Pemprov Babel Belajar Konsep Pariwisata Kota Batu

Kota Batu, Jawa Timur - Dalam rangka menindaklanjuti kujungan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Dr. Erzaldi Rosman ke Kota Batu Jawa Timur, untuk belajar mengembangkan pontensi wisata dan menjajaki kerjasama di bidang Parawisata, Gubernur Babel mengutus sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Provinsi Babel  untuk melakukan kunjungan kerja lanjutan ke Kota Batu Jawa Timur (Jatim).

Utusan rombongan yang dikirim adalah Sekretaris Daerah Provinsi Babel Dr. Yan Megawandi yang diwakili Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Babel, Dr. Budiman Ginting, Kepala Bappeda, Kepala Biro Pemerintahan, Kepala Biro Umum, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Babel pada Kamis hingga Sabtu pecan kemarin.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel diterima langsung oleh Plt. Sekda Kota Batu Achmad Suparto, Asisten II Kota Batu, Plt. Kepala Dinas Parawisata Kota Batu, Kabag Humas, Kabag Protokol, Kabag Umum Kota Batu.

Usai diterima, rombongan di ajak langsung untuk meninjau sarana dan parsarana Gedung Perkantoran Terpadu Kota Batu, mulai dari ruang kerja Kantor Walikota dan Wakil Walikota sampai meninjau kantor OPD di lingkungan Kota Batu yang saling berdekatan satu dengan yang lainnya.

Selesai meninjau berbagai sudut bangunan dan Kantor OPD Kota Batu, rombongan Pemprov Babel langsung melakukan dialog dan berdisuksi serta mendengarkan paparan Asisten II Setda Kota Batu terkait potensi pariwisata Kota Batu, termasuk Grand Desain Gedung, taman dan Kehumasaan Kota Batu di ruangan rapat utama Kantor Kota Batu.

Usai melakukan dialog dan diskusi serta mendengarkan paparan, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Pemprov Babel Dr. Budiman Ginting menjelaskan, kunjungan yang dilakukan oleh Pemprov Babel dalam rangka menindaklanjuti Kunjungan Gubernur ke Kota Batu untuk belajar mengembangkan pontensi wisata dan menjajaki kerjasama di bidang Parawisata.

Selain pariwisata, lanjut Budiman, rombongan juga akan belajar memahami konsep penataan kantor, taman, dan tufoksi kehumasan dan keprotokolan yang berada di Kota Batu ini, dan rencananya ada beberapa kosep yang akan berusaha diterapkan di lingkungan Pemprov Babel.

“Kita ditugaskan ke sini untuk meminta lebih detail penataan taman, layout kantor, sampai system humas dan protokolnya, termasuk grand disain pariwisata  di Kota Batu ini. Kita sudah dapat lebih jauh dan lebih detail mengenai informasi kepariwisataan, sehingga secara koseptual nanti ada beberapa yang bisa diterapkan di Babel. Nantinya, kita akan menanta kembali layout-layot kantor kator terutama kantor Gubernur, agar pelayanannya bisa dinikmati masyarakat luas, begitu juga dengan system pemeliharaan mulai dari ruang rapat, taman dan lift,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Batu Provinsi Jawa Timur, Endang usai melakukan pemaparan dan Tanya jawab mengenai konsep Pariwisata Kota Batu, Bangunan dan penataan Kantor Kota Batu serta Kehumasan dan Keprotokolan mengatakan, kunjungan yang dilakukan oleh Pemprov Babel sangatlah penting dalam rangka menindaklanjuti kunjungan Gubernur Babel sebelumnya.

Oleh sebab itu, Endang mengharapkan kunjungan ini nantinya dapat menjalin kerjasama yang baik antara Pemerintah Kota Batu dengan Pemprov Babel dalam segala hal, terutama apa yang dibahas pada pertemuan kali ini, yaitu di bidang kepariwisataan, Konsep Penataan Bangunan, Taman, Ruangan, Kantor OPD terpadu serta Kehumasan dan Keprotokolan.

“Hari ini, kami menerima kunjungan dari Provinsi Babel yang tujuanya adalah membuat jejaring parawisata bersama. Mudah- mudahan nanti bisa terwujud antara Babel, Bandung, Bali dan Batu jadi 4B, sehingga wisatawan manca negara semakin tertarik berkunjung ke Indonesia,” katanya dengan singkat.

Dalam paparannya, Asisten II ini, menjelaskan Kota Batu terdiri dari 24 desa dan kelurahan dengan tiga kecamatan dengan karakteristik yang berbeda. Dengan perbedaan karakteristik  tersebut pemerintah daerah berupaya mengembangkan daerah berdasarkan potesi dan karakteristiknya.

“Di Kecamatan Surejo lebih dikembangkan pangan, Kecamatan Batu lebih kepada fasilitas perkantoran dan Kecamatan Bumi Aji itu alam pengunungan,” katanya.

Dijelaskanya juga, pariwisata Kota Batu selain menyajikan wisata alam pegunungan. Pemerintah daerah bekerjasama dengan investor untuk mengembangkan objek wisata buatan, misalnya musium angkot dan Geok Park I, dan II. Pada prinsipnya wisata di sini mengolah edukasi. Ada kegembiraan, ada pendidikanya dan menjaga alamnya.

“Kalau siang hari ada musium angkot bisa wisata keliling dunia, dan malam hari bisa melihat wisata lampu,” ujarnya.

Usai melakukan pertemuan, Asisten II Setda Babel dan Asisten II Kota Batu melakukan pertukaran Pelakat sebagai tanda silaturahmi serta foto bersama. Dilanjutkan melakukan kunjungan-kunjungan ke beberapa lokasi wisata buatan salah satunya musium angkot dan wisata lampu. (Mislam).

 

 

 

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Mislam
Fotografer: 
Mislam
Editor: 
Ahmad. S
Bidang Informasi: 
Humas