Pemprov Babel Bakal Rekrut ASN dari Disabilitas

PANGKALPINANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berencana menerima calon Aparatur Sipil Negara (ASN) dari penyandang disabilitas. Diharapkan alokasi tersebut benar-benar terisi oleh para pelamar, berdasarkan persyaratan yang diajukan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD).

Statement itu disampaikan Gubernur Babel Erzaldi Rosman dihadapan para penyandang disabilitas dan lanjut usia dalam kegiatan Silaturrahmi Gubernur dengan penyandang disabilitas dan lansia serta penutupan kegiatan program pelayanan jarak jauh Panti Sosial Bina Grahita Ciung Wanara Bogor Kementerian Sosial RI, di Mahligai Serumpun Selabai, Senin (9/7/2018).

Gubernur Erzaldi mengaku sudah meminta BKPSDMD Babel untuk mengalokasikan formasi dari penyandang disabilitas, termasuk syarat teknis bagi para bakal calon ASN.

Menurut Erzaldi, sejak dua bulan lalu Pemprov melalui BKPSDMD sudah mengusulkan formasi tersebut ke pusat. Dirinya berharap formasi dapat terisi oleh para pelamar dari penyandang disabilitas, pada saat pendaftaran penerimaan ASN Pemprov Babel.

Saat ini, kata Gubernur, terdaftar 460 penyandang disabilitas yang ada di Kota Pangkalpinang. Dari jumlah tersebut, 40 orang diantaranya baru terakomodir menerima pelatihan keterampilan dari pemerintah.

Oleh sebab itu, Gubernur menginginkan para penyandang disabilitas diberikan keterampilan agar mereka dapat diterima bekerja, baik di pemerintahan maupun perusahaan swasta. Setelah memperoleh pelatihan keterampilan, pemerintah berkewajiban menyalurkan mereka kepada perusahaan sesuai potensi.

Di lain pihak, Gubernur Erzaldi mengingatkan dunia usaha untuk lebih peduli kepada penyandang disabilitas. Terlebih melalui program CSR dalam membantu meringankan beban mereka.

Pegawai Negeri Sipil atau tidak, harus mewajibkan perusahaan menerima disabilitas, tapi harus melalui proses pembekalan berupa keterampilan kerja berdasarkan potensi.

“Harus kita latih agar disabilitas memiliki keterampilan, baru kita bagi ke perusahaan-perusahaan. Ada 460 disabiltas yang ada di Pangkalpinang, baru 40 yang terakomodir untuk dilatih. Hal-hal seperti ini harus cepat ditanggapi, kita jadikan ini sebagai ladang ibadah melalui kepedulian,” tegas Gubernur.

Sebelum diminta, ditambahkan Gubernur, sudah dikasih. “Dulu, di Bangka Tengah ada 4 formasi, alhamdulillah terisi. Jangan sampai kita adakan, tapi tidak ada yang mengisi. Sudah 2 bulan yang lalu kita minta. Persyaratan secara teknis ada pada BKPSDM,” ujar Gubernur.

Ia juga mengaku bahagia berada di antara penyandang disabilitas dan lansia. Menurutnya, tidak ada orang yang sempurna. Jangan pernah merasa kekurangan terhadap keterbatasan yang ditakdirkan, tetapi jadikan sebagai lahan ibadah. Orang tua yang anaknya disabilitas jangan berkecil hati, karena ujian ini jadikanlah sebagai ibadah, sebab mereka juga bisa beri manfaat kepada keluarga.

“Jangan menganggap diri tidak sempurna, mari kita kerjakan perbuatan yang baik. Diharapkan banyak dunia usaha yang lebih peduli dalam membantu penyandang masalah sosial di Babel, sekaligus memberdayakan mereka,” ungkap Gubernur.

Saat berdialog, Gubernur mengakomodir keinginan mereka. Beberapa diantaranya adalah para penyandang disabilitas ini, menginginkan diberikan pekerjaan juga modal peralatan usaha seperti mesin pencetak batako dan mesin jahit.

Gubernur berjanji akan membantu peralatan yang diharapkan dari sumbangan para ASN yang terbuka hatinya, tidak usah menunggu alokasi APBD.

 

Kemensos Dukung Langkah Pemprov Babel

Sementara itu, Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas (RSPD) Kementerian Sosial, Rachmat Koesnadi mendukung langkah Pemprov Babel untuk mengakomodir para penyandang disabilitas bekerja di pemerintahan.

Secara internal, menurut Rachmat, Kemensos sudah membahas kebutuhan dan persyaratan seleksi pegawai ASN dari para penyandang disabilitas. Pihaknya bahkan merekomendasikan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk memperhatikan alokasi dua persen dari penerimaan kebutuhan pegawai ASN, mengacu pada Undang-Undang Nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Sehingga para penyandang disabilitas juga bisa berkiprah lebih banyak pada tugas-tugas kepemerintahan.

