Percepat Pembangunan Babel, Gubernur Erzaldi Tanda Tangani Kesepakatan Bersama PT. Indonesia Research Institute Japan-Jakarta

JAKARTA - Dalam rangka mempercepat pembangunan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Gubernur Babel Erzaldi Rosman kembali melakukan inovasi di bidang pengembangan ekonomi dan pembangunan yang direalisasikan dalam Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan PT. Indonesia Research Institute Japan-Jakarta. 

Acara yang dimulai tepat pukul 15.30 Wib ini, dihadiri langsung oleh Gubernur Babel Erzaldi Rosman, Presiden Direktur PT. Indonesia Research Institute Japan- Jakarta beserta tim, perwakilan dari Biro Pemerintahan Setda Pemprov Babel, serta pihak Media (NNA dan Lifenesia). 

Tujuannya yaitu untuk mempromosikan pariwisata guna menarik wisatawan jepang langsung ke Babel, Mendatangkan investasi di Babel, serta menyalurkan bantuan hibah, corporate social responsibility dan program lainnya dari Jepang dengan beban nol rupiah kepada Babel. 

Albertus Prasetyo Heru Nugroho selaku Presiden Direktur PT. Indonesia Research Institute Japan-Jakarta mengatakan, ada 3 hal yang menjadi latar belakang  MoU ini, yaitu  Orang, Barang, dan Uang. 

Pada saat ini, kata dia, jumlah lansia di Jepang terus bertambah setiap tahunnya. Data dari pemerintah Jepang menunjukkan pada tahun 2017 jumlah Lansia (berusia 65 tahun dan lebih) di Jepang mencapai 35.14 juta orang.  Jumlah ini merepresentasikan 27.7% dari jumlah total penduduk Jepang.  Akibatnya, saat ini Jepang mengalami kelebihan likuiditas, sehingga korporasi maupun pebisnis mencari sasaran investasi di luar Jepang.  

Selain itu, jumlah wanita karir di Jepang juga semakin banyak.  Setelah lelah bekerja, relaksasi menjadi hal yang didambakan para wanita karir di Jepang. Kondisi ini tentunya mampu menjadi peluang kerjasama yang bisa dimanfaatkan oleh keduabelah pihak.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Babel Erzaldi Rosman menyampaikan, masih banyak potensi yang bisa dikerjasamakan antara kedua belah pihak.  Diantaranya ada 5 sektor strategis di Babel, yaitu Pariwisata, Pertambangan, Perikanan, Perkebunan dan Pertanian, serta Industri Pengolahan.

Dipaparkan lebih lanjut, dari sisi pariwisata Babel memiliki beberapa  tempat yang menarik yang tentunya perlu dikembangkan sebagai potensi investasi pariwisata diantaranya agrowisata,  pengembangan hutan bakau, dan wisata pantai.  

Sementara dari sektor pertambangan,  selain timah  ada  prospek yang cukup baik seperti  bauksit, kaolin, granit, pasir kwarsa, granit diabes, tanah liat, dan sebagainya. 

Ditinjau dari sisi perikanan, ditambahkan Gubernur Erzaldi,  Bangka Belitung menyimpan dan memiliki potensi sumberdaya perikanan yang cukup besar, baik perikanan tangkap maupun perikanan laut, antara lain kerapu, rumput laut, dan udang. 

Dari sisi perkebunanan dan pertanian, sambung Erzaldi, Bangka Belitung memiliki potensi perkebunan yang layak dikembangkan berupa lada putih, karet, kelapa sawit dan coklat. Sedangkan di sektor industri dan perdagangan antara lain Industri pengolahan rumput laut, pengawetan ikan, pengembangan tepung, pengolahan minyak kelapa sawit.

Dikatakan Gubernur, kemajuan yang diraih suatu daerah tidak bisa datang dengan sendirinya, namun harus dilakukan melalui usaha yang simultan dan berkesinambungan.  Kerjasama Pemprov Bangka Belitung dengan Negara lain juga terkait bagaimana membangun dan mengembangkan ekonomi di Bangka Belitung.

“Harus ada langkah strategis yang mesti kita lakukan untuk mewujudkan pembangunan demi terciptanya kesejahteraan masyarakat di Bangka Belitung. Dengan adanya kerjasama ini diharapkan akan ada investasi yang masuk ke Babel, sehingga berdampak luas terhadap pembangunan di Babel,” ujar Gubernur.(Istari/Humasprov)
 

Sumber: 
HumasPro
Penulis: 
Istari/Humasprov
Fotografer: 
Istari
Editor: 
Ahmad
Bidang Informasi: 
Humas