Pemerintah Terus Dorong Pembinaan Sekolah Model

Air Itam, Pangkalpinang – Pemerintah terus mendorong pembinaan terhadap sekolah model dalam mencapai Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang dilaksanakan dinas pendidikan dan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP).

"Pengembangan sekolah model atau sekolah rujukan secara terus-menerus dan berkelanjutan sehingga menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lainnya," kata Staf Ahli Gubernur Kepulauan Bangka Belitung bidang SDM dan Kemasyarakatan Dr Hj Syafitri SE MSi, saat membuka kegiatan Diseminasi Hasil Pengembangan Sekolah Model, di Gedung Pertemuan Depati Barin, LPMP Babel, di Pangkalpinang, Selasa (27/12/2016).

Dikatakan, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang harus disiapkan guna mencetak sumber daya manusia berkualitas dan mampu menjawab tantangan global. Sebab itu, pendidikan menjadi kebutuhan dalam proses pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.

Membacakan sambutan tertulis Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Babel, Syafitri mengharapkan LPMP dapat memberikan bantuan berupa sarana kepada sekolah. Demikian sebaliknya, pihak sekolah berperan menyampaikan evaluasi terhadap hasil-hasil kajian yang dilakukan LPMP dalam meningkatkan pendidikan.

Kepala LPMP Provinsi Babel Enang Ahmadi SPd MPd mengatakan, pihaknya akan mengawal pelaksanaan pengembangan sekolah model dan sekolah rujukan sebagaimana rencana pemerintah hingga tahun 2020 terdapat sekolah dengan akreditasi A, masing-masing Sekolah Dasar (SD) sebanyak 75 persen dan SLTP 80 persen.

"Ada dua program pemerintah pusat yang harus diselesaikan pada tahun 2020, LPMP akan mengawal dalam memenuhi standar pendidikan dengan pelaksanaan pengembangan sekolah model dan sekolah rujukan yang ada di Bangka Belitung," jelas Enang.

Pada kegiatan yang diprakarsai oleh LPMP Bangka Belitung itu, Guru Besar Universitas Sebelas Maret Prof Dr Baedhowi MSi mengatakan bahwa dalam pengembangan sekolah sebagai model harus mampu melakukan tata kelola yang transparan dan akuntabel.

Dalam implementasinya, lanjut Baedhowi, kepala sekolah harus memahami visi, misi dan tujuan sekolah serta mampu bertindak sebagai manajer sekaligus entrepreneur dalam mengembangkan sekolah melalui kreativitas dan inovasi.

"Belajar ke depan bukan hanya untuk lulus sekolah saja, tetapi membangun karakter anak untuk mampu mengendalikan dan mengatasi dirinya,” demikian Baedhowi. (sentosa)

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Sentosa Lumban Toruan
Fotografer: 
Sentosa Lumban Toruan
Editor: 
Ismail
Bidang Informasi: 
Humas