Pemprov Resmikan Gudang Lada SRG ke-3 di Toboali

TOBOALI, BANGKA SELATAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) kembali meresmikan Gudang Lada dengan Sistem Resi Gudang (SRG) yang berlokasi di Kampung Bukit, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.

Gudang Lada SRG yang diresmikan Gubernur Babel, Erzaldi Rosman diwakili Asisten Bidang Pemerintah dan Kesra Setda Babel, Yulizar, ditandai dengan pemotongan Pita itu, merupakan Gudang Lada SRG ke-3 di Babel, dimana dua diantaranya berada di Kecamatan Puding, Kabupaten Bangka, dan Mangkol, Kabupaten Bangka Tengah.

Selain peresmian Gudang Lada SRG, dalam waktu bersamaan juga dilakukan Dialog interactif dan Literasi Kebijakan SRG oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementrian Perdagangan RI, bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Babel dengan masyarakat, Petani, Poktan, Gapoktan dan Koperasi yang ada di Bangka Selatan.

Gubernur melalui sambutannya yang disampaikan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Yulizar mengatakan, Literasi bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, Petani, Poktan, Gapoktan dan para Pelaku Usaha Lada terhadap keuntungan dan kegunaan SRG. 

Dikatakannya, ada beberapa keuntungan dan kegunaan terhadap SRG Lada, diantaranya Pertama, menstabilkan harga jual lada di pasaran dengan cara tunda jual. Dimana ketika harga jual murah masyarakat dan pelaku usaha dapat menitipkan ladanya di Gudang SRG untuk sementara waktu sampai harga dirasa cukup baik untuk dilepas ke pasar global.

Kedua, lanjut dia, fasilitasi pembiayaan atau jaminan kredit. Ketika Petani dan Pelaku Usaha menitipkan ladanya di SRG, maka akan mendapatkan tanda terima dari SRG, dimana tanda terima itu dapat dijadikan  jaminan untuk perolehan kredit ataupun pembiayaan di bank yang telah bekerja sama dengan SRG.

Poin ketiga, disebutkan Ulizar, jaminan kualitas  Mutu Lada yang disimpan di Gudang SRG harus melalui uji mutu dan memenuhi sertifikasi tertentu sesuai standart nasional dan internasional.

Lebih jauh Yulizar menjelaskan, SRG menjadi instrumen penting dan efektif dalam pembiayaan perdangangan. Melalui SRG ini, Pemerintah memfasilitasi dan menyediakan akses kredit kepada para Petani dan Pelaku Usaha dengan cara menjaminkan komoditas lada yang disimpan di Gudang.

Sitem Resi Gudang ini, disampaikan Yulizar, dapat digunakan Pemerintah untuk pengendalian harga dan peesediaan nasional. Pemprov Babel telah berkomitmen untuk meningkatkan pasar dan kualitas lada yang ada di Babel dengan cara memberikan pembinaan bagi para petani dan penyediaan bibit serta pupuk yang tepat. 

Melalui SRG ini, diharapkan, dapat mendorong semangat para Petani Lada untuk meningkatkan kualitas ataupun kuantitas ladanya sekaligus memberikan jaminan ketersedian lada bagi buyer.

Ungkap senada disampaikan Kepala Bappebti, Indrasari Wisnu Wardana. Katanya, Lada Babel mempunyai kualitas terbaik di dunia, dan telah memiliki sertifikasi indikasi geografis. Dimana lada Babel memiliki keuntungan dalam perolehan harga terbaik (premium price) di pasar global. 

"Secara global pesaing kita adalah Vietnam. Untuk itu, kita harus meningkatkan kualitas dari lada putih yang akan diekspor," harap Wisnu.

Untuk masalah harga, menurut Wisnu, itu fluktuatif, ketika  Vietnam sedang panen raya otomatis harga dunia jatuh.

“Untuk itu kita harus bisa mengendalikan suplai ke pasar global dengan cara tidak melakukan ekspor. Itulah perlunya SRG ini, petani dan eksportir dapat menyimpan ladanya di gudang, dan mendapatkan resi tanda terima yang dapat diagunkan ke bank, dan ketika harga dunia membaik barulah kita dapat mengekspor kembali,” urai Wisnu.

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Heppy/Reza
Fotografer: 
Heppy
Editor: 
Ahmad
Bidang Informasi: 
Humas