Pemprov Komitmen Mengembalikan Kejayaan Muntok White Pepper

PANGKALPINANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berkomitmen akan mengembalikan kejayaan lada Babel (Muntok White Pepper). Hal ini ditunjukkan dengan beberapa agenda pada Kamis (19/7/2018) terkait dengan hal tersebut.

Setelah pagi menerima Calon Buyer dari Perusahaan Mc. Cormick USA, yang merupakan perusahaan terbesar di Amerika yang membeli lada dari Babel, Peresmian Gudang Pengolahan Lada di Air Mangkok, Bacang Pangkalpinang, siang harinya Pemprov Babel menerima International Pepper Community (IPC), terkait Aplikasi yang berbasis Teknologi Informasi "IPC Farmer App" suatu aplikasi yang dapat membantu petani khususnya Lada dalam mengatasi permasalahannya.

Untuk IPC, diterima oleh Wakil Gubernur (Wagub) Babel Abdul Fatah di Ruang Pasir Padi Kantor Gubernur.

Wagub Abdul Fatah pada kesempatan itu menyampaikan, subsektor perkebunan bagi masyarakat Babel merupakan subsektor yang telah diusahakan masyarakat Babel sebagai komoditas unggulan.

Dengan komoditi Lada dari Babel, unggulannya Muntok White Pepper dengan citarasanya yang khas, telah memberikan kontribusi pendapatan yang cukup besar.

Produksi Lada Babel, dijelaskan Wagub, dalam 5 tahun mengalami peningkatan dari tahun 2013 yakni dari luas areal 42.907 ha dengan produksi 33.596 ton hingga tahun 2017 yang dengan luas areal 52.247 ha dengan produksi 34.173 ton.

Pemprov Babel saat ini, kata dia, berfokus pada upaya mengembalikan kejayaan Muntok White Pepper.

Dengan memperhatikan data, Babel merupakan daerah sentra Lada, maka berbagai pihak terkait untuk menjalin kerjasama dengan Pemprov Babel, termasuk salahsatunya adalah IPC. Dengan dukungan dan bantuan dari semua pihak terkai,t maka upaya mengembalikan kejayaan Muntok White Pepper akan terwujud.

Pemprov Babel merespon penawaran Aplikasi IPC Farmer APP dari IPC yang merupakan organisasi antar negara penghasil Lada. Aplikasi ini, diharapkan dapat membantu petani khususnya di Babel tentang berbagai hal terkait dengan budidaya lada, penanggulangan penyakit dan memonitoring perkembangan pasar lada dunia, sehingga petani di Babel dapat lebih mudah mengakses informasi terbaru.

Sementara itu, Executif Director IPC, Mrs. Hoang Thi Lien dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan kehormatan untuk Pemprov Babel atas dukungan serta kerjasama terhadap IPC Farmer App ini.

Menengok beberapa tahun, Industri Lada mengalami kondisi memprihatinkan disebabkan oleh tren menurunnya harga, yang dampaknya dirasakan oleh semua orang yang menggeluti bisnis lada terutama para petani lada. Oleh karena itu, IPC telah mendanai pembuatan IPC Farmers App dengan harapan Aplikasi ini, dapat menjadi alat untuk membantu petani mengatasi situasi saat ini.

Aplikasi ini, akan membantu petani dalam mengenali hama dan penyakit yang menjangkit tanaman mereka, dan mengambil tindakan yang perlu untuk menanggulanginya. Petani dapat menerapkan praktik terbaik untuk ladang mereka melalui aplikasi ini, juga membantu memantau berita terbaru dalam pasar. Aplikasi ini memberikan kekuatan Informasi kepada para petani.

Sambutan juga disampaikan Staf Ahli Wakil Presiden RI, Muhammad Abduh, Asisten Deputi hortikultura Kemenko Perekonomian RI Wilistra Danny, Direktur APEC dan Direktur Kerja sama APEC dan Organisasi Internasional Kementerian Perdagangan, perwakilan IPC Indonesia Deny W. Kurnia, yang menyatakan bahwa upaya yang dilakukan IPC ini menjadi bagian usaha dalam mengembangkan lada di tanah air.

Untuk itu, Pemerintah memberikan dorongan, fasilitasi, pendampingan kepada petani sebagai pelaku lada atau on farm yang akan meningkatkan perekonomian di sisi hilirnya, sehingga menopang pembangunan.

Dalam hal ini, perlu kerjasama intens dari semua pihak baik pemerintah pusat, melalui kementerian perindustrian, kementerian pertanian dan perkebunan, kehutanan, lingkungan hidup, serta tata ruang, juga pemerintah daerah, para pedagang, juga Lembaga Swadaya Masyarakat baik NJO, praktisi dan dunia akademik serta masyarakat.

“Kerjasama harus tetap kita bangun untuk mendorong lada dan rempah kembali pada kejayaannya. Melalui perkembangan Informasi Teknologi ini, bisa dimanfaatkan dalam kerjasama tersebut,” kata Muhammad Abduh.

Dalam kegiatan ini secara teknis para petani dijelaskan mengenai IPC Farmera APP oleh Corbel India, Mr. Nipula Arumughom, Wiratno dan head of Balittro Nurliani Bernawie.(Lulus).

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Lulus
Fotografer: 
Lulus
Editor: 
Ahmad
Bidang Informasi: 
Humas