“Kami sudah bertemu biro kepegawaian dan organisasi Kemensos atas permintaan Kemenpan dan RB terkait dengan persyaratan seleksi bagi para penyandang disabilitas mengenai jabatan apa saja yang bisa dilaksanakan oleh para penyandang disabilitas. Secara internal kami sudah rapat, ada beberapa jabatan sampai 750 jabatan pelaksana dan 200 jabatan fungsional yang bisa dijabat atau dilaksanakan,” terang Rachmat.

Kemensos, lanjut dia, merekomendasikan agar dalam seleksi memperhatikan prosentasi bagi penyandang disabilitas sebanyak dua persen. Kemenpan akan melaksanakan UU Nomor 8 2016 tentang Penyandang Disabilitas agar diterima menjadi pegawai ASN. Mudah-mudahan penyandang disabilitas bisa berkiprah lebih banyak di tugas-tugas kepemerintahan.

“Bersama Pemda, kementrian lainnya, dan dunia usaha agar bersama-sama mengikutsertakan dan memberdayakan penyandang disabilitas untuk masuk ke jasa usaha untuk kemandirian bekerja,” harap Rachmat.

 

Serahkan Sejumlah Bantuan

Pada kesempatan itu, juga dilakukan penyerahan sejumlah bantuan secara simbolis aksesibilitas alat bantu dari CSR PT Angkasa Pura II Persero berupa 60 alat bantu dengar dan 4 alat bantu jalan dengan cerebral palsy.

Kemudian, penyerahan sertifikat program pelayanan jarak jauh (PPJJ) bagi 40 penyandang disabilitas intelektual yang telah mendapatkan pendampingan selama 4 bulan oleh Panti Sosial Bina Grahita Ciung Wanara Kemensos, bantuan dana Usaha Ekonomi Produktif (UEP) bagi 40 orang penyandang disabilitas intelektual, masing-masing Rp2 juta, bantuan hibah dana UEP disabilitas potensial sebesar Rp64 juta lebih kepada 10 orang, pemberian aksesibiltas alat bantu tahap 1 berupa 10 tongkat dan 17 kursi roda.

Dilanjutkan dengan penyerahan bantuan dana usaha ekonomi produktif UEP tahap 1 bagi 110 lansia potensial dari Kemensos masing-masing sebesar Rp2 juta per orang, dana kegiatan pendampingan dan perawatan lansia di lingkungan keluarga (home care) melalui lembaga kesejahteraan sosial sebesar Rp60 juta untuk 50 lansia dari Kemensos, dana pemenuhan kebutuhan dasar kepada panti Sosial Siti Anna Pangkalpinang, serta penghargaan sebagai panti sosial lanjut usia terbaik nasional tahun 2018 sebesar Rp67 juta 500 ribu rupiah kepada 50 lansia di dalam panti.

Disamping itu, diberikan pula bantuan 52 paket sembako Bank Sumsel Babel kepada penyandang disabilitas dan lansia.

Tak hanya itu, dalam kegiatan sama juga diberikan penganugerahan penghargaan berprestasi pertama kesejahteraan sosial peduli lansia tingkat nasional kepada panti lansia bakti siti anna kategori lembaga kesejahteraan sosial tahun 2018.

Perwakilan Perusahaan CSR, Executive General Manager PT Angkasa Pura 2 (Persero) Juanda mengatakan, kegiatan ini sebagai wujud program BUMN hadir untuk Negeri, tahun 2018 yang mencapai 34 miliar rupiah. Ini juga merupakan sinergi dengan Pemprov dan mitra usaha lainnya. Dengan harapan Bisa bermanfaat lebih bagi warga dan mendorong perekonomian di daerah.

Pada kesempatan itu, juga ditampilkan kebolehan para penyandang Disabilitas mulai dari Menyanyi, Baca Puisi dan Menari.

Ikut mendampingi Gubernur dalam kegiatan itu, Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kemensos Rachmat Koesnadi, Kepala Panti Sosial Bina Grahita Ciung Wanara Bogor Kemensos Sumiatun, Executive General Manager PT Angkasa Pura 2 (Persero) Juanda, Kacab Bank Sumsel Babel Cab Pangkalpinang Febriansyah Muslimin, Ketua TP PKK Babel Melati Erzaldi, Wakil Ketua TP PKK Babel Laksmi Abdul Fatah, dan Kepala Dinas Sosial Babel, Azis Harahad.(Lulus).

 

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Lulus
Fotografer: 
Lulus
Editor: 
Ahmad
Bidang Informasi: 
Humas