Pemprov Babel Serahkan Aplikasi SIMOLEK RB ke Kabupaten dan Kota

PANGKALPINANG - Pemeritah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Selasa (14/5/2019) sore, menyerahkan secara langsung Aplikasi Sistem Monitoring Elektronik (SIMOLEK) Reformasi Birokrasi (RB) dan User Name ke Kabupaten dan Kota yang ada di Babel.

Penyerahan Aplikasi dilakukan oleh Gubernur Babel, Erzaldi Rosman, yang diwakili Asisten Setda Babel Bidang Admistrasi Umum, Darlan, usai Rakor Sekda Se- Babel, di Ruang Tanjung Pendam Lantai II Kantor Gubernur Babel, Air Itam, Pangkalpinang.

Darlan mengatakan, tujuan dari Aplikasi SIMOLEK RB adalah untuk memudahkan aparatur  pemerintah dalam pelaksanaan penilaian reformasi birokrasi yang dilakukan oleh Kemenpan RB.

“Aplikasi ini disusun oleh Pemprov melalui Biro Organisasi. Baru pertama dibuat di seluruh Indonesia. Tujuan lain dari aplikasi ini untuk mengupload dokumen-dokumen pendukung dari 8 area,” jelasnya.

Tata caranya, dikatakan Dahlan, setiap berkas yang akan dimasukan kedalam aplikasi tersebut harus di scan terlebih dahulu ke dalam format FDF, kemudian baru di upload ke Aplikasi SIMOLEK RB.

“Nama sistemnya SIMOLEK RB yang memudahkan kita. Caranya itu di scan ke FDF dokumen yang di upload, dan tidak akan hilang di sistem, tahun berikutnya tinggal menambahkan dokumen pendukung lainnya,” ujar Asisten Administrasi Umum.

Dalam kesempatan sama, Ketua Forum Sekretaris Daerah Seuruh Indoensia (FORSESDASI)  Wilayah Babel, Sugianto, yang juga adalah Sekda Bangka Tengah, mengungkapkan, melalui Aplikasi SIMOLEK RB ini, Kabupaten dan Kota serta Provinsi bisa memantau apa-apa saja yang kurang dalam penilaian reformasi birokrasi.

“Kami berterima kasih kepada Pemprov, khususnya Biro Organisasi yang sudah menemukan Aplikasi SIMOLEK RB ini, karena pengalaman kita kemarin pada saat penilaian Reformasi Birokrasi Kabuaten dan Kota  harus membawa dokumen yang sangat banyak, itu juga di verifikasi satu per satu, sehingga membutuhkan wakktu yang lama,” ujar Sugianto.

Dengan aplikasi ini, diharapkan Sekda, para pemimpin penilaian Reformasi Birokrasi bisa memantau, dokumen apa saja yang kurang, sehingga perecapatan-percepatan untuk capaian tinggi dari delapan are perubahan tersebut, dapat dilakukan.

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Mislam
Fotografer: 
Mislam
Editor: 
Ahmad
Bidang Informasi: 
Humas