Pemprov Apresiasi Penyelenggaraan Lomba Kitab Kuning Pertama di Babel

Pangkalpinang – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Dr. H. Erzaldi Rosman yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, H. Marwan, S.Ag menyampaikan apresiasinya kepada Kapolda Babel yang telah menyelenggarakan Lomba Baca Kita Pertama di Mapolda Babel.

Ungkapan itu disampaikan Staf Ahli Gubernur, saat memberikan sambutan pada acara Pembukaan Lomba Kita tingkat Tsanawiyah, Aliyah, dan Umum, di Ruang Tribarata Mapolda Babel, Jumat (11/8/2017) pagi.

Lebih lanjut Marwan mengatakan, kegiatan ini unik dan super langka di Bangka Belitung. “Kalau melaksaksanakan dzikir dan istighosah bersama itu sudah biasa, tapi Kitab Kuning, ini baru pertama kali di Babel, dan ini dipromotori bukan oleh orang yang biasa mengelola Kitab Kuning, tapi oleh Kapolda,” ungkap Marwan.

“Apa yang dilakukan Kapolda ini, hikmahnya, Pertama, untuk mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Yang dekat diajak lebih dekat lagi. Karena memahami dan membaca Kita Kuning ini, membuat kita menjadi umat islam yang seutuhnya. Kedua, kita diajak untuk nanti harkat dan martabat kita diangkat oleh Allah SWT. Karena Allah telah berjanji didalam Alquran bahwa orang yang beriman dan berilmu itu, nanti akan diangkat derajatnya oleh Allah beberapa derajat,” jelas Marwan.

Ketiga, sambung Marwan, sebagai umat muslim juga diajak untuk memahami ajaran islam itu tidak setengah-setengah. Jangan memahami ajaran itu kulitnya saja. Sebab, didalam Kitab Kuning ini, ada ajaran fikih, tauhid, tasawub, muamalah, semuanya utuh. Dan syarat menjadi ulama atau kiayai itu salah satunya harus memahami Kitab Kuning.

“Kalau orang sudah memahami Kitab Kuning ini, maka saya yakin orang itu akan paham terhadap islam secara utuh, benar-benar rahmatan lil ’alamin,” ujarnya.

Sekarang, ditambahkan Marwan, kenapa terjadi pemahaman islam yang keliru, itu karena mereka baru tahu kulitnya sudah ceramah kemana-mana, ngaku kiayai. Kemudian, jihadnya hanya membunuh orang. Padahal, ditegaskan Marwan, yang namanya jihad itu seperti menuntut ilmu, termasuk didalamnya membaca Kitab Kuning ini.

“Pesan pak Gubernur , agar Kitab Kuning ini utuh dan lestari, terus kita budayakan. Kalau Kitab Kuning ini kita budayakan, maka ada tiga dimensi yang harus kita miliki. Pertama, dimensi rasa. Umat islam harus memiliki rasa memiliki warisan dari ulama. Kalau kita sudah merasa memiliki, maka kita akan tulus mempelajarinya. Begitu juga dengan berbangsa dan bernegara, kenapa sering terjadi bentrok, itu karena masyarakat kita sudah kehilangan rasa memiliki terhadap bangsa,” jelas Marwan.

Ketiga, lanjut dia, umat islam harus memiliki dimensi semangat. “Semua harus satu, bagaimana Kitab Kuning ini bukan hanya kita baca, tapi harus kita pahami dan implementasikan dalam kehidupan masyarakat,” tambah Marwan.

Sementara itu Kapolda Babel, Brigjen Pol Anton Wahono pada kesempatan sama mengharapkan, kegiatan ini dapat memberikan manfaat, guna terpeliharanya keamanan dan ketertiban di masyarakat serta dapat mempererat ukhuwah islamiyah, dan mewujudkan masyarakat yang sejahtera, dalam rasa aman dan damai.

“Kita sadari bersama, tantangan yang kita hadapi kedepan semakin berat. Fenomena dan perkembangan demokrasi dan kemajuan teknologi informasi turut mempengaruhi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Negara kita, salah satunya fenomena sosial seperti radikalisasi, kebiasaan saling mencaci di media sosial, hingga konflik sosial yang berlatarbelakang sara, yang berujung pada percepahan. Tentulah hal demikian sangatlah dilarang oleh agama manapun, terutama yang sangat bertentangan dengan radikalisme, kekerasan dan ujaran-ujaran kebencian di masyarakat khususnya antar sesame muslim,” terang Kapolda.

Lomba Kitab Kuning ini, ditambahkan Kapolda, dilaksanakan untuk memagari generasi muda, untuk menyamakan visi dan misi generasi muda. “Pemahaman yang simpel bagi saya, apabila kita memahami kitab kuning atau arab gundul, bearti kita mengerti tetantang tafsir. Apabila kita  mengerti tetang tafsir, bearti kita tidak akan bisa dipengaruhi oleh budaya asing, ini yang saya inginkan,” tegas Kapolda.

Ada hal yang menarik dalam Lomba Kitab Kuning ini, dimana pemenangnya nanti, akan mendapatkan hadiah Umroh dari Kapolda Babel.(Ahmad).

 

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Ahmad
Fotografer: 
Ahmad
Editor: 
Ahmad. S
Bidang Informasi: 
Humas