Pengajuan Bantuan Dana Hibah Harus Sesuai Aturan

Air Itam, Pangkalpinang – Bagi kelompok masyarakat, lembaga, maupun yayasan yang ingin mengajukan bantuan dana hibah ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel), mulai saat ini, harus benar-benar mengetahui terlebih dahulu prosedur dan peraturan terkait pengajuan bantuan dana hibah tersebut.

Bahkan bila perlu, silakan datang ke Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) untuk bertanya secara langsung bagaimana cara atau prosedur pengajuan bantuan dana hibah ke Pemprov Babel. Hal itu disampaikan Kepala Biro Kesra Sekretariat Daerah (Setda) Babel, Dr Asraf Suryadin, mewakili Gubernur Babel Rustam Effendi, SE, saat menerima rombongan Komisi III DPRD Kabupaten Belitung, di Ruang Romodong Lantai I kantor Gubernur Babel, Rabu (15/3/2017).

“Pemberian hibah harus memenuhi kriteria paling sedikit peruntukannya secara spesifik telah ditetapkan, tidak wajib, tidak mengikat dan tidak terus menerus setiap tahun anggaran, sesuai dengan kemampuan keuangan daerah, kecuali ditentukan lain oleh peraturan perundang-undangan, dan memenuhi persyaratan penerima hibah,” tegas Kepala Biro Kesra.

Pengajuan proposal bantuan dana hibah ke Pemprov Babel harus sudah disampaikan sebelum bulan Mei pada tahun sebelumnya. Kalau memasukkan proposal di atas bulan Mei, maka proposal yang diajukan tersebut baru bisa dianggarkan pada tahun berikutnya.

Dikatakan Dr Asraf, tahun 2017 ini, Pemprov Babel telah menganggarkan bantuan dana hibah   sebesar Rp17.720.000.000. “Khusus untuk Kabupaten Belitung, tahun 2017 ini, mendapatkan sebesar Rp1.265.000.000. Jumlah ini, sesuai dengan proposal yang masuk ke Biro Kesra,” terang Dr Asraf.

“Sedikitnya Badan/Lembaga/Ormas dari Kabupaten Belitung yang mendapat dana hibah antara lain disebabkan, Pertama, proposal yang disampaikan memang sedikit. Kedua, proposal tidak memenuhi syarat (bukan Yayasan, atau merupakan Yayasan namun belum berusia 3 tahun/tidak memiliki surat keterangan terdaftar yang di tandatangani oleh Bupati atau atas nama Bupati Belitung). Ketiga, pengurusnya kurang aktif, proposal di titip, sulit dihubungi,” sebut Karo Kesra.

Dr Asraf juga menyebutkan, bantuan dana hibah ini, tidak hanya untuk Majid saja, namun juga untuk rumah ibadah lainnya seperti Gereja, Klenteng, Pure.

Sementara itu, Ketua Rombongan yang juga Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Belitung, H. Artiansyah, A.Md dalam kesempatan sama mengatakan, mengaku senang dan berterima kasih dengan penjelasan yang disampaikan Kepala Biro Kesra Setda Pemprov Babel terkait dengan bantuan dana hibah ke Kabupaten Belitung.

“Selama ini kami bertanya-tanya, kenapa bantuan hibah untuk rumah ibadah ini ke Kabupaten Belitung seperti kecil. Namun, setelah kami berkunjung ke Pemprov Babel, dan mendapatkan penjelasan langsung dari Karo Kesra, barulah kami mengetahuinya. Ternyata besaran bantuan dana hibah tersebut sesuai dengan proposal yang diajukan. Dan proposal yang diajukan dari kawan-kawan Belitung ternyata selama ini masih banyak yang kurang secara administrasi. Makanya, dengan penjelasan ini, kawan-kawan di Belitung bisa memperbaiki kekurangan yang ada,” ungkap Artiansyah.

Selain masalah bantuan dana hibah, lanjut Artiansyah, Komisi III DPRD Kabupaten Belitung juga ingin mengetahui secara langsung mengenai bantuan terhadap SMA dan SMK dari Pemprov Babel, sejak pelimpahan SMA dan SMK ke Pemprov.

“Kami juga telah mendapatkan penjelasan dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi mengenai bantuan Pemprov terhadap SMA dan SMK di Belitung. Dengan penjelasan itu, membuat kami sebagai wakil rakyat di Belitung lega. Untuk itu, apa yang kami dapatkan ini, akan kami bawa dalam rapat Komisi III DPRD Belitung bersama OPD terkait di Belitung,” kata Artiansyah.

Turut hadir dalam pertemuan dengan rombongan Komisi III DPRD Kabupaten Belitung itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Babel, M. Soleh.(Ahmad).

 

 

 

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Ahmad
Fotografer: 
Ahmad
Editor: 
Ahmad. S
Bidang Informasi: 
Humas