsistensi mengedepankan profesionalisme dalam menyukseskan program pemerintah dalam pelayanan kesehatan. Karena pembangunan bidang kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. 

Dikatakan, peran perawat profesional sangat diperlukan dalam menyukseskan program bidang kesehatan karena mereka bekerja di lembaga pelayanan publik. Dan diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan kontribusinya melayani masyarakat dengan baik.

Layanan itu, sebut Amrullah, dapat bersifat promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, pelayanan kebidanan dan pelayanan kesehatan darurat medis, hingga pelayanan penunjang yang meliputi pemeriksaan laboratorium sederhana dan pelayanan kefarmasian.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP PPNI) Haris Fadillah SKep SH mengatakan, pihaknya kini sedang berupaya melakukan pendekatan lebih intensif kepada pemerintah melalui program kerja untuk berperan aktif membangun bidang kesehatan dan penguatan organisasi. PPNI, tambahnya, mengharapkan dukungan pemerintah terhadap program tersebut diantaranya melalui penempatan perawat di setiap desa atau program satu desa satu perawat.

“Saat ini, beberapa provinsi sudah mulai mencoba untuk berpikir bagaimana perawat berkontribusi dalam pembangunan kesehatan. Di Sulawesi Tenggara sudah empat kabupaten yang dibiayai APBD untuk program satu desa satu perawat," paparnya.

Haris Fadillah menjelaskan, tugas utama PPNI yaitu memfasilitasi dan membuka akses bagi peningkatan kompetensi perawat. Sebab itu, PPNI butuh dukungan pemerintah provinsi untuk memberdayakan perawat di Kepulauan Bangka Belitung.

Pembukaan Muswil III Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kepulauan Bangka Belitung juga dihadiri Sekjen PPNI Pusat Dr Mustikasari, Ketua Departemen Organisasi dan Kaderisasi PPNI Pusat M Ilyas, Koordinator PPNI Wilayah Sumatera E Tarigan, serta pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang. (suherman)

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Suherman Romli
Fotografer: 
Suherman Romli
Editor: 
Ismail
Bidang Informasi: 
Humas